Bekerja Dari Rumah: Benarkah Lebih Baik Daripada di Kantor?

Apakah bekerja dari rumah merupakan langkah yang buruk untuk mengerjakan tugas-tugas rumit? Di satu sisi, bekerja dari rumah memang lebih fleksibel, namun di sisi lain bisa jadi meripakan tugas-tugas kognitif yang sangat berat bagi mental anda. Setidaknya, inilah yang ditemukan oleh sekelompok peneliti baru-baru ini. Tim peneliti tersebut mencoba mengukur dampak dari bekerja di rumah. Para peneliti ini melibatkan sejumlah pemain catur profesional kelas dunia yang berpartisipasi dalam turnamen online dari rumah.

Memang, sebagian besar karyawan saat ini bekerja dari rumah, setidaknya beberapa hari dalam seminggu. Tentu, banyak yang sepakat bahwa bekerja dari jarak jauh membawa sejumlah keuntungan. Tidak perlu bolak-balik dari rumah ke kantor, waktu kerja fleksibel, dan pakaian yang nyaman.

bekerja dari rumah

Namun, banyak di antara kita yang beralih dari bekerja kantoran dalam bentuk tim besar dan di satu ruang yang sama menjadi bekerja sendiri di rumah hingga tengah malam. Artinya, ini bisa menjadi masa transisi yang besar, sehingga kita diharuskan mencari cara sendiri untuk mengatasi dan mengelola beban kerja yang besar dari rumah.

Apakah Bekerja Dari Rumah Memang Lebih Mudah?

Banyak orang melaporkan bahwa dengan peralihan ini, mereka merasa lebih produktif, karena memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pekerjaan daripada menghabiskan banyak waktu berkumpul dan berbincang-bincang dengan teman sekantor. Lalu, apakah bekerja dari rumah bena-benar membuat anda lebih produktif?

Tim peneliti tersebut ingin menemukan apakah bekerja dari rumah benar-benar membuat seseorang lebih produktif. Tentunya, bekerja di kantor juga memiliki sejumlah keuntungan dalam hal produktivitas, kreativitas, maupun kesempatan untuk berbagi ide dan pengetahuan. Lagi pula, apakah kita benar-benar bisa menyelesaikan semua tugas secara efisien dari rumah?

Baca Juga:   Membuat Rencana Bisnis Yang Baik : Apa Itu Lean Canvas?

Untuk mengetahuinya, para peneliti mencoba mencari tahu seberapa efisien tugas-tugas tersebut jika dilaksanakan dari rumah. Selain itu, saat event-event seperti kejuaraan secara live dilarang selama pandemi Covid-19, turnamen catur pun dilaksanakan secara online. Nah, para peneliti menganggapnya sebagai peluang untuk meneliti dampak pemindahan event yang tadinya dilaksanakan secara langsung menjadi online. Lalu, mengapa memilih turnamen catur?

Dalam beberapa hal, permainan catur sama dengan tugas-tugas yang dilaksanaan di kantoran. Permainan ini memerlukan strategi, kemampuan analisis, dan dilakukan di bawah tekanan waktu. Keahlian kognitif yang digunakan saat bermain catur juga digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas rumit dan pengambilan keputusan, seperti membuat naskah kontrak, menyiapkan dokumen tender, atau mengambil keputusan manajerial. Tugas-tugas ini membutuhkan pemikiran yang tegas dan akurat.

Bekerja Dari Rumah dan Hasil Temuan Penelitian

Untuk mengevaluasi kualitas gerakan catur dan kesalahan yang mungkin terjadi, peneliti menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam bentuk mesin catur bernama Stockfish. Para peneliti menggunakan komputer catur modern untuk membandingkan gerakan yang dilakukan manusia hingga gerakan terbaik yang mungkin dibuat dalam berbagai posisi.

Peneliti melibatkan 27.267 gerakan yang dilakukan dalam 441 permainan, baik secara offline dalam turnamen catur face-to-face atau online dari rumah pemain catur. Beberapa hal yang ditemukan dari penelitian ini adalah:

  • Para peneliti menemukan bahwa para pemain catur elite masih bisa bermain baik dari rumah. Secara keseluruhan, mereka tidak melakukan banyak kesalahan saat bermain dari rumah. Namun, saat mereka memang melakukan kesalahan, ukuran kesalahan tersebut cenderung lebih tinggi saat bermain online dari rumah. Secara keseluruhan, tingkat kesalahan meningkat sekitar 17 persen.
  • Satu hal lagi yang menarik adalah bahwa para pemain catur yang berberpatisipasi dalam penelitian adalah pemain pria dari kalangan ekonomi kelas atas, berusia 20 tahunan, dan tidak memiliki tanggung jawab (keluarga atau anak). Oleh sebab itu, kecil kemungkinan kalau kesalahan tersebut disebabkan oleh lingkungan yang berisik dan bisa mengalihkan perhatian pemain catur.
  • Para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun para pekerja memiliki motivasi yang cukup dan perhatiannya tidak teralihkan saat bekerja dari rumah, namun sulit untuk menyamai pengalaman bekerja diu kantor dalam lingkungan yang kompetitif. Selain itu, kurangnya rasa persaingan dapat mengurangi produktivitas, terutama jika terdapat tekanan waktu. Para peneliti bahkan lebih khawatir kalau pengurangan produktivitas akan lebih dramatis jika terdapat distraksi (hal-hal yang mengalihkan perhatian).
Baca Juga:   Usaha Sampingan Tahun 2021: Potensi Pendapatan Ekstra – Part 1

Dari hasil penelitian ini, bukan berarti kalau kita tidak boleh bekerja dari rumah. Selama pandemi, membiarkan karyawan bekerja dari rumah adalah cara yang penting untuk membatasi penyebaran virus. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bisa saja terjadi penurunan produktivitas untuk pekerjaan-pekerjaan yang secara kognitif sulit dilakukan.

Saat kita berada di lingkungan kerja, di mana para pesaing berada di hadapan kita, maka semangat untuk tampil optimal akan menjadi lebih tinggi. Namun, saat bekerja dari rumah menggunakan teknologi komunikasi dan lawan kita tidak berada di hadapan, maka bisa jadi semangat persaingan sedikit berkurang. Ini merupakan sebuah tantangan bagi para pengambil kebijakan, seperti amnajer dan para pemimpin. Sebagai pemimpin, anda bertanggung jawab untuk mengembalikan semangat persaingan yang sangat dibutuhkan untuk kesuksesan sebuah usaha.

Tagged With :

Leave a Comment