Apa itu Investasi Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Cara Membelinya

Apakah saat ini Anda mempunyai dana yang tidak terpakai dan diprediksi tidak akan digunakan dalam 3 hingga 4 tahun lagi? Berarti Anda berpeluang untuk mengembangkan dana tersebut menjadi berlipat ganda dengan menempatkannya pada investasi yang disediakan oleh pemerintah yaitu Obligasi Negara Retail (ORI).

Apa itu ORI?

Apa itu Investasi Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Cara Membelinya

ORI sendiri termasuk dalam kategori SUN atau Surat Utang Negara yang dikeluarkan bagi investor perorangan dengan syarat merupakan Warga Negara Indonesia dan bukan merupakan badan usaha. Periode investasi umumnya selama 3 tahun hingga 4 tahun. Investasi yang satu ini sangat menguntungkan, bahkan return yang ditawarkan lebih besar daripada produk deposito bank-bank BUMN yang mencapai sekitar 4.5% saja per tahunnya. Bandingkan dengan produk  ORI yang menjanjikan kupon/bunga antara 5.8% sampai 9%. Lumanyan, bukan?

Inilah sebabnya produk investasi ini adalah alternatif yang sangat tepat untuk Anda yang lebih suka menyimpan uang secara konvensional, tidak ingin terus-menerus merasa was-was dengan investasi yang beresiko, tapi berkesempatan mendapatkan imbal hasil yang cukup tinggi. Selain menguntungkan membeli investasi ini juga tidak sulit. Anda bisa mengakses produk tersebut melalui perbankan, perusahaan sekuritas, serta perusahaan fintech, financial technologi yang telah menjalin kerjasama dengan pemerintah sebagai agen pemasar. Anda bahkan dapat melakukan registrasi secara online.

Setelah melakukan registrasi setiap investor akan mempunyai rekening investasi sendiri untuk produk tersebut yang tak akan bercampur dengan rekening tabungan yang selama ini dimiliki. Yang perlu dipahami produk ORI tidak sama dengan instrument investasi saham yang kapan pun investor dapat membelinya.

Sementara ORI yang dikeluarkan langsung oleh pemerintah mempunyai jadwal penerbitan sendiri. Jadi Anda harus mengetahui dan mengingat jadwal tersebut. Di luar masa penawaran produk investasi tersebut tidak akan tersedia. ORI juga bisa didapatkan pada secondary market atau pasar sekunder, namun perlu diketahui bahwa untuk itu Anda perlu memperhatikan harga serta return yang saat itu ditawarkan.

Baca Juga:   Bagaimana Cara investasi Saham secara Online Bagi Pemula

Harga ORI umumnya mengalami penurunan saat tren suku bunga acuan yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia) tengah meningkat. Alasannya karena resikonya lebih besar dengan yield atau imbal hasil yang meningkat. Tapi jangan salah karena investor tak sepenuhnya mendapatkan keuntungan walaupun nilai imbal hasil meningkat. Penyebabnya adalah harga produk dapat semakin rendah saat dijual kembali.

Untuk mengantisipasinya Anda dapat menahan ORI atau tak menjualnya sebelum periode pinjaman berakhir dan tiba masa jatuh tempo. Apalagi bila kondisi perekonomian dalam negeri sedang tergoncang. Bisa-bisa Anda justru kembali merugi. Tentu saja bila Anda membiarkan saja produk tersebut sampai masa jatuh tempo Anda akan mendapatkan keuntungan. Keuntungan tersebut berupa tingkat bunganya dan ditambah selisih harga ORI.

Tak hanya ORI, instrument investasi yang masih termasuk dalam kategori Surat Utang Negara retail adalah SBR atau savings bond ritel. Yang membedakan ORI dan SBR adalah periode pinjaman SBR lebih singkat, yaitu hanya dua tahun.

Kelebihan dari investasi surat utang SBR ini adalah sebagaimana deposito sehingga dana Anda tidak akan berkurang. Ini berbeda dengan instrument investasi ORI yang bisa saja mengurangi modal investasi saat terjadi penurunan harga.

Meskipun demikian perlu Anda ingat bahwa modal yang ditanamkan pada investasi SBR ini bila belum jatuh tempo tak dapat dicairkan seluruhnya. Bila membutuhkan dana segar secara mendadak Anda bisa menggunakan fasilitas early redemption yang baru dapat diakses setelah modal diendapkan selama 3 bulan. Nilai maksimal yang dapat dicairkan adalah sebanyak 50%. Karena itu investasi ini bukanlah untuk mereka yang tidak siap dananya diendapkan selama dua tahun.

