Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial: Positif atau Negatif?

Ketika anda mendengar berita bagus atau sedang mengerjakan rencana besar, atau sedang melakukan perjalanan bisnis, anda pasti ingin menceritakannya kepada seseorang, bukan? Jika anda membagi informasi bisnis di media sosial atau dalam satu percakapan, kapan tindakan tersebut dianggap berguna dan kapan tidak? Jika setiap orang bekerja keras dan setiap orang bekerja mencapai sesuatu, apakah perjalanan tersebut menarik?

Menurut 48 Laws of Power tulisan Robert Greene, hukum 30 adalah membuatnya terlihat santai. Aturan ini didasarkan pada premise untuk menyimpan kerja keras anda di belakang layar. Tidak perlu menyampaikannya. Sebaiknya, bagilah informasi ketika pekerjaannya sudah selesai, sehingga semua orang bisa melihat dan mengaguminya. Greene berpendapat bahwa jika bekerja dengan cara seperti ini, anda akan terlihat seperti manusia super, karena orang-orang hanya melihat hasil dari kerja keras anda.

Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial: Perlukah?

Jika anda membagi informasi tentang suatu rencana sebelum membuahkan hasil, maka anda akan termotivasi untuk mencapainya. Namun, bagaimana jika anda tidak bisa mencapainya? Anda akan dipandang sebagai seseorang yang tidak bisa menepati janji. Komitmen anda saat ini menjadi bagian dari identitas, sehingga anda akan sulit merubah haluan. Meskipun anda berfikir untuk berubah fikiran, anda mungkin harus melanjutkannya untuk menyelamatkan muka.

Jika anda mengakui kelemahan anda secara terbuka, di media sosial misalnya, anda mungkin terlihat authentik, dan bisa mendapatkan cukup banyak “likes” di Instagram. Namun, bukankah itu justru merendahkan diri anda sebagai seorang profesional?

Atau mungkin, anda ingin balas dendam kepada bekas pemasok atau bekas rekan kerja, dan memberi tahu semua orang bagaimana mereka berbuat jahat kepada anda. Namun, percakapan seperti apakah yang sedang terjadi? Daripada sibuk memikirkan langkah untuk membalas dendam, akan lebih bak anda mendiskusikan berbagai ide dan terhubung kembali secara positif.

Loose Lips Sink Ships

Secara harfiah, bisa dikatakan bahwa ucapan yang tidak terkendali bisa menenggelamkan sebuah organisasi. Suatu waktu, seorang gadis menang di sebuah balap kuda dan mengirim gambar kemenangannya, disertai bahas kesenangan di Twitter. Masalah? Di dalam foto ternyata ada barcode yang dibutuhkan untuk mendapatkan uang hadiah. Malangnya, seseorang mengambil kesempatan. Ia kemudian men-tweet lagi dan merasa tidak percaya kalau seseorang bisa melakukan hal semacam itu. Namun, itu adalah kesalahannya dan tidak ada cara memperbaikinya.

Para artis Hollywood tidak pernah membagi foto undangan mereka di acara Oscar. Mereka menunggu hingga akhirnya kameramen menemukan mereka di acara tersebut. Membagi informasi bisnis di media sosial atau membocorkan informasi kecil sebelum masanya justru membuat anda tidak lagi bersinar di event besar. Terlalu banyak membagi informasi, rencana, dan tujuan mungkin terlihat menyenangkan, namun kesabaran akan jauh lebih berarti.

Kapan Anda Harus Membagi Informasi Bisnis di Media Sosial?

Jika anda sedang berjuang mencari motivasi untuk memulai atau mempertahankan sebuah proyek besar, maka membagi informasi tentang tujuan anda mungkin bermanfaat dari segi akuntabilitas. Dalam hal ini, pastikan outputnya adalah sesuatu yang masih bisa anda kontrol. Ceritanya bukanlah anda sedang mencoba mencari seorang publisher. Namun, andalah yang menyiapkan manuscript dan merasa bahagia dengan hal itu.

Sekali anda memberikan tekanan yang bagus terhadap tindakan anda, maka orang lain akan memberikan tekanan yang tidak penting terhadap outcome di luar kendali anda. Lalu, kapankah anda dapat membagi informasi bisnis di media sosial?

  • Ketika pendengar anda bisa berbuat sesuatu;
  • Ketika salinan pre-order tersedia, atau ada halaman web, video, dan wawancara yang tersedia untuk ditonton;
  • Ketika anda membutuhkan masukan untuk langkah berikutnya, setelah anda mempersempit pilihan-pilihan yang ada;
  • Ketika ada sesuatu yang bisa dilakukan seseorang, jika ia mau. Mintalah perkenalan dan dukungan secara langsung, tidak secara publik.

Artinya? Tidak ada alasan untuk membagi informasi bisnis di media sosial, karena anda tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi sesudahnya.

Kepada Siapa Harus Berbagi Informasi?

Ada kalanya anda memang merasa perlu berbagi dengan seseorang. Jika demikian, maka bagilah informasi kepada teman terdekat atau kelompok khusus. Cari orang yang memegang nilai-nilai yang sama dan hadapi kendala secara bersama-sama. Lakukan perkenalan, belajar dari pengalaman satu sama lain, dan pertanggungjawabkan hasilnya secara bersama-sama.

Tanggapan dan opini berada di luar kendali anda dan audiens anda mungkin bukan orang yang tepat. Bagilah informasi kepada orang yang menjadi bagian dari rencana tersebut atau jika dirasa cocok. Bagikan informasi di saat yang tepat, tidak tergesa-gesa. Pastikan langkah besar anda berada di jalan yang tepat. Latih kesabaran untuk tidak tergesa-gesa, dan anda akan tahu kapan waktu yang tepat untuk membagi informasi tentang bisnis di media sosial. Rencana yang masih mentah sebaiknya disimpan, setidaknya hingga kontrak kerjasama ditandatangani.

Tagged With :

Leave a Comment