Pengaruh Rating Obligasi Pemerintah Terhadap Kurs Mata Uang

Barangkali Anda pernah mendengar berita ekonomi yang menyebutkan bahwa kurs rupiah melemah atau menguat karena peringkat kredit naik atau turun. Peringkat kredit ini merujuk pada rating obligasi yang ditentukan oleh perusahaan pemeringkat kredit terhadap aset-aset keuangan. Namun, dalam hal ini, rating obligasi pemerintah dapat mengindikasikan besarnya risiko investasi di suatu negara, sehingga memengaruhi kurs mata uang.

Cara Main Saham yang Aman bagi Pemula

Obligasi adalah surat utang yang telah disekuritisasi, atau bukti utang yang dipegang oleh kreditor (investor). Penerbit obligasi beragam, termasuk perusahaan swasta dan pemerintah negara tertentu. Sebagai imbalan, penerbit obligasi akan memberikan bunga atau bagi hasil dalam jumlah tertentu bagi investor. Namun, kemampuan penerbit obligasi dalam membayar pokok pinjaman dan bunganya tentu berbeda-beda. Nah, tugas perusahaan pemeringkat kredit adalah mengevaluasi dan menilai nya.

Tiga perusahaan pemeringkat kredit terbesar di dunia adalah Standar&Poor’s, Moody’s, dan Fitch. Sedangkan perusahaan pemeringkat kredit yang diakui di Indonesia adalah PT Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia), Fitch Rating Indonesia, dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency).

Penilaian rating obligasi yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan itu akan menjadi bahan pertimbangan investor sebelum membeli suatu obligasi. Secara umum, rating obligasi tersebut dapat dibagi menjadi dua:

1. Investment Grade
Kategori ini artinya penerbit obligasi memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya.

  • AAA atau Aaa.
  • AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2, dan Aa3.
  • A+, A, dan A- atau A1, A2, dan A3.
  • BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2, dan Baa3.

2. Non-Investment Grade
Kategori ini artinya kemampuan penerbit obligasi untuk membayar utangnya cenderung diragukan.

  • BB+, BB dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3.
  • B+, B dan B- atau B1, B2, dan B3.
  • CCC+, CCC dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3.
  • CC+, CC dan CC- atau Ca11, Ca2, dan Ca3.
  • C+, C dan C- atau C1, C2, dan C3.
  • Default.

Perubahan rating obligasi pemerintah yang relatif ringan biasanya tak mempengaruhi kurs mata uang terkait. Namun, apabila terjadi perubahan signifikan seperti Investment Grade anjlok menjadi Non-Investment Grade, atau sebaliknya, maka hal itu dapat berdampak besar pula. Tentu saja, jika rating berubah jadi Investment Grade maka akan berpengaruh positif terhadap kurs mata uang. Sedangkan jika rating berubah jadi Non-Investment Grade maka akan berpengaruh negatif.

Tagged With :

Leave a Comment