Mitos Tentang Uang Yang Mesti Dipatahkan Kaum Millenial

XM broker promo bonus

Apakah anda pernah terperangkap dengan keyakinan-keyakinan tertentu tentang uang? Jika YA, anda tidak sendiri. Ada banyak keyakinan dan mitos tentang uang yang berkembang di masyarakat dan dapat mempengaruhi cara anda mengambil keputusan. Namun kenyataannya, setiap orang berbeda. Tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua orang terkait keuangan pribadi. Apapun yang ingin anda lakukan, tergantung kepada apa yang baik untuk anda dan bisa anda lakukan kapan saja.

Mitos Tentang Uang Yang Mesti Dipatahkan

Kaum millenial harusnya memiliki prinsip yang kuat tentang pengelolaan uang. Terjebak dalam mitos tentang uang dapat mempengaruhi cara anda mengelola keuangan. Berikut adalah beberapa mitos yang mesti dipatahkan jika anda ingin sukses di bidang keuangan:

mitos tentang uang
Mitos 1: Anda harus membeli rumah agar sukses secara finansial

Di masa lalu, orang berkeyakinan kalau menyewa rumah sama saja memboroskan uang dan membeli rumah adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan dan harta. Terkadang, keyakinan tersebut mungkin benar. Dalam kondisi lain, terutama di daerah di mana biaya hidup cenderung lebih murah, terkadang membeli rumah justru lebih murah daripada menyewa.

Namun bagi orang lain, membeli rumah sangatlah mahal dan nyaris tidak terjangkau. Jika mereka tidak bisa membeli rumah dan anda mengatakan mereka membuang-buang uang, tentunya itu tidak adil. Pada prinsipnya, mengeluarkan uang untuk tempat tinggal bukanlah pemborosan.

Pada saat yang sama, banyak orang yang memang tidak mau memiliki rumah sendiri. Mereka tidak mau mengeluarkan uang ekstra untuk pemeliharaan rumah, tidak mau terikat di satu tempat, dan alasan lainnya. Bagi mereka, butuh komitmen yang kuat untuk membeli sebuah rumah, selain jumlah uang yang harus disediakan. Tentunya, tidak semua orang memiliki prinsip yang sama. Bagi sebagian orang, ada cara lain untuk menggunakan uang agar lebih berkembang dan dapat menopang kehidupan mereka di masa mendatang.

Baca Juga:   Bagaimana Cara Investasi Bitcoin Yang Aman untuk Pemula
Mitos 2: Asuransi Jiwa Hanyalah Penipuan

Banyak yang beranggapan bahwa asuransi jiwa hanyalah bentuk lain dari penipuan. Ini adalah mitos tentang yang sudah lama berkembang di masyarakat. Pada kenyatannya, tidak semua polis asuransi jiwa sama, jadi tidak semua cocok untuk semua keinginan. Namun, jika anda memiliki keluarga dan ingin memberi mereka perlindungan bagi mereka jika sesuatu terjadi, maka asuransi jiwa adalah pilihan yang tepat, terutama asuransi jiwa berjangka.

Asuransi jiwa berjangka menyediakan perlindungan dengan premi bulanan yang jumlahnya tetap untuk periode waktu terbatas. Biasanya, jangka waktu pertanggungan adalah 20 atau 30 tahun. Idenya adalah bahwa anda mendapatkan asuransi jiwa saat masih mudah dan sehat, dan polisnya cukup terjangkau. Kemudian, polisnya akan berkurang seiring bertambahnya waktu dan usia anda bertambah, dan tanggungan anda juga semakin sedikit.

Jika anda memiliki tanggungan baik dari segi perumahan, pendapatan, atau perawatan, asuransi jiwa sangat penting bagi anda. Jika tidak, orang-orang yang menjadi tanggungan anda tidak akan mampu membiayai dirinya sendiri secara finansial kalau nantinya anda meninggal dunia.

Mitos 3: Menabung Bisa Dimulai Esok Hari

Jangan pernah berfikir untuk menunda-nunda menabung untuk masa depan anda, meskipun anda masih muda saat ini. Menurut para pakar keuangan, waktu muda adalah masa terbaik untuk menabung. Ketika masih muda, anda memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan masa depan. Meskipun anda belum begitu mapan untuk menabung, tidak masalah asalkan anda konsisten.

Semakin cepat anda mulai menyisihkan uang, terutama ke dalam rekening pensiun atau rekening terpisah, maka semakin banyak uang yang bisa anda kumpulkan saat anda memasuki masa pensiun. Semakin panjang waktu yang anda miliki untuk menabung, maka uang anda akan semakin bertambah.

Baca Juga:   Investasi Sampingan yang Menguntungkan untuk Pengusaha Startup
Mitos 4: Perusahaan Akan Menarik Semua Uang Pensiun Jika Anda Berhenti

Mitos tentang uang berikutnya berkaitan dengan tabungan pensiun. Banyak orang yang batal berhenti dari pekerjaannya karena takut tabungan pensiunnya diambil oleh perusahaan. Di satu sisi, banyak karyawan yang merasa bingung dengan statusnya terkait dana pensiun. Banyak orang muda percaya bahwa jika mereka berhenti, maka perusahaan akan menahan semua uang yang ada dalam tabungan pensiun.

Sesungguhnya, hal itu tidak benar. Setiap sen uang yang anda simpan di rekening tabungan biasa adalah uang anda dan anda bisa mengambilnya saat berhenti dari pekerjaan. Sementara itu, jika tabungan pensiun diisi oleh pihak perusahaan, maka anda tidak akan bisa mengambilnya saat berhenti. Jadi, kondisinya tergantung siapa yang mengisi dana pensiun tersebut. Jika anda yang mengisinya 100%, maka semuanya adalah milik anda.

Jadi, pastikan siapa yang sesungguhnya berkontribusi mengisi tabungan pensiun tersebut. Selain itu, proses pencairan tabungan tersebut bervariasi antar perusahaan. Di perusahaan tertentu, anda mungkin hanya menunggu 1 tahun, namun di tempat lain, bisa jadi 5 tahun.

Nah, beberapa mitos tentang uang di atas tentunya tidak lagi relevan saat ini. Jangan sampai anda terbelenggu oleh mitos yang akhirnya menghalangi anda dari kesuksesan.

Tagged With :

Leave a Comment