4 Hari Kerja dalam Seminggu. Benarkah Menguntungkan? – Part 1

XM broker promo bonus

Apakah anda mendengar berita terbaru tentang trend di tempat kerja? Rumornya adalah bahwa sejumlah perusahaan di Amerika dan Selandia Baru mulai memberlakukan sistem 4 hari kerja dalam seminggu. Bahkan kabarnya, Trade Union Congress (TUC) menghimbau pemerintah agar para pelaku usaha memberlakukan jam kerja yang lebih pendek tanpa mengurangi gaji. Mungkin anda bertanya-tanya:

Bagaimana mungkin perusahaan bersedia menerapkan sistem baru yang memungkinkan karyawan lebih banyak libur?

Bagaimana mungkin para pemilik usaha membiarkan karyawannya bekerja hanya 4 hari dalam seminggu?

Tidakkah hal itu merugikan perusahaan?

4 hari kerja dalam seminggu

Berterima kasihlah kepada rekan kerja robot anda. Seperti dilaporkan dalam sebuah artikel blog beberapa waktu lalu, perkembangan teknologi memungkinkan bagi karyawan untuk menyelesaikan tugas yang sama banyaknya dalam waktu yang lebih singkat. Dengan waktu kerja yang lebih pendek, mereka masih bisa memastikan dukungan penuh bagi konsumen.

4 Hari Kerja Dalam Seminggu: Peran Teknologi AI?

Para pakar ekonomi percaya bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI) akan menyebabkan disrupsi di semua industri di seluruh dunia. Teknologi ini juga akan mempengaruhi bagaimana kita bekerja. Akibat pandemi, kita tentunya sudah melihat bagaimana jam kerja diatur fleksibel dan bekerja dari jarak jauh. Tidak tertutup kemungkinan jika sistem 4 hari kerja dalam seminggu akan berlaku secara luas. Faktanya, hadirnya teknologi-teknologi baru yang memudahkan pekerjaan rutin mau tidak mau akan mempengaruhi kebutuhan sumber daya manusia di tempat kerja.

Sejumlah  perusahaan, seperti Perpetual Guardian asal Selandia Baru, dilaporkan telah mengakui manfaat dari sistem 4 hari kerja dalam seminggu ini. Sistem ini tidak hanya meningkatkan kepuasan karyawan, komitmen dan tim kerja, namun juga dilaporkan dapat mengurangi tingkat sress. Bahkan, pengurangan hari kerja menjadi 4 hari dalam seminggu tidak mempengaruhi produktivitas dan output perusahaan.

Baca Juga:   Cara Memilih Web Hosting Terbaik untuk Pebisnis Online Indonesia

4 Hari Kerja Dalam Seminggu: Definisi dan Keuntungannya

Anda tentunya mengenal seseorang yang bekerja pada jam kerja tertentu, atau bekerja full-time selama 35 jam, selama 4 hari dalam seminggu. Sistem ini sebenarnya bukan memadatkan jam kerja menjadi 4 hari, namun memang mengurangi total jam kerja. Artinya, perusahaan bekerja sekitar 28 jam selama 4 hari, dan memiliki 3 hari weekend. Sistem 4 hari kerja dalam seminggu mungkin terdengar seperti ide yang radikal. Namun, sadar atau tidak, jam kerja yang berlaku di dunia terus-menerus mengalami pengurangan sejak akhir abad ke-19.

Di Tahun 1890, pemerintah Amerika Serikat memperkirakan bahwa karyawan full-time -rata di sebuah pabrik manufaktur bekerja rata-rata 100 jam seminggu. Di pertengahan abad ke-20, karyawan pabrik hanya bekerja 40 jam seminggu. Jadi, ide untuk mengurangi jam kerja menjadi 28 jam seminggu tidaklah mustahil. Konsep ini memang relatif baru. Kemunculannya dipicu oleh perkembangan terbaru di dunia teknologi.

Namun, sejumlah perusahaan mulai tertarik dengan ide ini, karena diyakini memberikan keuntungan yang menjanjikan, baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan, antara lain:

Peningkatan Produktivitas

Sebuah penelitian mendalam tentang hubungan dan produktivitas yang dilakukan Sanford University menemukan kaitan yang jelas antara kedua faktor tersebut. Karyawan yang bekerja terlalu lama sebenarnya tidak lebih produktif daripada karyawan yang bekerja dalam jam kerja normal.

Sebuah perusahaan asal Selandia Baru, Perpetual Guardian, melakukan sebuah studi ujicoba terhadap penerapan sistem 4 hari kerja dalam seminggu ini. Ternyata, produktivitas karyawan tidak hanya meningkat, namun juga menunjukkan peningkatan kepuasan kerja, kerja sama tim, keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan, serta loyalitas yang lebih baik kepada perusahaan. Karyawan juga melaporkan penurunan tingkat stress dari 45% menjadi 38%.

Baca Juga:   Daftar Bisnis Sampingan Bagi Mahasiswa yang Cocok Dijadikan Pilihan

Sebenarnya, hasil dari penelitian ini tidak begitu mengejutkan, mengingat sejumlah negara paling produktif, sepertu Jerman, Denmark, Norwegia, dan Belanda, memang telah memberlakukan jam kerja rata-rata 27 jam per minggu, atau setara dengan usulan 4 hari kerja dalam seminggu. Sebaliknya, Jepang (sebuah negara yang dikenal memiliki jam kerja yang panjang) berada di peringkat 20 dari 35 negara dalam hal produktivitas.

Lingkungan Kerja Yang Adil

Sebuah studi tentang perbedaan tingkat gaji berdasarkan gender, dari Government Equalities Offices, menunjukkan bahwa hampir dua juta orang Inggris saat ini tidak bekerja karena tanggung jawab untuk mengasuh anak, dan 89% di antaranya adalah wanita. Sistem 4 hari kerjam dalam seminggu diyakini dapat mendorong terciptanya lingkungan kerja yang adil, karena karyawan bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga maupun aktivitas sosial kemasyarakatan.

Selain itu, sistem 4 hari kerja dalam seminggu diyakini mempengaruhi kebahagiaan karyawan, karena peluang stress menjadi lebih kecil. Mereka memiliki lebih banyak waktu untuk istirahat dan memulihkan energi. Alhasil, mereka bisa menyiapkan jiwa dan raga untuk mengerjakan tugas-tugas baru.

Lalu, apalagi manfaat dari sistem kerja baru ini? Apa pula kelemahannya? Tidak selamanya sistem baru menguntungkan, bukan? Dapatkan penjelasan lebih rinci pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment