Stategi Untuk Mendapatkan Karyawan: Apa Yang Berubah? – Part 1

Jutaan orang kehilangan pekerjaan pada Tahun 2020 ketika Covid-19 menghantam Amerika Serikat. Sekitar satu tahun kemudian (di tengah pemulihan perekonomian), banyak perusahaan yang kesulitan mendapatkan pekerjanya kembali. Pihak perusahaan menggunakan sejumlah stategi untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas, seperti kenaikan gaji dan fleksibilitas kerja. Sebagian juga menawarkan biaya kuliah gratis dan tunjangan perawatan anak.

Sementara itu, banyak karyawan yang keluar dari pekerjaannya, sehingga muncul sebuah gelombang yang disebt Great Resignation. Sebuah laporan dari platform pencarian kerja, yakni Joblist, menemukan bahwa 73% pekerja yang ada saat ini justru sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaan.

stategi untuk mendapatkan karyawan

Stategi Untuk Mendapatkan Karyawan: Beberapa Trend Yang berkembang

Jika anda berhenti dari pekerjaan atau sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaan, perlu diingat bahwa situasi melamar pekerjaan berbeda jauh saat ini dibanding beberapa tahun yang lalu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat menurut para ahli:

Lingkungan Kerja Saat ini Lebih Fleksibel

Pada bulan Maret 2020, lingkungan kerja berubah selama-lamanya. Di seluruh dunia, perusahaan terpaksa untuk memperkenalkan sistem kerja jarak jauh hanya dalam beberapa hari dan menemukan beberapa cara untuk berkomunikasi. Para karyawan harus menemukan bagaimana cara untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, sementara rumah sudah semakin banyak difungsikan sebagai kantor.

Namun saat ini, banyak pekerja sudah terbiasa dengan lingkungan kerja yang fleksibel, dan mereka tidak ingin kehilangan fleksibilitas tersebut, sekalipun pada awalnya mereka bekerja di kantor. Saat ini, para kandidat bahkan memiliki lebih banyak peluang untuk negosiasi gaji dan tunjangan, serta lingkungan kerja yang mereka inginkan sebelum menandatangani kontrak kerja.

Meskipun lapangan kerja yang tersedia tidak secara khusus menyebutkan bahwa pekerjaannya bisa dikerjakan dari jarak jauh atau dengan sistem hybrid (artinya, kadang-kadang di kantor dan kadang-kadang di rumah), selalu ada ruang untuk bertanya. Banyak perusahaan bekerja keras untuk mendapatkan karyawan untuk mengisi beberapa lowongan tertentu, ruang lingkup survey yang dilakukan semakin diperluan. Survey ini menemukan bahwa jika anda ingin bekerja jarak jauh pada satu posisi tertentu yang tidak secara khusus menyatakan bahwa pekerjaan itu bisa dilakukan dari rumah, tetap ada kemungkinan kalau pekerjaan tersebut dilakukan dari jarak jauh.

Meskipun para pencari kerja tidak mesti memuat alamat lengkap dalam resume, tetap ada manfaatnya jika anda memuat lokasi tempat tinggal saat mengajukan lapangan pekerjaan di satu kota atau daerah yang sama. Meskipun banyak perusahaan yang saat ini lebih terbuka terhadap posisi-posisi yang terbuka dan mempekerjakan kandidat dari seluruh daerah dibanding sebelum masa pandemi, menunjukkan jarak tempat tinggal dari kantor adalah informasi yang bermanfaat bagi pihak perusahaan.

Kewajiban Vaksinasi dan Pengujian Bervariasi

Pada bulan September, Pemerintah Amerika Serikat mengembangkan suatu aturan yang mengharuskan seluruh perusahaan yang memiliki lebih dari 100 pekerja untuk mengharuskan karyawannya menjalani vaksinasi dan menjalani test Covid-19 mingguan. Hal ini menjadi bagian dari stategi untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas dan sehat. Reaksinya cukup luas, dan kemungkinan akan terjadi sejumlah tuntutan hukum atas aturan tersebut. Namun, tetap banyak perusahaan yang menjalankannya, seperti perusahaan penerbangan.

Elaine Lou Cartas, seorang coach bidang karir dan bisnis, mengaku bahwa ia memiliki banyak klien yang merupakan wanita kulit hitam dan klien dengan rumah tangga lintas-generasi. Artinya, mereka memiliki orang tua atau bahkan cucu di rumah. Orang-orang ini tentunya ikut mempengaruhi keputusan mereka dalam memilih pekerjaan.

Ia merekomendasikan klien untuk meminta protokol yang diberlakukan perusahaan selama wawancara dengan calon pemberi kerja. Para pencari kerja juga harus terbuka dengan apa yang mereka inginkan dari calon pemberi kerja. Misalnya, ia meminta klien untuk menjelaskan bahwa mereka tinggal di rumah tangga dan memiliki orang tua yang berusia di atas 65 tahun. Jadi, tidak ada salahnya jika para kandidat menanyakan sistem kerja yang berlaku di perusahaan.

Semestinya, tidak ada pertanyaan tentang keamanan dan kenyamanan terkait stategi untuk mendapatkan karyawan. Tanyakan semua yang ingin anda tanyakan. Semestinya, tidak ada sikap “tunggu dan lihat. Namun, tanyakanlah secara langsung. Selain itu, ada  juga pembicaraan tentang apakah anda perlu mencantumkan informasi tentang status vaksinasi di resume. Hasil jajak pendapat lebih merekomendasikan TIDAK,  karena sebenarnya hal itu tidak diharapkan dari anda. Hal itu juga bisa didiskusikan secara face to face atau percakapan melalui telepon, jika diperlukan.

Secara umum, mesti diakui bahwa sudah terjadi perubahan yang signifikan pada lingkungan kerja secara umum. Perubahan ini tentunya mempengaruhi stategi untuk mendapatkan karyawan yang digunakan oleh perusahaan. Perubahan paling signifikan adalah adanya lingkungan kerja yang lebih fleksibel serta keharusan vaksinasi yang masih bervariasi di banyak perusahaan. Di banyak kondisi, kewajiban ini masih diterima secara beragam, dan bahkan diwarnai penolakan. Dapatkan pembahasan lebih lanjut tentang stategi untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment