<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berita bisnis | Investasi Online</title>
	<atom:link href="https://investasi.online/tag/berita-bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Portal Edukasi Investasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jun 2023 01:57:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.8</generator>
	<item>
		<title>Jejaring Media Retail: Fakta Penting dan Potensinya di Masa Depan</title>
		<link>https://investasi.online/jejaring-media-retail-fakta-penting-dan-potensinya-di-masa-depan/</link>
					<comments>https://investasi.online/jejaring-media-retail-fakta-penting-dan-potensinya-di-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 16:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=20464</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukan rahasia lagi bahwa media retail telah mengubah wajah industri periklanan secara dramatis saat ini: nilai pasar sektor media retail tahun ini mencapai $50 milyar, naik dari $15 milyar di <a href="https://investasi.online/jejaring-media-retail-fakta-penting-dan-potensinya-di-masa-depan/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/jejaring-media-retail-fakta-penting-dan-potensinya-di-masa-depan/" data-wpel-link="internal">Jejaring Media Retail: Fakta Penting dan Potensinya di Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukan rahasia lagi bahwa media retail telah mengubah wajah industri periklanan secara dramatis saat ini: nilai pasar sektor media retail tahun ini mencapai $50 milyar, naik dari $15 milyar di Tahun 2019. Retail skala besar seperti Amazon, Walmart, Target, dan lainnya bahkan memiliki perusaha data sendiri, di mana mereka menggunakan data pihak pertama dari transaksi yang diterima. Perusahaan ini juga menggunakan kampanye <a href="https://investasi.online/jenis-iklan-usaha-online/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">iklan</a> dan jejaring media retail bagi perusahaan yang bergabung kepada mereka.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Jejaring Media Retail Mendorong Perkembangan Industri Periklanan</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Jejaring media retail menghasilkan data pihak-pertama yang dibutuhkan perusahaan, tidak hanya untuk menjangkau konsumen secara efektif melalui iklan, namun juga mengukur efektivitasnya tanpa melanggar aturan yang ada. Ketika teknologi periklanan berkembang, maka diperlukan pemahaman tentang faktor pendorong penjualan. Pemahaman ini bahkan lebih penting dibanding sekedar menerima data proksi terkait kinerja anggaran media mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-20465" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2023/06/jejaring-media-retail.jpg" alt="jejaring media retail" width="500" height="402" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2023/06/jejaring-media-retail.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2023/06/jejaring-media-retail-300x241.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah perubahan landscape industri teknologi periklanan yang sangat cepat, jejaring media retail dipandang sebagai pilihan yang lebih hemat, terutama bagi perusahaan pemilik brand. Awalnya, jejaring media sosial seolah-olah mengabaikan platform teknologi yang ada. Meskipun jejaring media memberikan manfaat bagi perusahaan pemilik brand, mereka masih membutuhkan platform dan anggaran yang tidak kecil, serta sumber daya manusia yang memadai untuk melaksanakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkembangan industri media retail tidak bisa disepelekan, karena dampaknya terhadap industri periklanan sangat signifikan. Tidak ada pilihan lain bagi perusahaan selain memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tidak terkecuali bagi perusahaan pemilik brand dan <a href="https://investasi.online/bisnis-e-commerce-dan-masa-depan-perusahaan-retail/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">perusahaan retail</a>.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Beberapa Fakta Penting Tentang Jejaring Media Retail</strong></h4>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Fakta 1: Sistem jejaring media retail terfragmentasi</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Dengan semua keunggulannya, sistem jejaring media retail memiliki sedikit kelemahan, karena perusahaan pemilik brand hanya bisa melihat sebagian kecil dari seluruh belanjanya. Akibatnya, para perusahaan retail memiliki strategi yang berbeda-beda, tidak ada satu strategi yang komprehensif untuk digunakan secara bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sebuah brand bekerja dengan sebuah jejaring media skala besar dari satu perusahaan retail, mereka hanya bisa menerima data dan kinerja dari satu retail itu saja. Namun faktanya, kebanyakan konsumen tidak hanya berbelanja di satu toko. Sistem jejaring media yang ada saat ini berusaha menyatukan teka-teki silang tersebut. Tentunya, perusahaan pemilik brand mesti menyatukan berbagai sumber data yang ada untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang konsumen mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Para marketer juga terperangkap oleh ketidakefisienan dalam pengembangan asset kreatif dan belanja media. Setiap jejaring retail membutuhkan asset dengan spesifikasi dan standar yang berbeda-beda. Untuk menjalankan satu aset kreatif yang sama di platform yang berbeda-beda, para pembeli media mesti melipatgandakan upaya mereka untuk memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan retailer.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Fakta 2: Media Retail Kurang Transparan </u></h5>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan pemilik brand membuat kesepakatan untuk mengiklankan produk perusahaan mitra mereka melalui jejaring media retail, melalui iklan digital, dan peluang jejaring pemasaran lainnya. Namun, banyak pihak tidak puas dengan bagaimana perusahaan retail melaporkan hasil dari iklan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Jejaring media retail saat ini menyediakan indikator kinerja, namun tidak mengukur inkrementalitas yang mencakup seluruh media dalam ekosistem tersebut. Akibatnya, perusahaan pemilik brand tidak benar-benar tahu bagaimana kinerja iklan mereka dibandingkan strategi pemasaran lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok industri, seperti ANA dan IAB, juga telah diminta ikut berpartisipasi dalam membantu standar ukuran dan transparansi terkait jejaring media retail. Karena kelompok-kelompok industri ini belum menyentuh sektor media retail, pastinya masih banyak peluang untuk menentukan landasan atau fondasi dasar dari apa-apa yang dibutuhan oleh brand. Namun tentunya, dibutuhkan waktu untuk melihat perubahan dan hasilnya. Dalam waktu dekat, akan sulit untuk membandingkan kinerja jejaring media retail dibanding strategi media lainnya tanpa adanya standarisasi pengukuran.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Fakta 3: Meski Terbatas, Perusahaan Brand Masih Membayar Biaya Premium</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Sekalipun biaya kemitraan jejaring media bervariasi, banyak pakar industri mengaku bahwa mereka membayar tiga kali lipat lebih tinggi dari standar industri untuk mendapatkan akses jejaring media tersebut. Mereka bersedia membayar karena biaya yang dikeluarkan dianggap sepadan dengan upaya untuk mengaktivasi media retail dan menjangkau konsumen secara lebih efektif. Dengan biaya premium, perusahaan tentunya mengharapkan kinerja yang premium pula. Namun hingga saat ini, jejaring media retail belum bisa menghasilkan indikator kinerja standar secara transparan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masa Depan Jejaring Media Retail Bergantung pada Standarisasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari beberapa fakta di atas, terlihat jelas bahwa diperlukan perubahan dalam ekosistem jejaring media retail, jika perusahaan ingin mendapatkan manfaat yang holistik dan jangka panjang dari kemitraan tersebut. Para retail selalu menempatkan perusahaan manufaktur atau brand pada posisi terjepit dalam kaitannya dengan akses data.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun saat ini, <a href="https://investasi.online/ingin-membangun-brand-yang-kuat-mulai-dengan-3-tips-ini/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">brand</a> bisa mengambil dan memilih jejaring yang ada, di mana mereka akan menempatkan anggarannya. Pada akhirnya, perusahaan retail yang mampu mengembangan produk dan teknologi periklanan yang sesuai dengan platform terbaiklah yang akan mampu bertahan dan menonjol di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a href="https://investasi.online/jejaring-media-retail-fakta-penting-dan-potensinya-di-masa-depan/" data-wpel-link="internal">Jejaring Media Retail: Fakta Penting dan Potensinya di Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/jejaring-media-retail-fakta-penting-dan-potensinya-di-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trend Bisnis Tahun 2023: Beratnya Mempertahankan SDM Terbaik</title>
		<link>https://investasi.online/trend-bisnis-tahun-2023-beratnya-mempertahankan-sdm-terbaik/</link>
