Merangkum Dampak Tapering The Fed Terhadap Reksa Dana

Federal Reserve AS kemarin memutuskan untuk mempercepat tapering, julukan bagi langkah pemangkasan bertahap atas program pembelian obligasi. Keputusan The Fed tak terlalu mengejutkan, karena pelaku pasar sudah memperkirakannya sejak jauh-jauh hari. Namun, percepatan tapering The Fed kemungkinan akan berdampak lebih besar bagi produk reksa dana tertentu.

Merangkum Dampak Tapering The Fed Terhadap Reksa Dana

  • Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) terutama berbasis pada investasi deposito dan surat utang jangka pendek di bawah 1 tahun. Karenanya, perubahan makro seperti tapering The Fed berdampak relatif ringan terhadap RDPU atau malah tak berdampak sama sekali. Daripada soal tapering The Fed, RDPU bakal lebih terpengaruh oleh perubahan suku bunga Bank Indonesia (BI).

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dampak tapering The Fed paling besar mungkin akan terasa pada investasi reksa dana pendapatan tetap (RDPT) yang berbasis obligasi. Seiring dengan berkurangnya pembelian obligasi The Fed, harga obligasi AS bakal berkurang dan dapat menular pula pada obligasi Indonesia. Alhasil, nilai RDPT kemungkinan bakal merosot.

Setelah melaksanakan tapering, The Fed juga berencana menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga The Fed biasanya diikuti oleh bank-bank sentral lain di dunia. Padahal, kenaikan suku bunga yang menjadi acuan yield obligasi hampir pasti mengakibatkan penurunan harga obligasi.

Bagaimana cara menanggulanginya? Pertama, kita dapat mengalihkan investasi RDPT ke produk yang berbasis obligasi korporasi dan bukannya obligasi pemerintah. Kedua, kita dapat mencairkan investasi RDPT sekarang lalu membelinya lagi setelah nilainya turun lebih jauh kelak.

  • Reksa Dana Saham

Tapering The Fed menandakan bahwa bank sentral AS semakin optimistis terhadap prospek ekonomi ke depan. Karenanya, kabar tapering berdampak lebih baik bagi investasi saham dan reksa dana yang berkaitan.

Kenaikan suku bunga The Fed pasca-tapering dapat mengguncang bursa saham. Ketika suku bunga naik, perusahaan-perusahaan akan mengalami peningkatan beban bunga dan kemungkinan memutuskan untuk memangkas anggaran belanja atau menunda ekspansi. Namun efek samping ini bisa teredam oleh faktor-faktor positif lain secara makro, seperti data pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, penjualan ritel yang bertumbuh konsisten, dan lain-lain.

Tagged With :

Leave a Comment