Asuransi Jiwa: Kapan Anda Tidak Benar-Benar Membutuhkannya?

Kepemilikan asuransi jiwa adalah sebuah kebutuhan. Namun, aturan tentang kepemilikan asuransi jiwa masih menjadi topik perdebatan politik secara terus-menerus. Sebenarnya, apa yang membuat orang enggan memiliki asuransi ini? Pada kenyataannya, masih banyak orang yang tidak memilikinya. Ada suatu gap antara realisasi kebutuhan dengan tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan cakupannya.

Selain itu, diperlukan edukasi terus-menerus untuk mensosialisasikan manfaat dari asuransi jiwa. Namun, sebagian orang mengatakan bahwa ada kalanya asuransi jiwa sebenarnya tidak dibutuhkan. Benarkah demikian? Lalu kapan?

asuransi jiwa

asuransi jiwa

Asuransi Jiwa: Kapan Tidak Dibutuhkan?

Pada prinsipnya, memiliki cakupan asuransi jiwa tentunya sangat penting. Lalu, kapan anda tidak membutuhkannya? Berikut adalah penjelasannya.

Terdapat Tanggung Jawab Finansial Yang Mendesak

Salah satu alasan orang tidak memprioritaskan asuransi jiwa adalah karena mereka ingin menghemat uang. Mereka tidak merasa perlu untuk mengalokasikan uang untuk asuransi, terutama saat mereka memiliki tanggung jawab finansial yang harus dipenuhi segera. Pada beberapa kasus, pendapat ini ada benarnya.

Ketika seseorang mengetahui kapan mereka tidak membutuhkan asuransi, mereka lebih siap untuk memahami apa manfaat asuransi bagi mereka kelak. Jika saatnya tiba, mereka bisa mengambil keputusan terkait asuransi dengan penuh pertimbangan.

Tidak Ada Tanggungan

Di masyarakat, keberadaan tanggungan menjadi pertimbangan pertama saat mereka hendak membeli asuransi jiwa. Tanggungan tidak mesti selalu anak, namun bisa juga orang tua yang membutuhkan bantuan dan pengawasan setiap saat atau bisa juga saudara yang berkebutuhan khusus. Artinya, ketika seseorang belum berencana untuk memiliki anak, mereka belum tentu bebas dari tanggungan.

Tidak Ada Hutang

Pertimbangan berikutnya adalah hutang. Hutang tidak otomatis hilang saat anda meninggal. Jadi, asuransi jiwa dapat membantu memastikan jika tanggung jawab orang yang telah meninggal dapat terpenuhi. Namun, jika anda memiliki orang tua yang sudah siap untuk pensiun dengan nyaman, hutang terkendali, dan anda tidak memiliki anak, anda mungkin termasuk orang yang tidak begitu membutuhkan asuransi jiwa.

Namun, anda tetap harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya perubahan besar yang dapat mengubah hidup. Anda bisa jadi yakin belum akan memiliki anak di usia 27 tahun. Tiba-tiba saja, anda berubah fikiran di usia 30 tahun. Apakah anda siap?

Bukan sebuah tugas yang mudah untuk memastikan seseorang yakin 100 persen dengan rencananya di masa depan. Hal-hal seperti ini juga harus dipertimbangkan sebelum anda benar-benar menutup pintu untuk asuransi jiwa. Dalam kasus seperti ini, asuransi berjangka dapat menjadi opsinya. Asuransi ini memiliki batasan waktu pertanggungan, sehingga pemilik polis memiliki waktu untuk mempertimbangkan kembali rencana hidupnya dalam beberapa tahun ke depan. Andaikan anda berubah fikiran, masih ada waktu untuk mengubah keputusan tersebut.

Baru pensiun

Di sisi lain, terdapat pensiunan yang memiliki masalah sendiri. Mereka mungkin tidak lagi memiliki tanggungan langsung. Namun, kekhawatiran mereka adalah apakah keturunan mereka kelak benar-benar dijaga dengan baik. Pada kasus seperti ini, asuransi jiwa mungkin tidak benar-benar anda perlukan.

Selain tabungan pensiun yang sudah diisi selama anda bekerja aktif, akun pensiun individu adalah kandidat penting untuk dipertimbangkan. Akun seperti ini menawarkan pertumbuhan asset yang bebas pajak. Anda bisa berkontribusi sebelum atau setelah pajak, tergantung batasan penghasilan.

Tentunya, akun IRA juga memiliki kelemahan. Yang paling utama adalah batas kontribusi. Misalnya, pada tahun 2020, kontribusi maksimum per orang usia 50 tahun atau lebih adalah $7.000. Akun ini juga memiliki distribusi minimum, yakni penarikan wajib saat anda berusia 70,5 tahun. Jika tidak, anda akan dikenai sanksi 50% terhadap jumlah saldo yang tidak ditarik.

Rencana anuitas sering disatukan dengan polis asuransi jiwa. Padahal, keduanya tidaklah sama. Anuitas pada dasarnya adalah kesepakatan antara seseorang dengan perusahaan asuransi yang menyatakan bahwa perusahaan asuransi akan menginvestasikan sejumlah uang (biasanya dalam bentuk reksadana) untuk kepentingan konsumen. Namun, karena fee-nya tinggi, perkembangan saldo uang anda mungkin tidak sebanding dengan pasar saham.

Layanan Kesehatan Jangka Panjang

Jika anda sedang menimbang-nimbang perlu tidaknya pertanggungan jangka panjang, misalnya, pada kasus penyakit degenratif atau penyakit genetika lainnya, anda mungkin tidak membutuhkan asuransi jiwa. Persisnya seperti ini: anda mungkin tidak membutuhkan asuransi jiwa yang biasa. Sebagian polis asuransi jiwa memiliki manfaat yang memperbolehkan pemegang polis untuk mendapatkan bayaran dari asuransi untuk membiayai tanggungan medis.

Namun, jika anda tidak memiliki tanggungan dan lebih memiliki pensiun dengan skema 401(k), anda bisa menggunakan uang yang dibayar sebagai polis untuk menutupi biaya perawatan medis.

Pada kasus-kasus di atas, terlihat bahwa ada kalanya seseorang tidak benar-benar membutuhkan asuransi jiwa. Bisa jadi karena mereka tidak punya beban tanggungan, tidak ada hutang yang harus dipertanggungkan, dan sudah terdapat skema lain yang akan menutupi liabilitas alias kerugian anda kelak secara finansial.

Tagged With :

Leave a Comment