					<comments>https://investasi.online/trend-bisnis-tahun-2023-beratnya-mempertahankan-sdm-terbaik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2022 14:19:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=18898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2023 sudah di depan mata. Banyak yang sudah mulai merancang resolusinya di tahun depan. Sejumlah pertanyaan tentang trend bisnis tahun 2023 juga mulai muncul. Sebagian dari apa yang terjadi <a href="https://investasi.online/trend-bisnis-tahun-2023-beratnya-mempertahankan-sdm-terbaik/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/trend-bisnis-tahun-2023-beratnya-mempertahankan-sdm-terbaik/" data-wpel-link="internal">Trend Bisnis Tahun 2023: Beratnya Mempertahankan SDM Terbaik</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tahun 2023 sudah di depan mata. Banyak yang sudah mulai merancang resolusinya di tahun depan. Sejumlah pertanyaan tentang trend bisnis tahun 2023 juga mulai muncul. Sebagian dari apa yang terjadi di tahun 2022 ini mungkin masih kita lihat di tahun 2023 nanti, namun sebagian lagi tentunya akan berubah. Apa yang ada tahun 2022 ini mungkin berjalan semakin cepat di Tahun 2023, dan mungkin ada yang tenggelam.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Trend Bisnis Tahun 2023 Yang Perlu Anda Amati</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Tentunya, setiap pengusaha ingin tahun seperti apa trend bisnis tahun 2023. Tahun 2022 adalah awal di mana bisnis kembali dibuka, dan pembatasan-pembatasan akibat pandemi semakin dikurangi. Di Tahun 2023, persiapan kita untuk kembali pada kondisi normal mungkin lebih baik. Namun benarkah semuanya akan kembali normal?</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-18899" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2022/12/trend-bisnis-tahun-2023.jpg" alt="trend bisnis tahun 2023" width="500" height="341" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2022/12/trend-bisnis-tahun-2023.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2022/12/trend-bisnis-tahun-2023-300x205.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Bekerja Dari Rumah Masih Ada, Namun Terus Berkurang</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Ternyata, fenomena bekerja dari jarak jauh atau <a href="https://investasi.online/bekerja-dari-rumah-sepenting-apa-ruang-kerja-anda-part-1/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">bekerja dari rumah</a> belum akan hilang sepenuhnya di Tahun 2023. Sejumlah penelitian tentang produktivitas masih terus berjalan. Jika anda suka bekerja dari rumah, mungkin hasil studi ini bukan berita bagus bagi anda. Akhir-akhir ini, banyak pekerja jarak jauh ternyata menghabiskan begitu banyak waktu untuk membuktikan produktivitas mereka. Tekanan untuk membuktikan bahwa mereka menggunakan waktu kerja secara bijak ternyata tidak sehat untuk <a href="https://investasi.online/membangun-lingkungan-kerja-yang-kondusif-di-antara-karyawan-lintas-generasi-part-1/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">membangun lingkungan kerja yang kondusif</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah pakar merujuk pada kenaikan produktivitas yang cukup besar di awal pandemi, ketika masyarakat masih belajar untuk bekerja dari rumah. Namun, studi-studi terbaru menunjukkan bahwa produktivitas itu adalah ‘produk’ dari kepanikan. Sepertinya, dimasa-masa ketika banyak hal terjadi di luar kendali, masyarakat mulai mengumpulkan energi untuk mengerjakan hal-hal yang bisa mereka kendalikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita melihat kembali kebelakang, semuanya akan jelas. Saat ini, ketika pandemi sudah berlalu, para ahli menyadari bahwa tidak baik bagi perusahaan jika seluruh karyawannya bekerja dari rumah. Persentase pekerja yang bisa bekerja dari jarak jauh bervariasi, sesuai dengan jenis perusahaan. Jadi, tidak ada satu jawaban tunggal untuk pertanyaan, “Berapa persen idealnya karyawan yang bisa bekerja dari jarak jauh?”</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, apakah seluruh tenaga kerja akan kembali ke kantor di Tahun 2023? Belum tentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah pekerja akan bekerja penuh dari rumah? Belum tentu juga.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Retensi Akan Menjadi ‘Permainan’ Baru</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Mempekerjakan orang pastinya membutuhkan banyak biaya. Trend bisnis Tahun 2023 tidak terlepas dari isu retensi (berapa lama seorang karyawan bertahan di sebuah perusahaan). Bekerja sama dengan sebuah perusahaan pencari tenaga kerja membutuhkan biaya. Cara terbaik untuk menghindari biaya rekrutment yang besar adalah mempertahankan orang-orang baik yang ada di sekitar anda. Manajer di perusahaan yang sudah beroperasi selama beberapa tahun pastinya sepakat bahwa kehilangan karyawan yang baik dan produktif itu sangat mahal dan menyakitkan, dan bahkan bisa memperlambat denyut nadi perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Gen Z mulai memasuki angkatan kerja, kecenderungan mereka untuk gonta-ganti pekerjaan (dan bahkan <a href="https://investasi.online/pentingnya-bersabar-dalam-karir-berjalan-perlahan-fokus-tidak-tergesa-gesa/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">karir</a>) justru lebih tinggi dibanding generasi millennial.  Era di mana pekerja bisa bertahan 25 tahun di sebuah perusahaan sudah berakhir. Pekerjaan saat ini lebih dipandang sebagai mata pencaharian sementara. Artinya, tingkat turnover atau keluar-masuknya karyawan akan semakin tinggi. Masa kerja karyawan akan terus mengalami penurunan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Tahun 2023, ketika perusahaan mulai mengharuskan karyawan untuk kembali bekerja di kantor, dan ketika trend mengundurkan diri masih belum berakhir, perusahaan tampaknya harus bekerja sangat keras untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi karyawannya, yakni lingkungan kerja yang sulit ditinggalkan. Para pemimpin yang intuitif mestinya mulai mengidentifikasi lingkungan kerja seperti apa yang menarik dan mampu membuat karyawannya betah.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Sentuhan Manusiawi (<em>Soft Skill</em>) Akan menjadi Standar Emas Yang Baru</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Artificial Intelligence (AI) mulai menggantikan tenaga manusia. Artinya, manusia harus menjadi pakar dalam melakukan apa yang tidak bisa dilakukan AI – yakni, menjadi manusia. Mesin-mesin berbasis AI memang bisa lebih efisien dan lebih akurat dibanding manusia, namun mesin tidak bisa menggunakan intuisi atau sensitivitas kultural, bukan? Di sinilah manusia mesti menjadi pakarnya, dan ini menjadi salah satu trend bisnis Tahun 2023.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya lagi, perusahaan ditantang untuk mampu merekrut orang yang benar-benar bisa menjadi manusia. Indikator utama dari sentuhan manusiawi, atau yang kerap disebut <em>soft skill</em>, ini akan menjadi indikator utama sistem rekrutmen yang baik dalam beberapa tahun mendatang. Para pengusaha mestinya mulai bertanya, “Bagaimana orang ini berhubungan dengan orang lain?” saat menilai seorang <a href="https://investasi.online/cara-merekrut-karyawan-3-hal-yang-harus-anda-hindari/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">karyawan</a>. Pemilik usaha yang cerdas juga akan bertanya, “Apakah kehadiran orang ini memperbaiki suasana kerja atau tidak?” Ini hanyalah dua contoh dari pertanyaan yang mesti dipertimbangkan para pemimpin di perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak trend bisnis Tahun 2023 yang mungkin akan kita lihat. Namun, di atas adalah 3 trend yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yang tidak ingin kehilangan sumber daya manusia terbaiknya. Kehilangan SDM terbaik sama dengan kerugian besar, dan mempertahankan karyawan sepertinya menjadi salah satu tantangan terbesar di Tahun 2023.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/trend-bisnis-tahun-2023-beratnya-mempertahankan-sdm-terbaik/" data-wpel-link="internal">Trend Bisnis Tahun 2023: Beratnya Mempertahankan SDM Terbaik</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/trend-bisnis-tahun-2023-beratnya-mempertahankan-sdm-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Instagram Versi Anak dan Kontroversi di Kalangan Pembuat Kebijakan</title>
		<link>https://investasi.online/instagram-versi-anak-dan-kontroversi-di-kalangan-pembuat-kebijakan/</link>
					<comments>https://investasi.online/instagram-versi-anak-dan-kontroversi-di-kalangan-pembuat-kebijakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 14:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=14888</guid>

					<description><![CDATA[<p>CEO Instagram, Adam Mosseri, baru-baru ini menyatakan belum akan menghentikan rencana untuk menciptakan Instagram versi Anak di bawah 13 tahun yang sempat tertunda sebelumnya. Kepada sub-komite perlindungan konsumen di Senate <a href="https://investasi.online/instagram-versi-anak-dan-kontroversi-di-kalangan-pembuat-kebijakan/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/instagram-versi-anak-dan-kontroversi-di-kalangan-pembuat-kebijakan/" data-wpel-link="internal">Instagram Versi Anak dan Kontroversi di Kalangan Pembuat Kebijakan</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">CEO Instagram, Adam Mosseri, baru-baru ini menyatakan belum akan menghentikan rencana untuk menciptakan Instagram versi Anak di bawah 13 tahun yang sempat tertunda sebelumnya. Kepada sub-komite perlindungan konsumen di Senate Commerce, Mosseri mengatakan bahwa ia adalah pengambil keputusan akhir tentang masalah. Selain itu, ia akan bekerja untuk memastikan bahwa tidak ada anak usia 10-12 tahun yang bisa mengakses platform Instagram versi apapun tanpa sepengetahuan orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, tujuan awal dari produk Instagram versi anak ini adalah untuk mengatasi masalah anak usia di bawah 13 tahun yang ingin menggunakan <a href="https://investasi.online/cara-monetisasi-bisnis-di-instagram-bisnis-sukses-dengan-biaya-minim/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">Instagram</a>. Selain itu, platform media sosial ini juga mengalami kesulitan untuk memverifikasi usia penggunanya.  Sen. Richard Blumenthal, D-Conn, ketua subkomite tersebut, menyampaikan kepada wartawan setelah acara dengar pendapat (<em>hearing</em>) tersebut bahwa ia sangat kecewa dengan kurangnya komitmen pihak Instagram.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-14889" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/Instagram-versi-Anak.jpg" alt="Instagram versi Anak" width="500" height="361" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/Instagram-versi-Anak.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/Instagram-versi-Anak-300x217.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Instagram versi Anak dan Kontroversinya </strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><em>Hearing </em>tersebut, yang merupakan bagian dari serangkaian kesaksian tentang perlindungan anak secara online, sekali lagi menyoroti frustasi yang meluas di kalangan pembuat kebijakan. Kekhawatiran tersebut terjadi karena lambatnya pihak pengembangan platform teknologi ini untuk mengambil tindakan terhadap dampak negatif dari produknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pembuat kebijakan telah mempersiapkan diri dengan eksperimen tentang platform tersebut sebagai dasar untuk mengeksplorasi bagaimana mereka memberikan rekomendasi terhadap pengguna muda. Sebenarnya, mereka mengapresiasi beberapa langkah yang sudah diambil perusahaan untuk memberikan kendali lebih bagi orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka di Instagram.Namun, mereka tetap mempertanyakan apa yang membuat langkah-langkah tersebut belum diimplementasikan saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pernyataan pembukanya, Mosseri mengatakan bahwa ia tetap bangga dengan upaya yang telah diambil Instagram untuk menjaga keamanan anak-anak. Sebelumnya, kebocoran dokumen internal telah memancing kemarahan para pembuat kebijakan, dan mereka menilai perusahaan belum mengambil langkah yang memadai atas kejadian tersebut. Menurutnya, melindungi anak-anak secara online bukan hanya masalah di satu perusahaan. Ia menekankan pentingnya solusi dan standard yang berlaku untuk semua industri.</p>
