Bisakah Investasi Sebagai Sumber Pendapatan Utama?

Banyak orang memperlakukan investasi sebagai sumber penghasilan tambahan. Investasi biasanya dijalankan untuk mengisi waktu luang. Namun, saat aktivitas intensitas investasi anda semakin tinggi, waktu kerja pada kegiatan utama mulai terganggu. Pada titik tertentu, anda mungkin harus mempertimbangkan untuk memilih salah satunya: berhenti dari pekerjaan utama atau menjadikan investasi sebagai sumber pendapatan utama. Lalu, apa yang harus anda pertimbangkan untuk memilihnya?

Pada awalnya, anda mungkin berinvestasi untuk mendapatkan uang tambahan. Ketika investasi anda berjalan dengan baik, penghasilan yang anda dapatkan dari kerja sampingan tersebut bisa jadi lebih besar dari gaji utama. Di sinilah dilemanya. Mungkin anda harus memilih salah satunya.

Atau, ada juga yang menjadikan investasi sebagai sumber pendapatan utama karena sulitnya mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Awalnya, investasi mungkin anda jalankan sambil mencari pekerjaan tetap. Namun seiring waktu, anda tidak juga mendapatkannya. Jika pilihan anda hanya menjadikan investasi sebagai satu-satunya sumber pendapatan, lalu apa yang harus anda lakukan?

Prinsip Investasi Sebagai Sumber Pendapatan Utama

Bisakah Investasi Sebagai Sumber Pendapatan Utama?

Pendapatan dari investasi bersumber dari dividen, bunga, capital gain atau jenis pembagian keuntungan lainnya yang datang dari instrumen investasi. Anda sebagai investor bebas memilih apakah pendapatan dari investasi itu akan digunakan untuk investasi lagi atau ditarik untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ketika investasi menjadi satu-satunya sumber pendapatan, anda mungkin melakukan keduanya. Artinya, pendapatan dari investasi itu anda perlakukan layaknya gaji atau laba dari usaha.

Menjadikan investasi sebagai sumber pendapatan utama tentunya memiliki keuntungan dan kerugian:

Keuntungan

Dalam berinvestasi, anda memiliki kebebasan untuk menentukan kapan harus bekerja dan kapan istirahat. Target pendapatan bulanan bisa anda tentukan sendiri. Keuntungan dari investasi sebagai sumber pendapatan utama antara lain:

  1. Anda bisa fokus menjalankan investasi
  2. Waktu untuk mengelola investasi lebih banyak
  3. Perhatian anda tidak terpecah
  4. Anda tidak terikat dengan jam kerja tertentu
  5. Anda bisa menentukan target keuntungan sendiri
Baca Juga:   Cara Memilih Saham Saat Kurs Rupiah Melemah

Kerugian

Namun, anda harus menjalankannya dengan sangat hati-hati. Kehilangan uang investasi sama dengan kehilangan seluruh sumber pendapatan anda. Artinya, anda harus memulai segalanya dari nol. Kerugian dari investasi anda tanggung sendiri.

Investasi Sebagai Sumber Pendapatan Utama: Caranya?

Jika anda bertanya apakah bisa investasi disajikan sebagai sumber pendapatan utama, maka jawabannya adalah “bisa.” Meski demikian, anda tidak bisa memutuskannya dengan gegabah. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan. Beberapa tips berikut mungkin bisa membantu:

  • Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

Instrumen investasi yang anda pilih sangat besar pengaruhnya terhadap peluang dan resiko yang menanti di depan anda. Ada begitu banyak instrumen yang tersedia, namun belum tentu semuanya cocok sebagai sumber pendapatan utama. Ada investasi yang keuntungannya hanya bisa didapatkan dalam jangka panjang, namun ada juga yang keuntungannya bisa datang setiap hari. Instrumen investasi yang bisa anda pilih antara lain:

  1. Investasi jangka pendek, seperti saham, trading forex, trading Bitcoin, emas online bisa mendatangkan keuntungan harian. Dalam hal ini, anda memperlakukan instrumen investasi tersebut layaknya komoditi yang bisa diperdagangkan. Jadi, anda harus memantau harga pasar secara ketat untuk bisa mengetahui kapan membeli dan kapan menjual.
  2. Investasi yang keuntungannya mingguan atau bulanan, seperti reksadana dan P2P lending. Hal ini tergantung kepada skemaa investasi yang anda pilih. Misalnya, Peer to Peer Lending (P2P lending) bisa mendatangkan keuntungan setiap minggunya jika anda memilih skema mingguan.
  3. Investasi jangka panjang, seperti saham, emas online, deposito, dan obligasi. Misalnya adalah deposito dan obligasi, keuntungan anda dapatkan di akhir periode investasi, bisa 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan 1 tahun atau lebih. Anda juga bisa memperlakukan investasi emas online dan saham sebagai investasi jangka panjang. Artinya, instrumen investasi tidak dijual setiap harinya. Anda menjualnya setelah periode tertentu dan selisih harganya cukup menguntungkan.
  • Lakukan Diversifikasi Investasi
Baca Juga:   Mengenal Apa itu OJK dan Fungsinya

