NAB Reksa Dana Pendapatan Tetap Menurun, Apakah Masih Menguntungkan?

XM broker promo bonus

Kinerja reksa dana pendapatan tetap menurun sejak awal tahun 2021, berkebalikan dengan reksa dana saham yang kian moncer. Data Infovesta Utama menunjukkan reksa dana saham (RDS) memberikan imbal hasil 1,25 persen sampai dengan Februari, sedangkan reksa dana pasar uang (RDPU) 0,61 persen dan reksa dana pendapatan tetap (RDPT) malah -1,91 persen.

Penurunan hasil RDPT semakin tajam setelah memasuki bulan Maret ini, lantaran jatuhnya minat beli obligasi di pasar global. Kinerja negatif membuat NAB-nya justru menurun dibandingkan dengan saat kita membelinya dulu. Hal ini tentu saja membuat banyak investor bertanya-tanya, apakah reksa dana pendapatan tetap masih menguntungkan?

NAB Reksa Dana Pendapatan Tetap Menurun

Patut untuk diperhatikan bahwa kupon obligasi Indonesia masih memiliki daya saing dibandingkan obligasi negara lain, karena menawarkan bunga relatif lebih tinggi. Penjualan obligasi Indonesia juga masih laris manis di kalangan investor domestik maupun mancanegara. Sebagai produk reksa dana berbasis obligasi, RDPT memang terpengaruh oleh tren pasar obligasi global yang sedang surut. Namun, prospek obligasi Indonesia itu sendiri masih cukup tangguh.

Jadi, apa yang perlu dilakukan oleh investor di tengah situasi seperti ini?

Pertama, jangan buru-buru switching RDPT Anda dengan RDS. Walaupun RDS sedang di atas angin, investasi saham yang mendasarinya itu sendiri mengandung risiko lebih besar daripada obligasi. RDPT sesuai untuk target investasi 2-5 tahun, sedangkan RDS lebih cocok untuk investasi lebih dari 5 tahun. Berdasarkan patokan ini, barulah Anda dapat mempertimbangkan secara objektif apakah akan mempertahankan RDPT atau switching ke RDS.

Kedua, coba periksa obligasi jenis apa yang dipegang oleh RDPT Anda dalam fund fact sheet (lembar fakta reksa dana). Apakah RDPT tersebut terutama berinvestasi pada obligasi pemerintah atau obligasi korporat? Obligasi yang paling terdampak negatif oleh situasi global saat ini adalah obligasi pemerintah, sedangkan obligasi korporasi relatif lebih kuat. Jadi kalau masih tetap berminat pada RDPT tapi menginginkan imbal hasil lebih besar, coba pertimbangkan untuk beralih ke RDPT berbasis obligasi korporat.

Baca Juga:   Kiat Memilih Reksa Dana Di Marketplace

Terakhir, jangan memandang penurunan NAB reksa dana pendapatan tetap sebagai suatu fenomena negatif. Penurunan ini justru jadi peluang bagi kita untuk average down, atau menambah koleksi unit penyertaan pada tingkat harga lebih murah. Kita tidak harus switching ke reksa dana lain untuk mendapatkan keuntungan lebih besar, karena kelak kita juga tetap bisa memperolehnya dari RDPT yang dimiliki sekarang dalam jangka waktu lebih lama.

Tagged With :

Leave a Comment