<p style="text-align: justify;">Mosseri juga mengatakan bahwa perusahaan, yang dimiliki oleh Meta ini, telah meminta adanya regulasi terupdate selama beberapa tahun terakhir. Mereka juga mengusulkan pembentukan suatu dewan industri untuk menyusun praktek-praktek terbaik seputar pertanyaan bagaimana memverfikasi usia pengguna secara online dan bagaimana merancang platform yang sesuai untuk kelompok umur tertentu.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Pengumuman Tentang Keamanan Anak dari Instagram</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Hanya beberapa hari sebelum hearing terkait Instagram versi anak tersebut, Instagram merilis sejumlah update produk yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan pengguna usia belasan tahun pada platform-nya. Perubahan tersebut termasuk keharusan bagi pengguna remaja untuk “istirahat’ sejenak setelah <em>scrolling</em> beberapa saat, sehingga orang tua bisa melihat dan membatasi jumlah waktu yang dihabiskan remaja di Instagram.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, salah satu anggota subkomite yakni Marsha Blackburn, R-Tenn, mengaku tidak begitu optimis dengan pembatasan waktu tersebut. Menurut mereka, langkah yang diambil perusahaan terlalu kecil dan terlalu terlambat. Pihak Instagram juga didesak untuk mengambil langkah melindungi keamanan pengguna, termasuk opsi untuk feed kronologis yang ditargetkan akan diluncurkan kwartal pertama tahun depan. Sama halnya, Twitter juga memperkenalkan kembali opsi bagi pengguna untuk menyusun feeds dengan kronologis terbalik di tahun 2018.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sebuah konferensi pers, Blackburn menyatakan bahwa ia tidak yakin Instagram akan melaksanakan apa-apa yang mereka sampaikan. Pada konferensi kongress kemarin, Mosseri untuk pertama kali tampil. Ia adalah satu dari karyawan Meta yang memberikan kesaksian dalam beberapa tahun terkahir. CEO Mark Zuckerberg sebelumnya memberi kesaksian beberapa kali, tentang berbagai topik, mulai dari ambisi perusahaan untuk menggunakan <a href="https://investasi.online/aturan-tentang-aset-kripto-masih-diselimuti-kontroversi/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">mata uang kripto</a> hingga kebijakan privasi yang diterapkan perusahaan di tengah gelombang skal Cambridge Analytica.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Instagram Versi Anak dan Eksperimen para Pembuat Kebijakan </strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Dua orang senator mengatakan bahwa mereka sudah melakukan eksperimen tentang rekomendasi Instagram versi Anak tersebut. Senator Mike Lee mengatakan bahwa ia membuat sebuah akun untuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang awalnya melihat konten tentang gaya rambut, namun tidak lama kemudian, Instaram merekomendasikan anak perempuan tersebut untuk follow seorang selebriti wanita. Setelah si anak mengikutinya, Instagram mulai merekomendasikan post tentang program diet hingga operasi plastik.</p>
<p style="text-align: justify;">Eksperimen serupa juga pernah dilakukan Blumenthal dan Blackburn. Hasilnya juga mereka sampaikan saat dengar pendapat tersebut. Blumenthal menjelaskan sebuah test terbaru yang dilakukan timnya untuk membangun sebuah opsi proteksi yang tersedia. Blackburn memberikan kesempatan kepada Mosseri untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami orang tua. Dirinya yang merupakan ayah dari 3 orang anak bahkan tidak bisa membayangkan pengalaman seperti apa yang bisa didapatkan anak jika konten Instagram bebas mereka akses.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Mosseri menyatakan akan mengambil langkah-langkah serius jika memang ada hal negatif yang ditimbulkan oleh platform mereka. Namun hingga jajak pendapat berakhir, ia tidak mengatakan bahwa proyek Instagram versi anak akan dihentikan.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/instagram-versi-anak-dan-kontroversi-di-kalangan-pembuat-kebijakan/" data-wpel-link="internal">Instagram Versi Anak dan Kontroversi di Kalangan Pembuat Kebijakan</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/instagram-versi-anak-dan-kontroversi-di-kalangan-pembuat-kebijakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Evergrande Gagal Melunasi Kewajibannya dan Terancam Bankrut?</title>
		<link>https://investasi.online/evergrande-gagal-melunasi-kewajibannya-dan-terancam-bankrut/</link>
					<comments>https://investasi.online/evergrande-gagal-melunasi-kewajibannya-dan-terancam-bankrut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2021 14:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=14878</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perusahaan Cina developer properti yang sedang terlibat hutang, Evergrande gagal melunasi kewajibannya minggu ini. Berita ini nyaris tidak begitu kentara karena kebanyakan institusi terkait masih tutup mulut. Pada minggu lalu, <a href="https://investasi.online/evergrande-gagal-melunasi-kewajibannya-dan-terancam-bankrut/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/evergrande-gagal-melunasi-kewajibannya-dan-terancam-bankrut/" data-wpel-link="internal">Evergrande Gagal Melunasi Kewajibannya dan Terancam Bankrut?</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perusahaan Cina developer properti yang sedang terlibat hutang, Evergrande gagal melunasi kewajibannya minggu ini. Berita ini nyaris tidak begitu kentara karena kebanyakan institusi terkait masih tutup mulut. Pada minggu lalu, Fitch Ratings mengatakan bahwa Evergrande belum mengkonfirmasi pembayaran kewajiban hutangnya yang terakhir, sehingga menimbulkan kredit macet. Saham pengembangan diperdagangkan dengan harga 1% lebih rendah. Sementara itu, indeks komposit di Shanghai turun 0.2%.</p>
<p style="text-align: justify;">Berita bahwa Evergrande gagal membayar hutang-hutangnya sudah mulai muncul ke permukaan pada musim panas lalu, ketika pemerintah Cina memperketat regulasi tentang <a href="https://investasi.online/strategi-bisnis-real-estate-sebelum-saat-dan-setelah-sewa-menyewa/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">real estate</a>. Pengetatan regulasi ini diambil pemerintah karena para investor khawatir dapat merembes ke perekonomian China. Perusahaan ini memiliki total hutang $300 milyar, di mana $19 milyar adalah obligasi yang didominasi Dollar AS.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-14879" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/Evergrande-gagal.jpg" alt="Evergrande gagal" width="500" height="369" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/Evergrande-gagal.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/Evergrande-gagal-300x221.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Evergrande Gagal?</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Hingga Senin minggu lalu, Evergrande tetap berusaha membayar bunga hutang-hutangnya agar tetap bisa beroperasi. Menurut Alicia-Herrero, seorang pakar ekonomi Natixis untuk wilayah Asia-Pasifik, mengatakan bahwa masalah Evergrande ini disebut kegagalan teknis yang sudah berlangsung lama, namun tidak ada yang menyatakannya secara jelas. Berita-berita seputar kegagalan perusahaan untuk melunasi kewajiban finansialnya telah beredar sejak beberapa bulan lalu. Meski demikian, belum ada informasi yang terkonfirmasi tentang statusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah China juga tidak memperjelasnya karena tidak ada tekanan untuk melakukan hal tersebut. Menurutnya, perusahaan agensi harus memberikan dorongan. Memang, sejumlah investor melakukannya, namun tidak ada yang mau memberi label Evergrande bankrut, karena mereka tidak ingin menanggung konsekuensinya. Setiap orang berusaha meningkatkan apa yang bisa mereka dapatkan. Tidak ada investor yang ingin kehilangan investasinya di <a href="https://investasi.online/kunci-sukses-perusahaan-real-estate-3-pilar-yang-wajib-anda/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">perusahaan real estate</a> raksasa tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika perusahaan dinyatakan gagal alias ‘default’ maka harga sahamnya pun akan turun. Tentunya investor tidak menginginkan hal ini. Karena tidak adanya label ‘default’, perusahaan ini tetap bisa melakukan restrukturisasi hutang-hutangnya dengan biaya yang lebih rendah. Misalnya, S&amp;P Global Ratings tidak memberikan pernyataan apapun pada hari Jumat lalu. Menurut laporan CNBC pada hari Selasa, kegagalan sepertinya tidak bisa dielakkan oleh Evergrande. Namun, tidak ada perwakilan perusahaan yang bersedia memberikan komentar terkait hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan ‘default’ oleh Fitch didasarkan pada asumsi perusahaan ini bahwa ada dua cicilan bunga yang tidak dibayar sebelum masa tenggang berakhir pada hari Senin lalu. Kegagalan untuk membayar cicilan bunga ini menurunkan grade Evergrande ke kategori ‘restricted dedault.’ Artinya, perusahaan developer ini sebenarnya belum menghentikan operasinya, dan apalagi memulai prosedur formal seperti pengajuan bankrut. Sejauh ini, semua pihak terkait sepertinya masih tutup mulut, sehingga belum ada kepastian yang dapat dipegang.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Tidak Ada Ungkapan Evergrande Gagal</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Keheningan seputar permasalahan Evergrande ini muncul ketika pihak berwenang di China memberikan pernyataan publik pada minggu lalu bahwa sedang ada upaya untuk mengatasi permasalahan yang dialami perusahaan pengembang ini. Pada tanggal 3 Desember lalu, Evergrande yang terdaftar di Bursa Efek Hongkong memperingatkan bahwa perusahaan tersebut tidak bisa menjamin apakah mereka akan bisa melunasi tanggung jawab finansialnya dan berencana untuk terlibat aktif dengan kreditor luar negeri untuk program restrukturisasi hutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut pihak perusahaan, secara total ada $260 juta tuntutan pembayaran dari kreditor. Masih di hari yang sama, Pemerintah Daerah di Propinsi Guangdong (di mana perusahaan pengembang ini didirikan) mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah telah mengadakan pertemuan dengan pendiri Evergrande, Xu Jiayin. Pemerintah setempat juga mengaku telah mengirimkan sekelompok pakar ke perusahaan tersebut untuk melakukan supervisi terkait manajemen resiko.