Berapa Ekspektasi Profit Reksa Dana yang Realistis?

Banyak investor pemula yang mulai kecewa terhadap investasi reksa dana, karena dianggap tak menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi. Permasalahannya, kekecewaan itu bukan timbul karena profit reksa dana terlalu rendah, melainkan karena ekspektasi profit yang diharapkan sang investor terlalu tinggi.

Pada dasarnya, investasi reksa dana termasuk penananam modal pada aset keuangan yang imbal hasilnya seimbang dengan risiko dan jangka waktu. Semakin rendah risiko dan jangka waktu investasi, maka makin rendah pula hasilnya. Namun, banyak orang bersikap kurang realistis dengan mengharapkan profit puluhan persen tiap bulan dari investasi reksa dana. Tentu saja hal itu tak mungkin terwujud.

4 Strategi Day Trading Bagi Trader Forex

Tak ada standar tertentu bagi profit reksa dana karena jenisnya amat beragam dan kualitas pengelolaan tiap Manajer Investasi pun berbeda-beda. Namun, secara kasar, kita dapat membuat parameter sederhana berdasarkan pertumbuhan return aset keuangan yang melandasi tiap produk reksa dana.

  • Untuk reksa dana pasar uang, Manajer Investasi mengalokasikan dana pada instrumen pasar uang atau surat berharga yang jatuh temponya di bawah 1 tahun. Jadi, ekspektasi profit wajarnya dapat diperkirakan dari berapa besar suku bunga acuan Bank Indonesia. Saat ini, suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate berada pada 6.00%, setelah mengalami kenaikan dari 5.75% pada bulan Oktober 2018.
  • Untuk reksa dana pendapatan tetap, Manajer Investasi mengalokasikan dananya pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Biasanya, besar bunga sedikit di atas standar bunga bank. Sebagai contoh, suku bunga bagi Surat Berharga Negara SBR006 yang baru dilelang awal bulan ini adalah sebesar 7.95% per tahun.
  • Untuk reksa dana saham, Manajer Investasi mengalokasikan dananya pada aset berupa saham. Rata-rata pertumbuhan pasarnya bisa diintip dari kinerja IHSG. IHSG tercatat meningkat 15.32% dalam tahun 2016, 19.99% pada tahun 2017, dan -2.54% pada tahun 2018.

Sebuah produk investasi reksa dana yang bagus tentu memberikan imbal hasil lebih tinggi dari standar di atas. Bahkan, seorang Manajer Investasi yang handal semestinya tetap mampu menghasilkan imbal hasil positif meski seandainya IHSG menurun seperti pada tahun 2018. Toh tak semua saham mengalami penurunan nilai, meski rata-rata totalnya rendah. Hal yang sama berlaku pula bagi jenis reksa dana lainnya. Namun, tetap ada risiko memperoleh imbal hasil negatif, atau lebih rendah dari standar dasar yang dipaparkan di atas. Jadi, janganlah membayangkan profit reksa dana yang kelewat fantastis. Pahami seluk-beluk produk investasi yang Anda beli, dan pelajari juga risikonya.

Tagged With :

Leave a Comment