9 Situs P2P Lending Indonesia Terbaik dan Terpercaya yang terdaftar OJK

Internet di zaman sekarang ini dapat dikatakan menjadi salah satu kebutuhan primer. Bayangkan saja hampir semua hal dapat kita lakukan dengan piranti canggih tersebut, salah satunya transaksi barang dan jasa. Selain itu investasi pun dapat dilakukan dengan online, misalnya investasi online peer to peer lending atau P2P lending.

Secara umum arti dari peer to peer lending adalah platform digital yang menjadi perantara pertemuan antara pemberi pinjaman atau investor yang menginginkan imbal hasil yang signifikan dan pihak yang memerlukan pinjaman, misalnya pengusaha kecil dan menengah. Bila ingin tahu lebih banyak tentang investasi tersebut, atau berniat untuk mendapatkan kucuran dana dari system itu, simak ulasan berikut.

Rekomendasi situs terpercaya penyedia platform peer to peer lending

9 Situs P2P Lending Indonesia Terbaik dan Terpercaya yang terdaftar OJK

Di tanah air sendiri sudah berdiri sekitar 120 perusahaan peer to peer lending dan sebagian telah teregulasi di OJK. Inilah rekomendasinya untuk Anda.

1. KoinWorks

Platform yang satu ini menawarkan sarana investasi dengan bunga kompetitif mulai dari 18% per tahun sesuai resiko pinjaman. Sebelum menyalurkan dana investasi staf perusahaan akan menyeleksi profil calon peminjam. Dana investor bisa masuk dalam kategori E dengan bunga tertinggi karena resikonya yang juga besar.

Keunggulan perusahaan ini adalah dilengkapi dana proteksi untuk meminimalkan dampak kerugian untuk investor. Sebagai pendana Anda bisa memilih hendak membiayai pada sector apa saja, contohnya bisnis, kesehatan, hingga pendidikan. Dana untuk investasi adalah mulai 100 ribu ditambah dana atas transaksi investasi dengan jumlah sesuai ketentuan.

Anda bisa menjadi investor asal memiliki dana simpanan dan sudah berusia 18 tahun. Setiap bulan bunga dapat ditarik sementara dana pokok dapat diambil kapan saja.

2. Amartha

Return yang dijanjikan oleh start up yang satu ini mencapai 17.5% per tahun setelah sebelumnya Anda menyetor dana awal untuk menjadi investor sebesar 3 juta rupiah. Perusahaan ini berkonsentrasi pada pendanaan untuk UKM. Amartha juga menjalin program kerja sama dengan lembaga penjaminan kredit serta asuransi sebagai proteksi investor dari resiko default (gagal bayar). Dengan demikian investor wajib membayar dana tambahan saat memperoleh return berupa premi.

Return bagi investor akan diberikan setiap minggu dan dapat Anda tarik kapan saja. Siapa pun bisa menjadi investor pada start up ini asalkan mempunyai akun rekening di bank.

3. Investree

Perusahaan ini menawarkan return dalam jumlah yang hampir sama dengan start up peer to peer lending lainnya, yaitu rata-rata 17.5%. Tapi besarnya imbal hasil ini sesuai dengan resiko peminjam. Untuk menjadi investor Anda harus menyetor dana paling kurang 1 juta sebagai pinjaman pribadi, sementara untuk pembiayaan bisnis adalah sebesar 5 juta dengan kelipatan 1 juta. Artinya investor bisa menyalurkan dananya baik kepada pribadi atau entitas usaha.

Investree tak membebankan biaya transaksi apa pun, tapi dana Anda baru dapat ditarik berikut bunganya pada akhir periode pinjaman. Tak hanya WNI, warga asing pun dapat berperan sebagai investor peer to peer lending di Investree. Syaratnya, berusia minimal 17 tahun.

4. Modalku

Start up peer to peer lending ini bekerja sama dengan dana bantuan dari investor Singapura. Setiap pinjaman mempunyai suku bunga yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kondisi pada pasar, jumlah nominal investasi, dan pilihan pinjaman bagi debitur.  Perusahaan menjamin akan bersikap transparan terkait bunga. Kisarannya, mencapai 12%-24%. Setiap pengembalian dana yang disetorkan peminjam akan dikenakan biaya sebesar 3%.

