Mengungkap Mitos dan Fakta tentang Reksa Dana

XM broker promo bonus

Banyak orang merasa segan untuk berinvestasi bukan karena mereka tak punya modal, melainkan karena belum mengenal seluk-beluk aset investasi. Reksa dana sebagai salah satu aset investasi paling sederhana saja selama ini banyak dibayangi oleh mitos yang tidak benar.

Mengungkap Mitos dan Fakta tentang Reksa Dana

Sebutlah misalnya anggapan bahwa modal investasi reksa dana itu harus berjumlah besar. Atau tudingan bahwa investasi reksa dana itu rawan scam. Bagaimana kebenarannya? Berikut ini sekilas ulasan sejumlah mitos keliru tentang reksa dana beserta fakta-faktanya.

  • Investasi reksa dana butuh modal besar.

Investasi reksa dana beberapa puluh tahun lalu memang membutuhkan modal hingga jutaan rupiah. Tapi sudah ada perubahan besar seiring dengan kemajuan teknologi.

Faktanya, sekarang banyak sekali manajer investasi yang membuka peluang investasi reksa dana dengan setoran modal minimal hanya Rp10 ribu saja! Jumlah tersebut menjadikan reksa dana sebagai salah satu investasi paling terjangkau bagi masyarakat bergaji pas-pasan.

  • Pendaftaran reksa dana sangat rumit.

Inovasi teknologi bukan hanya menurunkan syarat modal investasi awal reksa dana, melainkan juga telah menyederhanakan prosedur berinvestasi. Dahulu, kita harus mendatangi kantor bank atau kantor manajer investasi agar dapat membeli subskripsi reksa dana. Sekarang, kita cukup mengunduh aplikasi atau membuka situs web untuk membuat akun dan sudah bisa investasi online.

  • Investasi reksa dana kena pajak.

Mitos yang satu ini amatlah sesat. Faktanya, pendapatan kita dari investasi reksa dana tidak termasuk objek pajak.

Mengapa bisa demikian? Reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi akan dialokasikan ke aset-aset seperti saham, obligasi, dan deposito. Nah, manajer investasi telah membayar pajak dalam proses alokasi tersebut. Inilah alasannya mengapa reksa dana tidak kena pajak.

  • Reksa dana mengandung risiko tinggi.
Baca Juga:   Investasi untuk Anak Muda yang Bisa Bikin Kaya

Perlu diketahui bahwa reksa dana memiliki banyak jenis. Setiap jenis reksa dana memiliki risiko berbeda-beda tergantung pada gaya pengelolaan manajer investasi dan alokasi asetnya.

Apabila Anda termasuk orang yang tidak mau menanggung risiko tinggi, maka pilihlah jenis reksa dana pasar uang yang hampir tidak mungkin menjadi negatif. Jika mampu menanggung risiko moderat, pilihlah reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran. Sedangkan jenis reksa dana saham memang berisiko tinggi dan Anda bisa kehilangan sebagian besar modal di dalamnya.

  • Investasi reksa dana tidak aman.

Reksadana adalah produk investasi resmi yang resmi, legal, tercatat, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Asalkan Anda memilih manajer investasi atau agen penjual reksa dana (APERD) yang sudah berizin OJK, maka modal Anda aman secara hukum.

Nah, apakah keraguan Anda tentang reksa dana sudah terjawab? Bilamana masih merasa ragu, ada baiknya juga mencari buku-buku seputar reksa dana sebagai referensi tambahan. Memang lebih bijak menggali ilmu tentang suatu bidang sebelum terjun di dalamnya.

Tagged With :

Leave a Comment