Jadi bila kebutuhan dana investasi tersebut dalam jangka waktu satu sampai dua tahun ke depan, berarti produk investasi ORI yang cocok bagi Anda. Tapi bila dana yang tersedia kira-kira menganggur hingga paling sedikit 2 tahun Anda bisa memilih SBR.

Baca Juga:   Pilihan cara Investasi Syariah yang Menguntungkan Dan Bebas Riba ?

Jumlah Minimal Investasi

Untuk membeli instrument investasi ORI ini paling tidak Anda harus menyediakan dana 5 juta rupiah. Berbeda dengan membeli saham yang minimalnya adalah 1 lot atau 100 lembar, untuk pembelian ORI paling sedikit pembeliannya adalah 5 unit. Satu unit ORI dihargai 1 juta rupiah sehingga Anda memerlukan modal 5 juta rupiah. Pada investasi SBR atau Saving Bond Retail harganya justru lebih murah, yaitu 1 juta rupiah.

Berikutnya sebagai investor Anda akan mendapatkan laporan bulanan dari mitra distributor Kemenkeu dimana Anda membeli produk investasi ORI serta SBR. Pada laporan tersebut akan tercantum total dana yang berasal dari akumulasi kupon/keuntungan dalam rekening investasi yang sebelumnya sudah Anda buka. Walaupun bunga investasi ini dihitung per tahun dalam laporan per bulan bunganya akan dibagi tiap bulan. Dengan begitu Anda mungkin melihat hasil investasi Anda mengalami fluktuasi, kadang meningkat tapi bisa juga menurun.

Hal-hal yang Penting dalam Investasi ORI

ORI dan SBR memang merupakan pilihan lain dalam investasi modern yang bisa menjadi pilihan, meskipun demikian Anda tetap harus cermat memilih produk investasi yang paling  sesuai dengan karakter dan perencanaan keuangan Anda. Untuk Anda yang benar-benar awam mungkin dapat memulainya dari reksadana terlebih dahulu kemudian meningkat pada produk SBR dan berikutnya ORI bila Anda mempunyai ketersediaan modal investasi yang cukup besar dan diperkirakan mengganggur cukup lama. Ketiga investasi tersebut pastinya lebih minim resiko bila dibandingkan investasi saham.

Investasi ORI dan SBR memang lebih menguntungkan bila dibandingkan produk deposito, tapi Anda sebaiknya tidak menanamkan dana Anda pada instrument ini saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah. Alasannya adalah karena Bank Indonesia umumnya merespon kondisi tersebut dengan meningkatkan suku bunga acuan agar tak terjadi capital outflow sehingga dana investor asing tetap tertahan di Indonesia.

Baca Juga:   Manakah Investasi Emas yang Lebih Menguntungkan, Batangan atau Perhiasan ?

Padahal pada tren peningkatan suku bunga acuan, harga produk ORI justru menurun. Kompensasinya adalah investor akan meminta peningkatan bunga. Lalu saat suku bunga acuan sedang mengalami tren penurunan, sebaliknya harga produk ORI akan meningkat. Dengan begitu bila investor berniat melepas instrument tersebut pada investor lainnya mereka akan memperoleh keuntungan dari selisih harga saat awal membeli.

Pada kondisi-kondisi yang kurang menguntungkan, Anda disarankan untuk mengalokasikan dana investasi pada pasar uang karena dijamin dana milik investor 100% akan kembali dan mustahil berkurang ketika nilai rupiah merosot bahkan pada saat perekonomian dalam negeri bergolak.

Cara Membeli ORI

Berikut cara mudah untuk membeli instrument investasi ORI sebagai referensi Anda.

  1. Datanglah pada mitra distribusi untuk mendapatkan produk ini, bisa pada bank-bank yang ditunjuk atau perusahaan fintech.
  2. Berikutnya Anda harus membuka rekening surat berharga serta rekening dana pada salah satu bank.
  3. Sediakan dana investasi dengan jumlah yang dikehendaki. Anda sudah tahu jumlah minimalnya dari ulasan di atas.
  4. Isilah formulir pemesanan produk investasi ini disertai kopi identitas diri yang masih berlaku dan bukti penyetoran dana.
  5. Anda akan mendapatkan tanda terima bukti penyerahan dokumen setelah menyetorkan dana investasi kepada distributor mitra tersebut.

Semoga bermanfaat!

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar