Fintech dan Usaha Kecil: Kemitraan Yang Mengubah Sistem Perbankan

Teknologi finansial (FinTech) telah mengubah bentuk dunia perbankan. Sebenarnya, ini adalah hal baik bagi bank itu sendiri maupun bagi pemilik usaha kecil yang sedang berusaha mencari modal di tahun 2022 ini. Secara alamiah, Fintech telah menjadi sebuah kekurangan yang disruptif dalam industri perbankan. Sebelumnya, industri perbankan dikenal paling enggan menerima perubahan.

Namun, sekalipun bank kerap memandang Fintech sebagai sebuah ancaman di awal-awal harinya,  banyak yang menemukan bahwa perusahaan Fintech sebenarnya bisa membantu usaha kecil untuk berkembang. Jika anda ingin membuktikan eratnya kaitan Fintech dan Usaha Kecil, maka perhatikanlah berita-berita headline tentang perbankan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Fintech dan Usaha Kecil

Fintech dan Usaha Kecil: Pentingnya Kemitraan dengan Bank

Perlunya bagi industri perbankan untuk mengikuti perkembangan teknologi semakin kentara selama pandemi Covid-19, terutama ketika pemerintah menggulirkan bantuan bagi usaha kecil dan menengah. Banyak pemilik usaha kecil mengajukan permohonan untuk bantuan usaha maupun pinjaman lunak dari bank. Banyaknya jumlah permohonan nyaris tidak bisa ditangani oleh bank-bank besar. Fintech hadir menyediakan solusinya.

Banyak perusahaan Fintech menyediakan software yang digunakan bank untuk menangani aplikasi atau permohonan bantuan bagi usaha kecil tersebut. Jauh sebelum terjadinya persaingan dengan bank, industri Fintech sesungguhnya merupakan salah satu bagian besar dari kesuksesan dunia perbankan. Akibatnya, kaitan antara Fintech dan Usaha Kecil semakin jelas dan masing-masing nyaris tidak bisa dipisahkan.

Teknologi digitalisasi dan AI membuat industri perbankan bekerja lebih cepat dan lebih efisien. Di era setelah berakhirnya program bantuan usaha dari pemerintah selama pandemi Covid-19, pihak bank mulai menyadari bahwa teknologi AI dan Machine Learning ternyata bisa membantu mereka lebih memahami proses pengambilan keputusan untuk memberikan pinjaman bagi usaha kecil, sehingga mereka bisa meminimalisir dan mengurangi resiko kecurangan.

Saat ini, Fintech dan usaha kecil telah menjadi kesatuan yang sangat penting bagi perbankan dalam proses pengambilan keputusannya. Ratusan bank yang masih mengolah permohonan berbasis kertas akhirnya memilih bergabung dengan platform digital seperti Biz2X untuk meningkatkan kinerja mereka dan agar mampu merespon kebutuhan konsumen secara lebih cepat.

Fintech dan Usaha Kecil: Pengaruhnya Terhadap Perbankan

Selama bertahun-tahun, bank-bank besar mengandalkan sistem kantor cabang besar, karena menawarkan keunggulan yang khas. Namun selama masa pandemi Covid-19, sistem kantor cabang ini tidak begitu populer, karena konsumen tidak lagi mau datang ke bank, sementara karyawan mengalami kecemasan jika harus bekerja di kantor. Di sinilah pentingnya peran Fintech dan usaha kecil, sebagai mitra bagi perusahaan perbankan.

Perusahaan kecil, seperti perusahaan retail, mulai menyadari bahwa masyarakat semakin suka berbelanja online melalui Amazon, atau seperti halnya pengusaha restoran yang menyadari bahwa konsumen lebih suka memesan makanan melalui GrabFood atau aplikasi sejenisnya, perusahaan-perusahaan perbankan juga menyadari bahwa konsumen mereka tidak ingin menghabiskan banyak waktu datang ke kantor hanya untuk kebutuhan transaksi biasa. Kondisi seperti ini terutama terjadi di kalangan para pemilik usaha kecil yang tidak memiliki banyak waktu untuk meninggalkan perusahaannya.

Karena perusahaan Fintech dan usaha kecil telah mengubah lansekap perbankan secara keseluruhan, sistem kantor cabang tidak lagi memberikan banyak keuntungan seperti di masa lalu. Sementara itu, bank-bank lokal dan komunitas sudah menggunakan teknologi dalam operasionalnya. Saat ini, setiap orang harus menyesuaikan kembali strateginya. Teknologi membuat bank bisa mengubah cara kerjanya sendiri.

Ekspektasi konsumen juga meningkat, sehingga perusahaan – baik bank, perusahaan Fintech dan usaha kecil, harus terus-menerus fokus melakukan update dan percepatan terhadap proses kerjanya dan memberikan kenyamanan lebih kepada konsumen. Ketika Gen Z mengambil alih perekonomian, maka bank juga harus mengubah strategi mendapatkan konsumen, dari perluasan kantor cabang ke sistem layanan yang mobile-friendly. Pola ini terjadi di seluruh dunia.

Fintech dan Usaha Kecil: Penyesuaian di Berbagai Negara

Trend yang terjadi di dunia industri finansial, terutama semakin kuatnya peran Fintech dan usaha kecil dalam industri perbankan, mau tidak mau ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah. Misalnya di India, pemerintah saat ini memperbolehkan bank baru atau bank lama untuk menyediakan layanan digital saja. Pemerintah India menyadari bahwa menjalankan sebuah bank yang memiliki banyak kantor cabang membutuhkan biaya yang sangat mahal serta tenaga kerja yang sangat banyak. Di UK, sejumlah bank baru muncul dan hanya memberikan layanan digital.

Di tahun mendatang, banyak yang memprediksi bahwa pemerintah AS juga akan mengubah pola pikirnya tentang teknologi finansial, atau perusahaan Fintech dan usaha kecil. Buktinya, The Office of the Comptroller of the Currency (organisasi yang mengatur perbankan di Amerika Serikat) sudah mengambil langkah terkait adopsi Fintech.  Hal yang sama juga diperkirakan akan terjadi pada perusahaan simpan-pinjam, baik yang berbentuk bank atau non-bank.

Selain itu, terlihat dengan jelas bahwa kerjasama antara perusahaan Fintech dan usaha kecil maupun perusahaan perbankan tradisional dengan perusahaan digital sangatlah penting. Kemudian, lembaga keuangan lain, seperti perusahaan asuransi atau manajer asset besar, juga sudah memanfaatkan teknologi ini. Fintech telah membuat ‘arena bermain’ semakin datar. Di antara para pemenang terbesar, terdapat perusahaan peminjam skala kecil. Trend yang sama juga sudah mulai terlihat di negara-negara Asia maupun Eropa.

Tagged With :

Leave a Comment