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Bank of China Yi Gang, dalam sebuah pidatonya pada hari Kamis lalu, mengatakan bahwa situasi yang dialami Evergrande adalah suatu ‘event pasar,’ yang bisa diatasi dengan prinsip-prinsip dan hukum pasar. Menurut pandangan mereka, situasi Evergrande sebenarnya merupakan hal baik, karena mau idak mau perusahaan harus melalukan restrukturisasi terhadap hutang-hutangnya.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana Jika Evergrande Gagal?</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Real estate adalah sektor yang dipantau sangat ketat, karena industri real estate beserta industri terkait lainnya berkontribusi terhadap seperempat dari perekonomian China. Hal yang lebih penting lagi bagi perekonomian China adalah kemampuan perusahaan ini untuk menyelesaikan apartemen-apartemen yang sudah terjual kepada konsumen, namun masih dalam proses pengerjaan. Harapannya, dengan bantuan Beijing, akan ada dampak jangka panjang terhadap perekonomian China. Jika tidak, justru yang terjadi adalah kejut yang tajam di sektor <a href="https://investasi.online/tips-bisnis-properti-tanpa-modal/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">properti</a>, akibat permasalahan yang dialami perusahaan properti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi pasar uang, spillover (kebocoran) cenderung terbatas, karena hutang-hutang Evergrande umumnya dipegang oleh para investor kelas atas. Oleh sebab itu, restrukturisasi menjadi hal penting. Sejak bulan September, pasar uang China telah diramaikan dengan potensi kegagalan (<em>default</em>) perusahaan raksasa ini. Arus kas perusahaan sedang mengalami tekanan besar. Sebelumnya, dua anak perusahaan milik  Evergrande Group juga gagal melunasi kewajiban finansialnya.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/evergrande-gagal-melunasi-kewajibannya-dan-terancam-bankrut/" data-wpel-link="internal">Evergrande Gagal Melunasi Kewajibannya dan Terancam Bankrut?</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/evergrande-gagal-melunasi-kewajibannya-dan-terancam-bankrut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trend Belanja Akhir Minggu Mulai Kembali Meski Belum Pulih</title>
		<link>https://investasi.online/trend-belanja-akhir-minggu-mulai-kembali-meski-belum-pulih/</link>
					<comments>https://investasi.online/trend-belanja-akhir-minggu-mulai-kembali-meski-belum-pulih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2021 14:42:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=14809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lebih sepertiga orang Amerika (34%) mengaku bahwa mereka akan kembali berbelanja pada event Small Business Saturday, yakni trend belanja akhir minggu pada usaha-usaha kecil. Angka ini meningkat tajam dibanding tahun <a href="https://investasi.online/trend-belanja-akhir-minggu-mulai-kembali-meski-belum-pulih/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/trend-belanja-akhir-minggu-mulai-kembali-meski-belum-pulih/" data-wpel-link="internal">Trend Belanja Akhir Minggu Mulai Kembali Meski Belum Pulih</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lebih sepertiga orang Amerika (34%) mengaku bahwa mereka akan kembali berbelanja pada event Small Business Saturday, yakni trend belanja akhir minggu pada usaha-usaha kecil. Angka ini meningkat tajam dibanding tahun 2020 lalu, ketika pandemi sedang merajalela di seluruh dunia. Namun, tingkat pengeluaran masyarakat selama masa promosi di musim liburan belum kembali ke angka sebelum pandemi. Inilah yang ditemukan dalam sebuah survey Momentive Small Business yang dilakukan CNBC akhir-akhir ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 2020, kebanyakan orang Amerika mengaku hanya melihat-lihat satu toko pada momen Small Business Saturday. Tahun ini, kondisinya berubah, namun belum mencapai angka sebelum pandemi. Pada Tahun 2018, sebanyak 44% penduduk Amerika mengaku memanfaatkan trend belanja akhir minggu. Angka ini turun menjadi 39% pada tahun 2019.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-14810" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/trend-belanja-akhir-minggu.jpeg" alt="trend belanja akhir minggu" width="500" height="334" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/trend-belanja-akhir-minggu.jpeg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/12/trend-belanja-akhir-minggu-300x200.jpeg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Trend Belanja Akhir Minggu: Apa Kata Survey?</strong></h3>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Survey Momentive Small Business</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Menurut perwakilan dari Momentive (lembaga pelaksana survey di CNBC), konsumen masih mencintai Small Business Saturday, namun semangatnya belum kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagian mengaku bahwa mereka senang berbelanja pada saat Small Business Saturday, dan sebagian lagi berencana berbelanja banyak pada hari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Survey terbaru dilaksanakan pada bulan November Tahun 2021, dengan sampel mencapai 2.744 orang dewasa. Beberapa temuan menarik dari survey ini adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Lebih dari separuh (59%) responden mengatakan bahwa mereka tidak lagi gembira untuk berbelanja pada Black Friday, Small Business Saturday, atau Cyber Monday. Angka ini turun dari 65% pada Tahun 2020, namun setara dengan angka sebelum pandemi (58% ada tahun 2018 dan 59% pada tahun 2019).</li>
<li>Small Business Saturday mendapat sambutan paling kecil, di mana 8% responden mengaku menanti-nantikan hari ini, dan hanya 7% mengaku berencana berbelanja pada hari tersebut.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Musim liburan mungkin menjadi momen penting bagi para pelaku <a href="https://investasi.online/manajemen-usaha-kecil-tahun-2021-menarik-talent-terbaik/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">usaha kecil</a>. Sebuah survey terbaru dari American Express, yang menciptakan trend belanja akhir minggu bernama Small Business Saturday, menemukan bahwa 78% pemilik usaha kecil mengaku bahwa angka penjualan pada musim liburan tahun 2021 akan menentukan apakah usaha mereka masih akan bertahan hingga tahun depan atau tidak. Survey Momentive ini juga menemukan bahwa:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>72% orang Amerika mengaku terjadi kenaikan harga-harga dalam tiga bulan terakhir;</li>
<li>62% menemukan masalah kurangnya persediaan;</li>
<li>55% melaporkan kurangnya karyawan di unit-unit usaha lokal;</li>
<li>51% melaporkan terjadinya keterlambatan proses pengiriman.</li>
</ul>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Data Amex</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Data Amex tahun lalu memperkirakan bahwa hampir $20 milyar dibelanjakan oleh konsumen pada <a href="https://investasi.online/bisnis-e-commerce-dan-masa-depan-perusahaan-retail/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">perusahaan retail</a> independen maupun <a href="https://investasi.online/tips-mengelola-bisnis-restoran-di-tengah-perlambatan-ekonomi/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">restoran</a> di momen Small Business Saturday. Angka ini hampir sama dengan angka tahun 2019. Hanya dalam satu tahun, akibat masalah rantai pasok dan kenaikan harga-harga, dampaknya dirasakan begitu hebat, di mana trend belanja akhir minggu menurun secara dramatis.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Jajak Pendapat oleh Momentive</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Menurut jajak pendapat yang dilakukan Momentive akhir-akhir ini, ditemukan bahwa hampir 4 dari 10 orang Amerika berencana memulai kembali trend belanja akhir minggu dan belanja di musim liburan pada bulan Oktober. Sementara itu, orang-orang yang paling khawatir dengan masalah rantai pasok adalah mereka yang berencana memulai belanja lebih cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang benar, ada kekhawatiran tentang masalah rantai pasok, dan kekhawatiran ini ikut merusak pola dan trend belanja akhir minggu bagi sebagian konsumen. Menurut jajak pendapat ini, ditemukan beberapa fakta:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>48% rensponden khawatir dengan rantai pasok pada momen Small Business Saturday;</li>
<li>42% berencana tidak berbelanja di hari tersebut;</li>
<li>Semakin banyak konsumen yang memilih <a href="https://investasi.online/berbelanja-online-selama-liburan-akhir-tahun-ini-trend-nya/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">berbelanja secara online</a>. Sebanyak 60% konsumen Small Business Saturday yang berencana berbelanja secara online mengaku bahwa mereka khawatir tidak mendapat barang yang diinginkan.</li>
</ul>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Trend Belanja Akhir Minggu: Peran Amazon dan E-Commerce</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Berbelanja secara langsung (71%) dan makan (67%) di unit usaha kecil adalah dua alasan mengapa konsumen berencana melihat-lihat pada momen Small Business Saturday, namun peran <a href="https://investasi.online/e-commerce-indonesia-sebuah-tantangan-sekaligus-peluang/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">e-commerce</a> juga semakin meningkat. Sebanyak 35% pengunjung Small Business Saturday mengatakan bahwa mereka akan berbelanja online tahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Persentase konsumen yang berencana memilih berbelanja online meningkat dari 38% pada Tahun 2018 menjadi 46% pada tahun ini. Sementara itu, 40% mengaku mereka berencana lebih banyak berbelanja online, dan 25% mengatakan mereka akan berbelanja lebih banyak secara offline. Sebanyak 32% lagi mengaku akan berbelanja seimbang antara online dan offline.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktanya, jumlah subscribe di Amazon Prime naik dari 56% pada tahun 2018 menjadi 67% pada tahun ini. Sementara itu, trafik konsumen offloine di Black Friday menurun. Sistem belanja online sudah benar-benar mengambil-alih konsumen retail, dan bahkan lebih besar lagi di masa pasca-pandemi. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa konsumen benar-benar bisa beradaptasi dengan cepat, dan cepat belajar dari penyesuaian selama masa pandemi. Hal ini ikut mempengaruhi trend belanja akhir minggu di momen Small Business Saturday.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/trend-belanja-akhir-minggu-mulai-kembali-meski-belum-pulih/" data-wpel-link="internal">Trend Belanja Akhir Minggu Mulai Kembali Meski Belum Pulih</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/trend-belanja-akhir-minggu-mulai-kembali-meski-belum-pulih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Protest Terhadap Aturan Covid Pecah di Benua Eropa</title>
		<link>https://investasi.online/protest-terhadap-aturan-covid-pecah-di-benua-eropa/</link>
					<comments>https://investasi.online/protest-terhadap-aturan-covid-pecah-di-benua-eropa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2021 14:20:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita harian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=14636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Protest terhadap aturan Covid terbaru telah menggoncang hampir seluruh Benua Eropa di akhir pekan lalu, di mana demonstrasi pecah di beberapa kota seperti Brussels, Amsterdam, Vienna, dan Roma. Pada hari <a href="https://investasi.online/protest-terhadap-aturan-covid-pecah-di-benua-eropa/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/protest-terhadap-aturan-covid-pecah-di-benua-eropa/" data-wpel-link="internal">Protest Terhadap Aturan Covid Pecah di Benua Eropa</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Protest terhadap aturan Covid terbaru telah menggoncang hampir seluruh Benua Eropa di akhir pekan lalu, di mana demonstrasi pecah di beberapa kota seperti Brussels, Amsterdam, Vienna, dan Roma. Pada hari Minggu, terjadi protest di Vienna setelah Austria memasuki masa lockdown nasional yang keempat akibat gelombang Covid terbaru. Pemerintah menghimbau rakyatnya untuk <a href="https://investasi.online/bekerja-dari-rumah-di-saat-pandemi-ini-dia-pilihannya/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">bekerja dari rumah</a>, sementara toko-toko non-esensial ditutup.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru-baru ini, WHO menyampaikan kekhawatiran terkait meningkatnya kasus baru infeksi virus Corona di Benua Eropa. Direktur regional WHO, Dr. Hans Klugen, menyampaikan bahwa jika pembatasan tidak diperketat di seluruh Eropa, maka diperkirakan sebanyak setengah juta kasus kematian bisa terjadi pada musim semi mendatang. Sekali lagi, Covid-19 telah menjadi penyebab nomor satu kematian di Eropa. Langkah utama yang harus dilakukan adalah vaksinasi, memakai masker, dan menggunakan Passport Covid.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-14637" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/11/protest-terhadap-aturan-Covid.jpg" alt="protest terhadap aturan Covid" width="500" height="383" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/11/protest-terhadap-aturan-Covid.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/11/protest-terhadap-aturan-Covid-300x230.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Protest Terhadap Aturan Covid di Eropa Semakin Meluas</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Banyak pemerintah di Eropa mulai memberlakukan aturan baru untuk mencegah penularan lebih lanjut. Sejumlah negara baru-baru ini mencatat kasus baru yang tinggi. Namun ternyata, aturan ini justru memicu protest terhadap aturan Covid di berbagai negara, seperti:</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Austria</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Kanselir Austria, Alexander Schallenberg, mengatakan bahwa lockdown tersebut akan berlangsung selama maksimal 20 hari. Vaksinasi Covid diwajibkan kepada penduduk mulai dari 1 Februari tahun depan. Saat itu, Austria akan menjadi negara pertama di Eropa yang mewajibkan vaksinasi bagi rakyatnya.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Belgia</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Di Belgia, pelaku protest bentrok dengan polisi setelah puluhan ribu orang berkumpul di pusat kota Brussels pada hari Minggu. “Protest for Freedom” pecah. Para demonstran memprotest pembatasan terkait Covid-19 yang semakin ketat. Pihak Kepolisian memperkirakan bahwa jumlah demonstran mencapai 35.000 orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Belggia, aturan penggunaan masker semakin diperketat, termasuk di tempat-tempat seperti restoran, di mana Passport Covid sudah diwajibkan. Sebagian besar penduduk Belgia juga harus <a href="https://investasi.online/4-hari-kerja-dalam-seminggu-benarkah-menguntungkan-part-1/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">bekerja dari rumah selama 4 hari seminggu</a> hingga pertengahan bulan Desember nanti. Selain itu, pemerintah berencana mewajibkan seluruh pekerja di Belgia untuk menjalani vaksinasi.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Belanda</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, protest terhadap aturan Covid terus berlanjut hingga hari ketiga di Belanda, setelah terjadinya kekerasan dan puluhan demonstran ditangkap di Rotterdam. Di akhir minggu kemarin, ribuan orang lagi berkumpul di Amsterdam. Setelah kerusuhan di Rotterdam, masih terjadi gangguan di sejumlah pemukiman di wilayah The Hague pada Malam Minggu. Selain itu, ada laporan gangguan di sejumlah kota-kota kecil di Belanda. Lebih dari 50 orang ditangkap di Rotterdam pada hari Minggu setelah demonstrasi yang berujung pada kerusuhan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepolisian belanda menggunakan gas air mata dan tembakan peringatan, namun sempat melukai setidaknya dua orang demonstran yang menentang kebijakan lockdown parsial akibat Covid-19. Para demonstran merusak 1 unit mobil polisi, menembakkan kembang api, serta melempari petugas kepolisian dengan batu. Banyak rakyat Belanda menolak kebijakan lockdown, yang mengharuskan toko-toko, bar, dan <a href="https://investasi.online/tips-mengelola-bisnis-restoran-di-tengah-perlambatan-ekonomi/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">restoran</a> tutup paling lambat jam 08.00 malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Passport Covid, yang membatasi akses ke fasilitas seperti museum dan bank, akan menjadi keharusan di beberapa fasilitas lagi. Para demonstran menolak rencana pemerintah untuk mewajibkan vaksinasi di berbagai sektor pelayanan publik. Untuk saat ini, pembatasan yang lebih ketat akan berlaku setidaknya hingga Tanggal 04 Desember 2021.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Roma</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Ketentuan vaksinasi juga memicu protest terhadap aturan Covid di Roma. Sekelompok orang juga berkumpul di akhir minggu lalu dan menolak aturan tentang passport Covid yang diberlakukan pemerintah Italy. “Green Pass” menjadi keharusan bagi semua pekerja di Italia sejak Tanggal 15 Oktober lalu. Para pekerja harus bisa menunjukkan bukti telah mengikuti vaksinasi, atau bukti pernah sembuh dari infeksi Covid. Jika tidak, pekerja dilarang masuk bekerja dan gajinya ditangguhkan, atau pekerja dikenai denda.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Croatia</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Ribuan orang juga berkumpul di ibukota Croatia, Zagreb, pada hari Sabtu. Para demonstrak menolak keharusan vaksinasi bagi pekerja sektor publik Passport Covid.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Jerman</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Di Jerman, para politisi mulai memperdebatkan perlunya kebijakan untuk mewajibkan vasksinasi. Jika kebijakan ini diambil, maka dikhawatirkan akan memicu protest. <em>Incidence rate</em> Covid-19 dalam 7 hari terakhir di negara ini telah mencapai rekor tertinggi dalam dua minggu terakhir. Sementara itu, baru sekitar 69% penduduknya yang telah mendapat vaksin dosis penuh. Pemerintah menerapkan pembatasan secara nasioal terhadap penduduk yang belum divaksin minggu lalu. Namun, menurut para pembuat kebijakan mengatakan bahwa diperlukan aturan yang lebih ketat.</p>
<p style="text-align: justify;">Para demonstran umumnya menolak penggunaan Passport Covid, yang menghentikan orang-orang yang belum divaksin untuk masuk ke fasilitas seperti restoran dan bar. Hal ini terjadi setelah protest terbaru tentang aturan lockdown di Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Di negara lainnya, seperti Perancis, protest juga terjadi. Kebijakan mewajibkan vaksinasi atau Passport Covid laksana pedang bermata dua. Jika diberlakukan, maka gelombang protest terhadap aturan Covid bisa terjadi. Jika tidak, maka dikhawatirkan penularan Covid-19 akan memakan lebih banyak korban. Pemerintah tentunya harus merancang kebijakan pembatasan secara hati-hati, sehingga tidak berdampak terlalu buruk bagi perekonomian masyarakat.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/protest-terhadap-aturan-covid-pecah-di-benua-eropa/" data-wpel-link="internal">Protest Terhadap Aturan Covid Pecah di Benua Eropa</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/protest-terhadap-aturan-covid-pecah-di-benua-eropa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stategi Untuk Mendapatkan Karyawan: Apa Yang Berubah? – Part 2</title>
		<link>https://investasi.online/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-apa-yang-berubah-part-2/</link>
					<comments>https://investasi.online/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-apa-yang-berubah-part-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2021 15:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=14346</guid>

					<description><![CDATA[<p>Post membahas bahwa stategi untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas harus mempertimbangkan beberapa aspek. Yang pertama adalah kenyataan bahwa banyak karyawan saat ini lebih memilih lingkungan kerja yang fleksibel. Akibatnya, opsi <a href="https://investasi.online/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-apa-yang-berubah-part-2/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-apa-yang-berubah-part-2/" data-wpel-link="internal">Stategi Untuk Mendapatkan Karyawan: Apa Yang Berubah? – Part 2</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Post membahas bahwa stategi untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas harus mempertimbangkan beberapa aspek. Yang pertama adalah kenyataan bahwa banyak karyawan saat ini lebih memilih lingkungan kerja yang fleksibel. Akibatnya, opsi untuk kembali ke kantor seperti biasa mungkin tidak disukai oleh karyawan yang selama ini sudah merasa nyaman dengan sistem kerja yang fleksibel. Yang kedua adalah aturan tentang vaksinasi yang disikapi berbeda-beda oleh perusahaan. Bahkan, ada yang terang-terangan menolaknya, dan bersiap untuk mengajukan tuntutan hukum di pengadilan.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Stategi Untuk Mendapatkan Karyawan Sesuai Kebutuhan </strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Selain dua aspek di atas, ada beberapa aspek penting lain yang harus dipertimbangkan perusahaan sebagai bagian dari <a href="https://investasi.online/14315-2/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">stategi untuk mendapatkan karyawan</a>. Di antaranya:</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-14347" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-2.jpg" alt="stategi untuk mendapatkan karyawan 2" width="500" height="377" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-2.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-2-300x226.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Kosa Kata Yang Berbeda</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Kurang dari dua tahun yang lalu, anda mungkin jarang mendengar istilah “hybrid” saat berbicara tentang tempat kerja. Sekarang, istilah ini nyaris terdengar setiap waktu. Namun, pastikan bahwa anda dan lawan bicara memiliki pemahaman yang sama tentang maknanya. Hybrid dalam lingkungan kerja bisa berarti anda dapat bekerja dari jarak jauh, namun anda harus tetap hadir di kantor dua hari dalam seminggu, misalnya Senin dan Selasa. Di lingkungan kerja lain, <a href="https://investasi.online/lingkungan-kerja-hybrid-resiko-dan-cara-mengatasi-halo-effect/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">lingkungan kerja hybrid</a> bisa jadi bermakna lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Hybrid bisa berarti bekerja dari rumah kapanpun anda inginkan, atau hanya beberapa hari seminggu.  Intinya, setiap perusahaan memiliki aturan sendiri. Artinya, sebuah perusahaan yang memiliki lingkungan kerja hybrid semestinya memiliki panduan khusus yang mengatur kapan karyawan <a href="https://investasi.online/bekerja-dari-rumah-di-saat-pandemi-ini-dia-pilihannya/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">bekerja dari rumah</a> dan kapan mereka harus hadir di kantor.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang sama berlaku untuk memahami langkah-langkah pencegahan terhadap Covid-19. Sebuah perusahaan bisa saja meminta karyawannya untuk mengisi kuisioner diri sendiri, meminta bukti vaksinasi, atau mengharuskan semua orang untuk selalu memakai masker. Jika anda tidak bertanya, anda tidak tahu apakah anda nyaman dengan kebijakan yang berlaku di perusahaan.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Keahlian Baru Anda Sangat Berharga</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Jika sebuah perusahaan baru beralih ke sistem kerja jarak jauh (<em>remote</em>) atau memberlakukan <a href="https://investasi.online/sistem-kerja-hybrid-kelemahan-yang-harus-diantisipasi-part-1/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">sistem kerja hybrid</a> selama pandemi, tentunya pihak perusahaan ingin tahu apakah anda bisa bekerja di lingkungan semacam itu. Jika anda pernah bekerja dari rumah sebelumnya dan bisa melakukannya dengan baik, sebaiknya sampaikan hal tersebut saat proses interview. Anda bahkan bisa memberikan keterangan tentang seperti apa anda menjalankan pekerjaan sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut para praktisi, hal ini sangat membantu, jika anda mengajukan lamaran pada posisi yang menerapkan sistem kerja jarak jauh atau campuran. Hal ini juga menunjukkan kalau anda juga bisa fleksinel jika suatu saat kantor harus ditutup kembali dan seluruh karyawan bekerja dari rumah.  Kemampuan untuk bekerja dengan sistem fleksibel ini menjadi nilai tambah bagi diri anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampaikan pada resume atau selama interview tentang bagaimana anda bekerja, cara terbaik anda menyelesaikan pekerjaan sebelumnya, dann skenario-skenario penting yang pernah anda gunakan. Hal-hal semacam ini perlu disampaikan agar perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang diri anda.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Segala Sesuatunya Belum Pasti</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Sebagian perusahaan (atau bahkan kebanyakan perusahaan) tidak memiliki semua jawaban atas pertanyaan anda. Misalnya, Covid-19 varian Delta telah membuat sejumlah perusahaan besar seperti <a href="https://investasi.online/tips-bisnis-melalui-facebook-dengan-sejuta-keunggulannya/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">Facebook</a> atau <a href="https://investasi.online/fitur-baru-google-dan-maknanya-bagi-usaha-online/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">Google</a> untuk menunda rencana memanggil karyawannya untuk kembali ke kantor. Sekali lagi, pastikan anda bersikap transparan untuk menyampaikan apa yang anda butuhkan. Perusahaan harus mempertimbangkan hal ini sebagai bagian dari stategi untuk mendapatkan karyawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi calon karyawan, cobalah memahami rencana perusahaan. Anda tentunya tidak ingin menghabiskan waktu mempersiapkan diri untuk 4 atau 5 wawancara sebelum akhirnya anda menyadari bahwa perusahaan tersebut tidak akan memberikan waktu kerja yang fleksibel bagi anda. Jika waktu kerja yang fleksibel merupakan prioritas utama anda, tentunya hal ini hanya membuang banyak waktu, tenaga, dan fikiran anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketidakpastian ini juga terkait dengan uang. Setiap perusahaan memiliki sistem yang berbeda. Misalnya, apakah sistem kerja jarak jauh akan mempengaruhi gaji dan tunjangan karyawan? Perbedaan sistem penggajian ini berpeluang terjadi, belum lagi perbedaan tarif upayah antar daerah. Misalnya di Amerika Serikat, seseorang yang bekerja di New York City akan menghasilkan lebih banyak dibanding seseorang yang bekerja di Virginia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembicaraan semacam ini selalu ada. Namun, jika perusahaan sudah mengambil keputusan, anda pastinya ingin tahu, bukan? Jangan takut untuk bertanya apakah sistem kerja jarak jauh akan mempengaruhi gaji atau tunjangan pada posisi tertentu atau tidak. Jika ternyata kebijakan perusahaan menyatakan ada pengaruhnya, pertimbangkan lagi apakah hal itu bisa anda terima atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah beberapa trend yang dicari oleh para pemburu lapangan kerja setelah pandemi Covid-19. Stategi untuk mendapatkan karyawan berkualitas harus mempertimbangkan beberapa trend tersebut jika tidak ingin kalah saing dari perusahaan lain. Karyawan yang berkualitas dan berdedikasi sangat penting bagi perusahaan untuk berkembang dan maju. Tidak heran jika upaya mendapatkan karyawan yang berkualitas dilakukan habis-habisan oleh perusahaan.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-apa-yang-berubah-part-2/" data-wpel-link="internal">Stategi Untuk Mendapatkan Karyawan: Apa Yang Berubah? – Part 2</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/stategi-untuk-mendapatkan-karyawan-apa-yang-berubah-part-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlambatan Pasokan Produk Mainan Menjelang Liburan Akhir Tahun</title>
		<link>https://investasi.online/perlambatan-pasokan-produk-mainan-menjelang-liburan-akhir-tahun/</link>
					<comments>https://investasi.online/perlambatan-pasokan-produk-mainan-menjelang-liburan-akhir-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2021 11:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=14165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjelang akhir tahun ini, produsen produk mainan dibuat bingung dengan terjadinya kemacetan rantai pasok, terutama hingga tingkat retail. Hal ini terjadi karena terjadinya ‘leher botol’ dalam jaringan transportasi global akibat <a href="https://investasi.online/perlambatan-pasokan-produk-mainan-menjelang-liburan-akhir-tahun/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/perlambatan-pasokan-produk-mainan-menjelang-liburan-akhir-tahun/" data-wpel-link="internal">Perlambatan Pasokan Produk Mainan Menjelang Liburan Akhir Tahun</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menjelang akhir tahun ini, produsen produk mainan dibuat bingung dengan terjadinya kemacetan rantai pasok, terutama hingga tingkat retail. Hal ini terjadi karena terjadinya ‘leher botol’ dalam jaringan transportasi global akibat pandemi virus corona, yang diperburuk oleh hambatan di Terusan Suez pada bulan Maret tahun ini. Perlambatan pasokan produk mainan ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti kekurangan energi listrik di China, kekurangan resin dan biaya tenaga kerja yang tinggi juga semakin mempersulit pasokan barang dan membuat harga produk meningkat.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Dampak Dari Perlambatan Pasokan Produk Mainan</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">CEO dari MGA Entertainment bernama Larian mengatakan bahwa kemacetan di pelabuhan telah menjadi pemandangan biasa di pantai California sejak bulan Mei tahun ini. Setiap kali ia ingin menikmati waktu sendiri menjelang matahari terbenam, ia akan mengingat bahwa banyak mainan yang belum sampai. Keterlambatan dalam proses bongkar-muat juga bisa memperburuk situasi. Akibatnya, orang tua bisa jadi tidak mendapatkan mainan yang diinginkan anaknya atau ornamen penghias pohon natal. Jika mereka kehilangan kesempatan itu, maka mainan tersebut akan tetap berada di rak supermarket hingga musim dingin karena tidak ada lagi yang akan membelinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-14166" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/Perlambatan-pasokan-produk-mainan.jpg" alt="Perlambatan pasokan produk mainan" width="500" height="375" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/Perlambatan-pasokan-produk-mainan.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/Perlambatan-pasokan-produk-mainan-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, perusahaan yang memproduksi LOL Suprise, Little Tikes, dan Ranbow High itu saat ini memiliki persediaan untuk memenuhi sekitar 65% dari permintaan luar biasa tersebut. Menurutnya, MGA Entertainment telah mengantisipasi pertumbuhan pendapatan sebesar 50% tahun ini, namun kondisi saat ini, diperkirakan terjadi kenaikan sekitar 18% hingga 20%.  