Strategi Bisnis Real Estate Sebelum, Saat, dan Setelah Sewa-Menyewa

Jika anda seorang pemilik real estate komersil, maka ada banyak hal yang harus anda pahami, mulai dari hal besar hingga hal-hal kecil, seperti pentingnya ketersediaan listrik dan gas bagi penghuninya. Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap properti yang anda memiliki selalu mendapatkan listrik dan air secara aman. Artinya, jika jaringan listrik dan air menjadi bagian dari biaya sewa, maka anda sebagai pemilik real estate bertanggung jawab memastikan bahwa perlengkapan tersebut dalam keadaan, baik aman, dan berfungsi dengan baik. Ini adalah suatu strategi bisnis real estate yang kerap diabaikan para pemilik properti real estate komersil.

Strategi Bisnis Real Estate: Sebelum Penyewa Masuk

Namun, perlu diingat bahwa begitu penyewa menempati real estate, maka merekalah yang bertanggung jawab atas peralatan yang mereka beli atau mereka pasang. Menurut hukum, properti komersil diharuskan untuk memiliki mekanisme keamanan yang memadai untuk mendeteksi dan memberi peringatan kepada penyewa jika terjadi bahaya, terutama kebakaran. Sesuai dengan tipe propertinya, alarm asap mestinya dipasang di setiap ruangan, dan di setiap lantai properti tersebut.

strategi bisnis real estate

Semua instalasi di properti anda harus dicek sebelum ditinggalkan. Properti tersebut juga harus diinspeksi secara rutin oleh petugas dari perusahaan listrik yang resmi, setidaknya sekali lima tahun. Hal yang sama juga berlaku untuk instalasi air, baik air dingin maupun air panas. Pemeriksaan secara rutin akan menunjukkan apakah propertu anda cukup efisien atau tidak dalam mengkonsumsi energi. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, ceklist efisiensi konsumsi sumber daya biasanya diberi nilai, mulai dari A hingga G, di mana nilai A diberikan untuk properti paling efisien dan nilai G untuk properti paling boros.

Baca Juga:   Diversifikasi Investasi Real Estate di Tengah Pandemi Covid-19

Jika perlu, hasil penilaian tersebut dapat anda pajang di salah satu dinding bangunan, jika properti anda memiliki luas total lantai yang digunakan lebih dari 500 meter kuadrat dan jika bangunan tersebut sering dikunjungi banyak orang. Setidaknya itulah beberapa strategi bisnis real estate yang harus anda ketahui sebelum real estate anda disewa oleh orang lain. Pastikan pasokan dan instalasi energi dalam keadaan cukup dan aman.

Strategi Bisnis Real Estate: Setelah Penyewa Masuk

Nah, setelah real estate anda dihuni atau disewa orang lain, maka akan ada tanggung jawab kedua belah pihak, yakni anda sebagai pemilik real estate, dan penyewa. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin akan berkaitan dengan strategi bisnis real estate anda:

  • Siapa yang bertanggung jawab membayar tagihan bulanan? Kecuali dinyatakan dalam surat perjanjian sewa-menyewa, penyewa biasanya bertanggung jawab membayar tagihan listrik dan air bulanan. Namun, begitu penyewa pindah, maka anda sebagai pemilik real estate akan mengambil-alih tanggung jawab tersebut. Jika mau, anda sebenarnya bisa memasukkan tagihan listrik dan air bulanan ke dalam biaya sewa real estate, dengan nilai sesuai penggunaannya masing-masing. Jika anda memiliki beberapa unit asset dan beberapa penyewa di satu bangunan, maka anda bisa menagih biaya air dan listrik berdasarkan luas lantai yang mereka gunakan.
  • Bisakah penyewa menetapkan pemasok energi yang akan digunakan? Jika penyewa membayar sendiri tagihan bulannya, sebenarnya mereka bebas memilih pemasok (jikalau di daerah anda ada lebih dari satu pemasok listrik dan air). Namun di Indonesia, pemasok listrik biasanya hanyalah PLN, kecuali jika terdapat pemasok listrik swasta. Demikian juga dengan air, yang hanya disediakan oleh perusahaan air minum. Namun, jika anda sebagai pemilik real estate yang membayar tagihan setiap bulannya, maka keputusannya ada di tangan anda. Jika mereka ingin berganti pemasok, maka penyewa harus bicara dulu dengan anda.
  • Bagaimana dengan meteran yang digunakan? Sekali lagi, jika penyewa membayar sendiri tagihan setiap bulan, mereka bisa memilih meteran energi skala bisnis. Meteran energi dimaksud adalah ukuran jumlah energi yang digunakan, terutama untuk sebuah badan usaha. Meteran ini membantu untuk memastikan bahwa tagihan sudah akurat dan tidak hanya berdasarkan estimasi. Dengan demikian, penyewa benar-benar membayar sesuai jumlah pemakaian.
Baca Juga:   Pengaruh Pandemi Terhadap Real Estate: Prediksi vs Realisasi

Strategi Bisnis Real Estate: Setelah Penyewa Pindah

Setelah seorang penyewa pindah, maka selanjutnya anda bertanggung jawab membayar semua tagihan bulanan, hingga penyewa berikutnya masuk. Dalam strategi bisnis real estate, seorang pemilik real estate harus memastikan bahwa semua meteran dimatikan saat bangunan tidak digunakan untuk mencegah pemborosan energi. Sebaiknya, catatlah angka meteran di awal (ketika penyewa masuk) dan di akhir (saat penyewa pindah).

Mungkin muncul suatu pertanyaan, “Bagaimana jika penyewa tidak membayar tagihan bulanan?” Jika penyewa bertanggung jawab membayar tagihan energi (listrik dan air) setiap bulanannya, anda sebagai pemilik real estate tidak semestinya bertanggung jawab jika penyewa pindah tanpa membayar tagihannya. Jadi, anda harus menghubungi pemasok energi dan menjelaskan apa yang terjadi. Berikan data meteran terbaru. Jika anda memiliki alamat penyewa, berikan kepada pemasok energi.

Namun, jika tagihan energi terdaftar atas nama anda, dan anda menagih ulang ke penyewa setiap bulan, maka mungkin andalah yang harus bertanggung jawab atas tagihan yang belum dibayar. Jadi, pastikan semuanya dituangkan dalam surat perjanjian di awal kontrak. Dengan demikian, anda bisa meminimalisir masalah atau kesalahpahaman begitu kontrak (sewa-menyewa) berakhir nantinya.

Tagged With :

Leave a Comment