Misinformasi Tentang Covid-19 Menyebar, Obat-Obatan Hewan Langka

XM broker promo bonus

Para dokter hewan, peternak, dan petani mengaku mengalami masa-masa sulit karena dampak dari meningkatnya permintaan terhadap obat cacing ivermectin. Bahkan, Emerson Animal Hospital dikabarkan mulai kehabisan ivermectin. Hal ini terjadi karena beredarnya misinformasi tentang covid-19 di masyarakat. Selama beberapa bulan terakhir, pusat veteriner bernama Miss di West Point juga mengalami penipisan stock obat cacing ini. Di awal tahun, lembaga ini menggunakan 1 botol ivermectin kemasan 500 mililiter, yang digunakan untuk membunuh parasit pada anjing, ayam, dan hewan lainnya. Setelah habis, mereka tidak lagi menemukan kemasan yang sama, melainkan hanya kemasan 50 mililiter. Jawabannya sama: habis.

Dr. Emerson mulai menggunakan obat untuk ular dan hewan beracun lainnya. Ia tidak lagi memiliki obat cacing lain untuk hewan-hewan tersebut. Akibatnya, pemilik hewan seperti anjing harus membayar lebih untuk obat pengganti yang harganya bisa mencapai tujuh kali lipat. Dr. Emerson sesungguhnya merasa kaget dengan langkanya ivermectin, karena sebelumnya persediaan obat ini sangat banyak. Namun, akhirnya ia tersadar ketika banyak orang yang datang ke kliniknya mencari ivermectin untuk mengobati covid-19.

misinformasi tentang covid-19

Misinformasi Tentang Covid-19 dan Kelangkaan Ivermectin

Selama lebih dari 1 tahun, terdapat misinformasi tentang covid-19 yang diyakini sebagian orang bisa diobati dengan ivermectin. Informasi yang keliru ini menyebar luas di media sosial, podcast, hingga talkshow di radio. Bahkan, sekalipun Food and Drug Administration telah menyatakan bahwa ivermectin tidak disahkan untuk mengobati Covid-19 dan bahkan melarang penggunaannya, sejumlah awak media yang menyatakan keraguan terhadap vaksin virus corona justru mempromosikan ivermectin untuk mengatasi covid-19.

Karena informasi yang tidak akurat tersebut, banyak orang yang menggunakan formulasi tertentu secara berlebihan. Hal ini menimbulkan masalah bagi rumah sakit dan dokter-dokter praktek. Namun, orang-orang yang paling terdampak oleh informasi yang keliru tersebut adalah orang-orang seperti Dr. Emerson, yang secara rutin menggunakan obat tersebut untuk hewan, dan obat tersebut memang disahkan untuk itu.

Baca Juga:   Belanja Kebutuhan Sekolah Tahun ini: Apa Yang Dicari Orang Tua?

Beberapa versi ivermectin memang dapat mengobati kutu rambut dan masalah lainnya pada manusia, formulasi lainnya (terutama dalam bentuk cairan dan pasta) lebih banyak digunakan di industri hewan ternak sebagai obat untuk mengatasi cacing dan parasit. Sekarang, masyarakat justru mencoba mendapatkan produk obat hewan tersebut untuk mengatasi virus corona.

Dampak Terjadinya Misinformasi Tentang Covid-19

Akibat informasi salah yang beredar di masyarakat, permitaan di industri ternak menjadi sulit dipenuhi. Akibatnya, terjadi kenaikan harga pada obat-obatan hewan ternak ini. Baru-baru ini, sebuah retailer obat hewan, Jeffers, menaikkan harga pasta ivermectin menjadi $6.99 per tube dari $2,99 per tube sebelumnya. Karena dipusingkan oleh orderan yang banyak, sebuah toko obat-obatan hewan ternak di las Vegas mulai menjual obat-obatan tersebut hanya kepada konsumen yang bisa membuktikan bahwa mereka memiliki/memelihara kuda.

Kelangkaan tersebut menyebabkan sejumlah peternak dan dokter hewan beralih ke obat generik atau obat-obatan yang lebih mahal untuk hewan. Sebagian lagi beralih ke ivermectin yang sudah kadaluarsa atau diam-diam menimbun obat tersebut sebisa mungkin. Sudah banyak peternak dan dokter hewan yang mendapat peringatan akan hal ini. Yang pasti, kelangkaan obat-obatan hewan ini menjadi masalah bagi peternak, terutama yang memiliki peternakan skala besar.

Jika hewan-hewan tersebut tidak mendapatkan obat tepat waktu, maka hewan ternak seperti babi bisa saja mengalami penyakit seperti diare. Jika demikian keadaannya, maka babi tersebut harus dimusnahkan.  Kelangkaan obat-obatan hewan ternak ini menunjukkan bagaimana buruknya dampak informasi yang keliru dalam dunia nyata. Dampaknya bisa menyebar luas.

Informasi yang keliru tidak hanya mempengaruhi masyarakat yang mempercayainya, namun juga mempengaruhi orang-orang yang bahkan tidak berkepentingan dengan vaksin. Buruknya, informasi yang salah tersebut juga berdampak pada hewan seperti kuda dan babi. Bulan lalu, resep ivermectin untuk formulasi pada manusia melonjak hingga lebih dari 88.000 dalam seminggu, dibanding angka dasar seesar 3.600 per minggu sebelum pandemi.

Baca Juga:   Kerjasama ARM dan Nvidia: Apa Maknanya bagi Trend Teknologi?

Informasi yang menyesatkan ini juga menyebar melalui situs-situs media sosial seperti Reddit dan Facebook. Dalam sebuah group di Facebook, para anggotanya bahkan menyampai testimony tentang ivermectin, cara menghitung dosis, hingga efek sampingnya. Meski pihak Facebook mengaku sudah menghapus konten tentang potensi transaksi ivermectin serta segala bentuk klaim mengenai manfaat obat ini, pihak Reddit mengaku memberikan ruang diskusi secara terbuka bagi anggotanya, sepanjang tidak melanggar kebijakan Reddit.

Namun, dalam sebuah pernyataan, pihak FDA mengatakan belum menerima laporan terkait kurangnya ivermectin. Perwakilan DFA tersebut mengakui bahwa akses terhadap sediaan ivermectin untuk hewan penting bagi para peternak, petani, dan pemilik kuda untuk menjaga kesehatan hewan dan kawanannya. Informasi yang keliru tentang ivermectin sebagai obat potensial untuk Covid mulai berkembang tepat beberapa minggu setelah pandemi menyerang dunia. Penyebaran misinformasi tentang covid-19 ini harus dihentikan segera. Jika tidak, sektor peternakan akan terdampak lebih buruk lagi.

Tagged With :

Leave a Comment