Diversifikasi adalah salah satu strategi untuk meminimalisir resiko investasi. Dalam hal ini, anda membagi modal yang ada ke dalam beberapa portofolio dan instrumen investasi yang berbeda. Diversifikasi dapat menyelamatkan keuangan anda jikalau salah satu investasi yang anda pilih ternyata gagal. Hal ini dapat mencegah anda dari kebangkrutan secara tiba-tiba.

Sebagai contoh, anda bisa membagi modal anda untuk investasi saham, P2P Lending, atau trading forex. Mungkin anda sedikit merugi saat trading forex karena nilai mata uang sangat fluktuatif. Kerugian tersebut bisa diimbangi dengan keuntungan pada P2P lending atau dividen saham. Jika portofolio yang bervariasi ini dipilih dengan seksama, maka anda bisa bertahan dan bahkan mendapatkan keuntungan yang menjanjikan dari investasi.

Ada beberapa tips penting dalam melakukan diversifikasi investasi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pelajari peluang dan resiko masing-masing instrumen yang ada. Pada dasarnya, prinsip high return, high risk tetap menjadi pertimbangan;
  2. Kombinasikan investasi high return, high risk dengan investasi yang resikonya lebih rendah (low return, low risk).
  3. Kombinasikan investasi jangka pendek dengan investasi jangka panjang. Dengan demikian, anda memiliki sumber pendapatan jangka pendek maupun tabungan jangka panjang.
  • Pilih Perusahaan Investasi Legal

Apapun portofolio investasi yang anda pilih, pastikan memilih perusahaan investasi legal untuk menjamin keamanan uang anda. Perusahaan investasi legal berarti terdaftar di instansi terkait, seperti Bappebti atau Bursa Efek. Informasi seperti ini sudah bisa dicek secara online di website instansi terkait.

Memilih perusahaan terdaftar adalah strategi pertama untuk mengamankan investasi anda. Tidak sedikit orang yang pernah menjadi korban penipuan investasi (investasi bodong).  Ada beberapa tips yang bisa anda pertimbangkan:

  1. Pilih perusahaan investasi yang berafilisasi atau berada di bawah binaan bank nasional. Perusahaan seperti ini umumnya dikelola dengan baik.
  2. Hindari perusahaan investasi yang menawarkan profit sangat tinggi (hingga tidak wajar).
  3. Mintalah saran dari penasehat keuangan dalam memilih perusahaan dan instrumen investasi.
  4. Pilih perusahaan dengan riwayat portofolio investasi positif dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:   Apa Yang Harus Dilakukan Saat Investasi Saham Rugi?

Investasi Sebagai Sumber Pendapatan Utama: Tips Lainnya

Menjadikan investasi sebagai sumber pendapatan utama bukanlah sebuah kesalahan. Berinvestasi justru menjadi pilihan bagi banyak generasi milenial, yang tidak ingin terikat dengan aturan baku sebagai karyawan. Investasi yang dikelola sendiri justru memberikan keleluasaan, baik dari segi jam kerja, target keuntungan, strategi untuk mewujudkan target, dan sebagainya.

Meski demikian, pertimbangkan segala sesuatunya dengan hati-hati. Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk anda:

  1. Di tahap awal, hindari menginvestasikan seluruh modal anda. Sebaiknya, sisakan sebagian sebagai dana cadangan;
  2. Secara bertahap, gunakan teknologi informasi dalam mengelola investasi anda;
  3. Sisihkan penghasilan anda untuk tabungan hari tua, karena anda tidak menerima tunjangan hari tua seperti halnya karyawan tetap.

Anda bukanlah orang pertama yang menjadikan investasi sebagai sumber pendapatan utama. Banyak pendahulu anda yang gagal, namun yang berhasil lebih banyak lagi. Lakukan evaluasi berkala terhadap investasi masa depan anda dan terus belajar untuk memperbaiki pengelolaan investasi di masa mendatang. Selamat berinvestasi.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Tagged With :

Leave a Comment