Ia tidak memberitahukan angka pendapatan tertenty, karena perusahaan tersebut dikelola secara pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Larian hanyalah satu dari banyak produsen mainan yang dibuat pusing dengan leher botol dalam sistem rantai pasok produk mainan akibat pandemi virus corona dan diperburuk oleh blokade di Terusan Suez pada bulan Maret tahun ini. Ongkos kirim kontainer yang sebelumnya hanya $3.200 saat ini naik menjadi $20.000. Bahkan, sekalipun kontainer sudah dibongkar, tidak tersedia truk yang mencukupi untuk mengirimkan barang-barang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Larian, ini adalah masalah yang sangat rumit dan mempengaruhi rantai pasok. Jika hal ini berlangsung dalam waktu lama, dampaknya akan sangat buruk. Tidak ada perusahaan yang kebal terhadap hal ini. Memang benar, perusahaan-perusahaan besar memiliki lebih banyak sumber daya. Misalnya, Home Depot dan Costco berusaha sebisa mungkin untuk menyewa kapal kontainer khusus untuk membawa pesanaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan-perusahaan besar juga memiliki uang yang cukup untuk memesan terlebih dahulu. Hasbro dan Mattel menolak memberikan komentar tentang perlambatan pasokan produk mainan ini, namun para pejabatnya menekankan bahwa perusahaan-perusahaan mainan besar lebih siap untuk mengatasi tantangan tersebut.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Jika Perlambatan Pasokan Produk Mainan Terus Terjadi?</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Sebuah perusahaan riset pasar bernama NPD Group memperkirakan bahwa secara keseluruhan, pengeluaran liburan di bulan November dan Desember akan naik sekitar 3% dibanding tahun lalu, dan 5% jika dihitung liburan mulai Oktober hingga awal Januari tahun depan. Namun, apa yang terjadi jika perlambatan pasokan produk mainan tetap terjadi menjelang musim liburan ini?</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Variasi Lebih Sedikit, Pasokan Sedikit</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Para analist mengatakan bahwa tidak ada satu jenis mainan wajib tahun ini. Bahkan, mereka memperkirakan bahwa konsumen akan condong ke arah mainan yang paling disukai selama lockdown. Ada beberapa karakter yang masih digemari, seperti Paw Patrol, Batman, Frozen, dan Grogu. Namun, terlihat juga penekanan khusus pada mainan sensorik, seperti pasir kinetik, mainan air, dan Lego, termasuk mainan yang dapat meningkatkan kemampuan eksploratif.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang tua yang biasanya menunggu untuk berbelanja di akhir November dan Desember sepertinya harus memesan terlebih dahulu tahun ini. Jika anak-anak anda sangat menginginkan sesuatu, sebaiknya beli sekarang. Tahun laku, para retailer mendorong <a href="https://investasi.online/cara-menarik-konsumen-di-liburan-akhir-tahun-oleh-retail/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">konsumen</a> untuk berbelanja hadiah liburan secepat mungkin karena Pandemi. Misalnya, Amazon, Walmart, dan Target memulai diskon liburan di bulan Oktober. Meski demikian, lonjakan pembeli tetap terjadi di bulan Desember.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 16% dari penjualan Triwulan ke-4 terjadi pada bulan Oktober, naik sekitar 3% dibanding tahun 2019. Kemudian, penjualan produk mainan melonjak di bulan Desember dan menyumbang 55% dari total penjualan triwulan ke-4, atau turun 3% dibanding tahun sebelumnya. Naik turun sebesar 3% tersebut menunjukkan bahwa penjualan produk mainan sekitar $400 juta tersebyt terjadi selama triwulan ke-4.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Efek Menyebar</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Walmart dan Target bahkan mempekerjakan karyawan tambahan untuk menangani pergerakan produk selama musim liburan. <a href="https://investasi.online/program-kiriman-kilat-walmart-menuai-kontroversi-saat-pandemi/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">Warlmat</a> yang saat ini memiliki sekitar 1.6 juta karyawan mempekerjakan 20.000 orang tambahan di bidang penjualan. Sementara itu, Target mempekerjakan 30.000 karyawan tambahan di bidang rantai pasok.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak Target juga menyatakan akan menaikkan jumlah produk Disney di tokonya hingga 3 kali lipa. Namun, biaya transportasi dan biaya tenaga kerja yang tinggi akibat perlambatan pasokan produk mainan ini juga dapat mempengaruhi konsumen. Harga-harga produk mainan bisa saja naik hingga 20% sepanjang musim liburan. Mungkin akan ada program diskon, namun persediaan mereka sangat terbatas dan pengecer juga tidak akan melakukan diskon besar-besaran.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a href="https://investasi.online/perlambatan-pasokan-produk-mainan-menjelang-liburan-akhir-tahun/" data-wpel-link="internal">Perlambatan Pasokan Produk Mainan Menjelang Liburan Akhir Tahun</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/perlambatan-pasokan-produk-mainan-menjelang-liburan-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misinformasi Tentang Covid-19 Menyebar, Obat-Obatan Hewan Langka</title>
		<link>https://investasi.online/misinformasi-tentang-covid-19-menyebar-obat-obatan-hewan-langka/</link>
					<comments>https://investasi.online/misinformasi-tentang-covid-19-menyebar-obat-obatan-hewan-langka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2021 14:26:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=14063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Para dokter hewan, peternak, dan petani mengaku mengalami masa-masa sulit karena dampak dari meningkatnya permintaan terhadap obat cacing ivermectin. Bahkan, Emerson Animal Hospital dikabarkan mulai kehabisan ivermectin. Hal ini terjadi <a href="https://investasi.online/misinformasi-tentang-covid-19-menyebar-obat-obatan-hewan-langka/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/misinformasi-tentang-covid-19-menyebar-obat-obatan-hewan-langka/" data-wpel-link="internal">Misinformasi Tentang Covid-19 Menyebar, Obat-Obatan Hewan Langka</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para dokter hewan, peternak, dan petani mengaku mengalami masa-masa sulit karena dampak dari meningkatnya permintaan terhadap obat cacing ivermectin. Bahkan, Emerson Animal Hospital dikabarkan mulai kehabisan ivermectin. Hal ini terjadi karena beredarnya misinformasi tentang covid-19 di masyarakat. Selama beberapa bulan terakhir, pusat veteriner bernama Miss di West Point juga mengalami penipisan stock obat cacing ini. Di awal tahun, lembaga ini menggunakan 1 botol ivermectin kemasan 500 mililiter, yang digunakan untuk membunuh parasit pada anjing, ayam, dan hewan lainnya. Setelah habis, mereka tidak lagi menemukan kemasan yang sama, melainkan hanya kemasan 50 mililiter. Jawabannya sama: habis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Emerson mulai menggunakan obat untuk ular dan hewan beracun lainnya. Ia tidak lagi memiliki obat cacing lain untuk hewan-hewan tersebut. Akibatnya, pemilik hewan seperti anjing harus membayar lebih untuk obat pengganti yang harganya bisa mencapai tujuh kali lipat. Dr. Emerson sesungguhnya merasa kaget dengan langkanya ivermectin, karena sebelumnya persediaan obat ini sangat banyak. Namun, akhirnya ia tersadar ketika banyak orang yang datang ke kliniknya mencari ivermectin untuk mengobati covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-14064" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/misinformasi-tentang-covid-19.jpg" alt="misinformasi tentang covid-19" width="500" height="382" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/misinformasi-tentang-covid-19.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/10/misinformasi-tentang-covid-19-300x229.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Misinformasi Tentang Covid-19 dan Kelangkaan Ivermectin</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Selama lebih dari 1 tahun, terdapat misinformasi tentang covid-19 yang diyakini sebagian orang bisa diobati dengan ivermectin. Informasi yang keliru ini menyebar luas di media sosial, podcast, hingga talkshow di radio. Bahkan, sekalipun Food and Drug Administration telah menyatakan bahwa ivermectin tidak disahkan untuk mengobati Covid-19 dan bahkan melarang penggunaannya, sejumlah awak media yang menyatakan keraguan terhadap vaksin virus corona justru mempromosikan ivermectin untuk mengatasi covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena informasi yang tidak akurat tersebut, banyak orang yang menggunakan formulasi tertentu secara berlebihan. Hal ini menimbulkan masalah bagi rumah sakit dan dokter-dokter praktek. Namun, orang-orang yang paling terdampak oleh informasi yang keliru tersebut adalah orang-orang seperti Dr. Emerson, yang secara rutin menggunakan obat tersebut untuk hewan, dan obat tersebut memang disahkan untuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa versi ivermectin memang dapat mengobati kutu rambut dan masalah lainnya pada manusia, formulasi lainnya (terutama dalam bentuk cairan dan pasta) lebih banyak digunakan di industri hewan ternak sebagai obat untuk mengatasi cacing dan parasit. Sekarang, masyarakat justru mencoba mendapatkan produk obat hewan tersebut untuk mengatasi virus corona.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Dampak Terjadinya Misinformasi Tentang Covid-19</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Akibat informasi salah yang beredar di masyarakat, permitaan di <a href="https://investasi.online/peluang-usaha-ternak-menguntungkan-pahami-analogi-bisnisnya/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">industri ternak</a> menjadi sulit dipenuhi. Akibatnya, terjadi kenaikan harga pada obat-obatan hewan ternak ini. Baru-baru ini, sebuah retailer obat hewan, Jeffers, menaikkan harga pasta ivermectin menjadi $6.99 per tube dari $2,99 per tube sebelumnya. Karena dipusingkan oleh orderan yang banyak, sebuah toko obat-obatan hewan ternak di las Vegas mulai menjual obat-obatan tersebut hanya kepada konsumen yang bisa membuktikan bahwa mereka memiliki/memelihara kuda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelangkaan tersebut menyebabkan sejumlah peternak dan dokter hewan beralih ke obat generik atau obat-obatan yang lebih mahal untuk hewan. Sebagian lagi beralih ke ivermectin yang sudah kadaluarsa atau diam-diam menimbun obat tersebut sebisa mungkin. Sudah banyak peternak dan dokter hewan yang mendapat peringatan akan hal ini. Yang pasti, kelangkaan obat-obatan hewan ini menjadi masalah bagi peternak, terutama yang memiliki peternakan skala besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika hewan-hewan tersebut tidak mendapatkan obat tepat waktu, maka hewan ternak seperti babi bisa saja mengalami penyakit seperti diare. Jika demikian keadaannya, maka babi tersebut harus dimusnahkan.  