Perlu diketahui bahwa profil penerima pinjaman P2P akan dirahasiakan dari investor. Informasi yang dapat diketahui investor adalah performa usahanya serta profil perusahaan. Untuk menjadi investor Anda harus berusia mulai 18 tahun dengan deposit paling sedikit 10 juta rupiah. Berikutnya Anda bisa berinvestasi dengan saldo minimal 1 juta.

5. Danamas

Perlu diketahui bahwa Danamas adalah start up peer to peer lending pertama yang memiliki izin dari OJK. Perusahaan ini merupakan salah satu cabang dari Kelompok Usaha Sinar Mas dengan ijin OJK yang tercantum pada Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor: Kep-49/D.05/2017 Tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi PT Pasar Dana Pinjaman tanggal 6 Juli 2017.

Perusahaan fintech ini siap mendukung masyarakat yang tertarik menjadi investor bagi UMKM dengan pinjaman terbesar mencapai 2 miliar. Berdirinya perusahaan bertujuan untuk mencetak lebih banyak pengusaha kecil di Indonesia.

6. Uang Teman

UangTeman merupakan bagian dari PT Digital Alpha Indonesia serta Digital Alpha Grup Pte Ltd. Ini adalah salah satu start up digital keuangan yang berada di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan ini menyediakan pinjaman baik dalam jangka pendek untuk kebutuhan bisnis serta konsumsi. Perusahaan Uang Teman sementara ini masih beroperasi bagi masyarakat di kawasan, Balikpapan, Jambi, Lampung, Palembang, Makassar, Bali, Semarang, Surabaya, Bandung, Klaten, Magelang, Solo, Yogyakarta, serta Jabodetabek.

Sebagai alternatif pilihan dari pinjaman konvensional, Uang Teman hadir sebagai sarana pembiayaan online dengan layanan yang simple, transparan, serta fleksibel.

7. DanaKita

Perusahaan ini menyediakan layanan peminjaman dana secara online dengan return signifikan bagi investor. DanaKita terdaftar sebagai entitas pada OJK sejak 27 April tahun lalu sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016. Pinjaman bagi masyarakat dijamin tanpa jaminan serta dapat dicairkan dengan cepat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari 5 juta hingga 10 juta rupiah. Jangka waktu peminjaman cukup beragam, mulai 6, 12, dan 18 bulan. Sampai saat ini jangkauan layanan perusahaan DanaKita sementara masih meliputi DKI Jakarta.

8. Akseleran

Perusahaan ini sejatinya adalah portal crowdfunding terintegrasi di tanah air. Artinya, merupakan platform perantara yang mempertemukan pengusaha pemula serta UKM  yang memerlukan modal untuk mengembangkan atau merintis usaha dengan mereka yang mempunyai dana simpanan tapi belum tahu hendak menyalurkannya kemana. Dana dari investor ditanamkan pada usaha-usaha tersebut bisa dalam bentuk ekuistas atau saham dan pinjaman.

Tujuan berdirinya perusahaan adalah berfokus pada pembukaan akses pendanaan  bagi pelaku usaha kecil dan menengah sekaligus menyediakan sarana investasi bagi semua investor dengan return yang signifikan namun sepadan dengan resikonya.

9. Klik ACC

Hampir sama dengan perusahaan P2P lainnya, klik ACC merupakan perusahaan yang menyediakan layanan peminjaman secara online dengan system kemitraan. Anda tak perlu ragu dengan keamanan dana Anda karena Klik ACC didukung oleh bank BCA serta telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan populer dan besar di tanah air seperti Anahata Wisata, CCSI, iForte, Tokopedia, XL Axiata, dan Indosat yang turut mendanai jaringan mitra perusahaan.

Tujuan dari berdirinya start up ini adalah membuka fasilitas pendanaan seluas-luasnya bagi pengusaha pemula agar di tanah  air semakin banyak masyarakat yang mandiri dengan menjadi entrepreneur. Hal ini direalisasikan dengan  mengupayakan peminjam memperoleh pinjaman dari pihak investor sesuai kriteria investasi yang diinginkan. Investor dapat menyeleksi calon peminjam sesuai profil dan riwayat keuangannya.

Semoga bermanfaat!

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar