Mengatasi Kecemasan di Tempat Kerja dan Membangun Lingkungan Positif: Part 1

Kecemasan (rasa tidak nyaman, seperti khawatir atau takut, bisa ringan atau berat) bisa menimbulkan dampak yang serius terhadap kehidup pribadi maupun pekerjaan seseorang. Riset dari  Health and Safety Executive menemukan bahwa pada Tahun 2021 hingga Tahun 2022, sebanyak 1.8 juta orang di Inggris mengalami penyakit yang terkait dengan pekerjaan, di mana 50% pekerja menderita stress akibat pekerjaan, depresi, atau kecemasan. Separuh dari hari tidak masuk kerja juga disebabkan oleh tantangan kesehatan mental yang sama. Lalu, bagaimana mengatasi kecemasan di tempat kerja? Jika tidak diatasi segera, ada banyak masalah yang bisa disebabkan oleh kecemasan ini, antara lain menurunnya kinerja tim, tingginya tingkat keluar-masuk karyawan, hingga reputasi buruk perusahaan.

Apa Yang Memicu Kecemasan di Tempat Kerja?

Penyebab utama stress di tempat kerja adalah beban kerja yang berlebihan. Setidaknya, inilah yang dilaporkan oleh 73% karyawan yang berpartisipasi pada survey di atas. Secara keseluruhan, anda empat pemicu utama stress di tempat kerja, yakni:

mengatasi kecemasan di tempat kerja 1

  • Tidak adanya keseimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Anda bisa mengenali gejala ini jika anda mengalami kesulitan untuk memisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi. Akibatnya, anda cenderung mengabaikan kehidupan pribadi, atau merasa berdosa jika mengambil cuti dari pekerjaan;
  • Komunikasi yang buruk. Kenali hal ini dengan memperhatikan komunikasi anda dengan kolega dan atasan. Jika ada terus-menerus merasakan komunikasi yang berbelit, tidak mendapat feedback yang memadai, atau kesulitan memahami instruksi dari pimpinan, hal itu bisa menjadi penyebab stress atau kecemasan;
  • Beban kerja berlebihan. Anda bisa mengenali hal ini jika anda merasa kerepotan sepanjang waktu, waktu kerja yang lama, sulit memprioritaskan mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu, serta tidak bisa memenuhi deadline;
  • Intimidasi dan/atau gangguan, misalnya, menerima komentar-komentar negatif, diskriminasi, atau perilaku negatif dari rekan kerja atau atasan.

Bagaimana Mengatasi Kecemasan di Tempat Kerja?

Perusahaan bertanggung jawab memastikan agar stafnya tidak terpapar dengan resiko-resiko yang tidak penting. Untuk mengatasi kecemasan di tempat kerja dan menciptakan suatu lingkungan kerja yang suportif dan bebas dari stress, berikut adalah beberapa tips yang bisa anda terapkan:

  • Komunikasi terbuka. Dorong terciptanyaa komunikasi yang terbuka dan transparan dengan rekan kerja maupun atasan. Dorong anggota tim untuk mengungkapkan rasa khawatir yang mereka rasakan, ide-ide, atau feedback tanpa merasa takut akan dihakimi.
  • Dorong terciptanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Cobalah untuk mendorong pola hidup sehat di kalangan karyawan anda. Hindari mengirimkan tugas kepada karyawan di luar jam kerja, dan cobalah menghargai waktu untuk kehidupan pribadi karyawan anda.
  • Jadwal yang fleksibel. Jika memungkinkan, anda bisa menawarkan sistem kerja yang fleksibel, seperti bekerja dari rumah atau jam kerja fleksibel, sehingga karyawan bisa memenuhi kebutuhan personalnya, serta mengurangi stress pergi-pulang kerja.
  • Pelatihan dan pengembangan kapasitas. Pastikan perusahaan mengalokasikan anggaran untuk pelatihan dan pengembangan kapasitas karyawan. Hal ini membantu meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan akibat kurangnya keahlian untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.
  • Dukungan kesehatan mental. Perusahaan mestinya mempromosikan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan berikan akses terhadap sumber daya yang tersedia. Selain itu, dorong karyawan untuk mendapatkan bantuan, jika perlu.
  • Program kesehatan karyawan. Cobalah pertimbangkan untuk menerapkan program kesehatan yang mendorong kesehatan mental dan fisik karyawan, seperti kelas yoga dan tantangan fitness.
  • Manfaatkan waktu istirahat. Dorong karyawan untuk menikmati waktu jeda atau istirahat siang untuk bersantai atau bercengkerama dengan rekan kerja. Hindari budaya yang mengelu-elukan pola kerja berlebihan, sehingga lupa istirahat.
  • Dorong inklusivitas. Ciptakan suatu budaya kerja yang menerima keanekaragaman dengan baik, sehingga semua karyawan merasa dihargai dan dihormati. Hal ini juga bisa mengurangi stress dan kecemasan yang kerap dikaitkan dengan tindakan diskriminatif di tempat kerja.
  • Manajemen waktu. Jika ingin mengatasi kecemasan di tempat kerja, maka anda memerlukan manajemen waktu yang baik. Sediakan peralatan yang diperlukan atau pelatihan untuk membantu karyawan menetapkan prioritas tugas dan mengelola beban kerjanya yang berlebihan.
  • Manajemen stress. Sediakan sumber daya yang memadai dan teknik untuk mengelola stress, seperti latihan konsentrasi, teknik relaksasi, atau seminar tentang manajemen stress di tempat kerja.

Tidak bisa dipungkiri bahwa rasa takut akan stigma dan tindakan diskriminatif di tempat kerja masih ada. Ini bisa menjadi penyebab stress dan kecemasan, terutama bagi karyawan yang pernah mengalami atau berpotensi mengalaminya. Sebagai pimpinan di perusahaan, anda mesti mampu mengenali potensi-potensi semacam ini sedini mungkin, sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang dapat melemahkan semangat kerja, dan pada akhirnya dapat menurunkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Upaya mengatasi kecemasan di tempat kerja akan semakin sulit jika masalah tersebut telah berlangsung lama dan melibatkan banyak orang.

Tagged With :

Leave a Comment