Kelangkaan obat-obatan hewan ternak ini menunjukkan bagaimana buruknya dampak informasi yang keliru dalam dunia nyata. Dampaknya bisa menyebar luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi yang keliru tidak hanya mempengaruhi masyarakat yang mempercayainya, namun juga mempengaruhi orang-orang yang bahkan tidak berkepentingan dengan vaksin. Buruknya, informasi yang salah tersebut juga berdampak pada hewan seperti kuda dan babi. Bulan lalu, resep ivermectin untuk formulasi pada manusia melonjak hingga lebih dari 88.000 dalam seminggu, dibanding angka dasar seesar 3.600 per minggu sebelum pandemi.</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi yang menyesatkan ini juga menyebar melalui situs-situs media sosial seperti Reddit dan <a href="https://investasi.online/tips-bisnis-melalui-facebook-dengan-sejuta-keunggulannya/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">Facebook</a>. Dalam sebuah group di Facebook, para anggotanya bahkan menyampai testimony tentang ivermectin, cara menghitung dosis, hingga efek sampingnya. Meski pihak Facebook mengaku sudah menghapus konten tentang potensi transaksi ivermectin serta segala bentuk klaim mengenai manfaat obat ini, pihak Reddit mengaku memberikan ruang diskusi secara terbuka bagi anggotanya, sepanjang tidak melanggar kebijakan Reddit.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dalam sebuah pernyataan, pihak FDA mengatakan belum menerima laporan terkait kurangnya ivermectin. Perwakilan DFA tersebut mengakui bahwa akses terhadap sediaan ivermectin untuk hewan penting bagi para peternak, petani, dan pemilik kuda untuk menjaga kesehatan hewan dan kawanannya. Informasi yang keliru tentang ivermectin sebagai obat potensial untuk Covid mulai berkembang tepat beberapa minggu setelah pandemi menyerang dunia. Penyebaran misinformasi tentang covid-19 ini harus dihentikan segera. Jika tidak, sektor peternakan akan terdampak lebih buruk lagi.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/misinformasi-tentang-covid-19-menyebar-obat-obatan-hewan-langka/" data-wpel-link="internal">Misinformasi Tentang Covid-19 Menyebar, Obat-Obatan Hewan Langka</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/misinformasi-tentang-covid-19-menyebar-obat-obatan-hewan-langka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial: Positif atau Negatif?</title>
		<link>https://investasi.online/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial-positif-atau-negatif/</link>
					<comments>https://investasi.online/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial-positif-atau-negatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendri Wijaya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2021 16:06:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berita bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://investasi.online/?p=11921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika anda mendengar berita bagus atau sedang mengerjakan rencana besar, atau sedang melakukan perjalanan bisnis, anda pasti ingin menceritakannya kepada seseorang, bukan? Jika anda membagi informasi bisnis di media sosial <a href="https://investasi.online/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial-positif-atau-negatif/" data-wpel-link="internal">....</a></p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial-positif-atau-negatif/" data-wpel-link="internal">Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial: Positif atau Negatif?</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika anda mendengar berita bagus atau sedang mengerjakan rencana besar, atau sedang melakukan perjalanan bisnis, anda pasti ingin menceritakannya kepada seseorang, bukan? Jika anda membagi informasi bisnis di media sosial atau dalam satu percakapan, kapan tindakan tersebut dianggap berguna dan kapan tidak? Jika setiap orang bekerja keras dan setiap orang bekerja mencapai sesuatu, apakah perjalanan tersebut menarik?</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut <em>48 Laws of Power</em> tulisan Robert Greene, hukum 30 adalah <em>membuatnya terlihat santai</em>. Aturan ini didasarkan pada premise untuk menyimpan kerja keras anda di belakang layar. Tidak perlu menyampaikannya. Sebaiknya, bagilah informasi ketika pekerjaannya sudah selesai, sehingga semua orang bisa melihat dan mengaguminya. Greene berpendapat bahwa jika bekerja dengan cara seperti ini, anda akan terlihat seperti manusia super, karena orang-orang hanya melihat hasil dari kerja keras anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-11922" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/04/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial.jpg" alt="" width="500" height="319" srcset="https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/04/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial.jpg 500w, https://investasi.online/wp-content/uploads/2021/04/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial-300x191.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial: Perlukah?</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Jika anda membagi informasi tentang suatu rencana sebelum membuahkan hasil, maka anda akan termotivasi untuk mencapainya. Namun, bagaimana jika anda tidak bisa mencapainya? Anda akan dipandang sebagai seseorang yang tidak bisa menepati janji. Komitmen anda saat ini menjadi bagian dari identitas, sehingga anda akan sulit merubah haluan. Meskipun anda berfikir untuk berubah fikiran, anda mungkin harus melanjutkannya untuk menyelamatkan muka.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda mengakui kelemahan anda secara terbuka, di media sosial misalnya, anda mungkin terlihat authentik, dan bisa mendapatkan cukup banyak “likes” di <a href="https://investasi.online/cara-endorse-artis-di-instagram-yang-tepat-untuk-bisnis-online-anda/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">Instagram</a>. Namun, bukankah itu justru merendahkan diri anda sebagai seorang profesional?</p>
<p style="text-align: justify;">Atau mungkin, anda ingin balas dendam kepada bekas pemasok atau bekas rekan kerja, dan memberi tahu semua orang bagaimana mereka berbuat jahat kepada anda. Namun, percakapan seperti apakah yang sedang terjadi? Daripada sibuk memikirkan langkah untuk membalas dendam, akan lebih bak anda mendiskusikan berbagai ide dan terhubung kembali secara positif.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><em><u>Loose Lips Sink Ships</u></em></h5>
<p style="text-align: justify;">Secara harfiah, bisa dikatakan bahwa ucapan yang tidak terkendali bisa menenggelamkan sebuah organisasi. Suatu waktu, seorang gadis menang di sebuah balap kuda dan mengirim gambar kemenangannya, disertai bahas kesenangan di Twitter. Masalah? Di dalam foto ternyata ada barcode yang dibutuhkan untuk mendapatkan uang hadiah. Malangnya, seseorang mengambil kesempatan. Ia kemudian men-tweet lagi dan merasa tidak percaya kalau seseorang bisa melakukan hal semacam itu. Namun, itu adalah kesalahannya dan tidak ada cara memperbaikinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Para artis Hollywood tidak pernah membagi foto undangan mereka di acara Oscar. Mereka menunggu hingga akhirnya kameramen menemukan mereka di acara tersebut. Membagi informasi bisnis di media sosial atau membocorkan informasi kecil sebelum masanya justru membuat anda tidak lagi bersinar di event besar. Terlalu banyak membagi informasi, rencana, dan tujuan mungkin terlihat menyenangkan, namun kesabaran akan jauh lebih berarti.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><u>Kapan Anda Harus Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial?</u></h5>
<p style="text-align: justify;">Jika anda sedang berjuang mencari motivasi untuk memulai atau mempertahankan sebuah proyek besar, maka membagi informasi tentang tujuan anda mungkin bermanfaat dari segi akuntabilitas. Dalam hal ini, pastikan outputnya adalah sesuatu yang masih bisa anda kontrol. Ceritanya bukanlah anda sedang mencoba mencari seorang publisher. Namun, andalah yang menyiapkan manuscript dan merasa bahagia dengan hal itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali anda memberikan tekanan yang bagus terhadap tindakan anda, maka orang lain akan memberikan tekanan yang tidak penting terhadap outcome di luar kendali anda. Lalu, kapankah anda dapat membagi informasi bisnis di media sosial?</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Ketika pendengar anda bisa berbuat sesuatu;</li>
<li>Ketika salinan pre-order tersedia, atau ada halaman <a href="https://investasi.online/aksessibilitas-web-kunci-keadilan-informasi-bagi-semua/" target="_blank" rel="noopener" data-wpel-link="internal">web</a>, video, dan wawancara yang tersedia untuk ditonton;</li>
<li>Ketika anda membutuhkan masukan untuk langkah berikutnya, setelah anda mempersempit pilihan-pilihan yang ada;</li>
<li>Ketika ada sesuatu yang bisa dilakukan seseorang, jika ia mau. Mintalah perkenalan dan dukungan secara langsung, tidak secara publik.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Artinya? Tidak ada alasan untuk membagi informasi bisnis di media sosial, karena anda tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi sesudahnya.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><strong>Kepada Siapa Harus Berbagi Informasi?</strong></h5>
<p style="text-align: justify;">Ada kalanya anda memang merasa perlu berbagi dengan seseorang. Jika demikian, maka bagilah informasi kepada teman terdekat atau kelompok khusus. Cari orang yang memegang nilai-nilai yang sama dan hadapi kendala secara bersama-sama. Lakukan perkenalan, belajar dari pengalaman satu sama lain, dan pertanggungjawabkan hasilnya secara bersama-sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanggapan dan opini berada di luar kendali anda dan audiens anda mungkin bukan orang yang tepat. Bagilah informasi kepada orang yang menjadi bagian dari rencana tersebut atau jika dirasa cocok. Bagikan informasi di saat yang tepat, tidak tergesa-gesa. Pastikan langkah besar anda berada di jalan yang tepat. Latih kesabaran untuk tidak tergesa-gesa, dan anda akan tahu kapan waktu yang tepat untuk membagi informasi tentang bisnis di media sosial. Rencana yang masih mentah sebaiknya disimpan, setidaknya hingga kontrak kerjasama ditandatangani.</p>
<p>The post <a href="https://investasi.online/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial-positif-atau-negatif/" data-wpel-link="internal">Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial: Positif atau Negatif?</a> appeared first on <a href="https://investasi.online" data-wpel-link="internal">Investasi Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://investasi.online/membagi-informasi-bisnis-di-media-sosial-positif-atau-negatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
