Investasi reksa dana sangat cocok untuk pemula, karena kita cukup menyetorkan dana untuk dikelola oleh manajer investasi (MI) yang sudah bersertifikat dan berpengalaman. Tapi, bagaimana kita akan tahu kalau hasil kelolaan MI itu sukses atau gagal? bagaimana pula cara mengukur apakah kinerja reksa dana milik kita itu yang terbaik, sudah baik, hanya rata-rata, atau justru yang terburuk? Tenang, semua ada solusinya.

Terdapat sedikitnya tiga (3) cara mengukur kesuksesan investasi reksa dana Anda. Berikut ini uraian masing-masing:
- Membandingkan return reksa dana dengan laju inflasi dalam periode waktu yang sama.
Tujuan utama kita berinvestasi adalah mengatasi penurunan nilai uang yang diakibatkan oleh inflasi. Jadi, kinerja reksa dana kita akan tergolong sukses jika persentase return reksa dana melebihi tingkat inflasi. Semakin besar selisihnya, kesuksesan investasi reksa dana Anda makin terjamin.
- Membandingkan return reksa dana dengan benchmark yang sebanding dalam sektor yang sama.
Benchmark untuk setiap jenis reksa dana itu berbeda-beda. Benchmark untuk reksa dana saham biasanya IHSG atau indeks LQ45. Benchmark untuk reksa dana pendapatan tetap dapat diatribusikan pada tingkat bunga (kupon) obligasi pemerintah RI. Sedangkan benchmark untuk reksa dana pasar uang adalah suku bunga acuan BI atau rata-rata suku bunga deposito yang berlaku di perbankan Indonesia.
Jika persentase return reksa dana Anda lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan benchmark-nya dalam kurun waktu yang sama, berarti investasi Anda sukses. Kalau return reksa dana justru lebih rendah, sebaiknya pindahkan saja dana Anda ke reksa dana lain.
- Membandingkan return reksa dana Anda dengan reksa dana lain yang berjenis serupa.
Umpama Anda memiliki reksa dana saham ABCDX, maka Anda dapat membandingkan kinerjanya dengan reksa dana saham EFGHX. Keduanya dapat dikelola oleh MI yang sama ataupun berbeda, yang terpenting sama-sama berjenis reksa dana saham.
Perbandingan seperti ini lebih “fair” daripada membandingkan kinerja reksa dana yang berbeda jenis. Sejumlah aplikasi online pun sudah menyediakan fitur “comparison” untuk membantu investor membandingkan kinerja bermacam-macam reksa dana yang ditawarkannya.
Ketiga metode perbandingan kinerja di atas dapat dilakukan dengan mudah, asalkan Anda dapat mengumpulkan data-datanya dari berbagai sumber. Hasil dari perbandingan tersebut selanjutnya membantu Anda untuk mengambil keputusan-keputusan seperti misalnya “apakah sebaiknya reksa dana ini ditarik saja?” atau “apakah sebaiknya beli reksa dana ABCDX atau EFGHX?” dan seterusnya.
Tagged With : investasi online • reksadana