Jenis Investasi Terbaik untuk Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

Para pakar selalu menyarankan agar investor menyesuaikan pilihan jenis investasi dengan toleransi risiko dan jangka waktu yang diinginkan hingga mencapai target. Tapi jenis investasi itu sangat banyak. Pemula sering mengalami kesulitan ketika memilih jenis investasi mana yang terbaik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Ada investor pemula yang ingin menabung untuk pesta pernikahan tahun depan, tetapi malah menyimpan uangnya dalam saham. Hasilnya, pesta gagal digelar sesuai harapan karena terpaksa jual lebih dini ketika harga saham jatuh. Untuk menghindari skenario tragis ke depan, tengoklah panduan umum dalam memilih jenis investasi sesuai jangka waktunya berikut ini:

  • Investasi Jangka Pendek (di bawah 1 tahun)

Investasi yang cocok untuk target di bawah 3 tahun umumnya memiliki likuiditas yang bagus, jaminan keamanan dana sangat tinggi, dan rasio risk/reward rendah. Contohnya deposito bank dan reksa dana pasar uang. Alternatif lain bagi investor yang lebih berpengalaman juga dapat menyimpan dana dalam valuta asing (valas). Tapi alternatif valas ini tidak cocok untuk pemula, karena dibutuhkan analisis terlebih dahulu untuk meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar.

Jenis Investasi Terbaik untuk Jangka Pendek Menengah dan Panjang

  • Investasi Jangka Menengah (2-5 tahun)

Investasi untuk target jangka menengah dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi dibanding jenis investasi jangka pendek, tetapi tingkat keamanan dan likuiditas bisa lebih bervariasi. Contohnya obligasi pemerintah, reksa dana pendapatan tetap, dan investasi P2P.

Obligasi pemerintah memiliki tingkat keamanan dana tertinggi, tetapi likuiditasnya rendah karena hanya dapat dicairkan berdasar jadwal tertentu. Reksa dana pendapatan tetap relatif aman dengan tingkat imbal hasil cukup besar, sehingga lebih disukai banyak orang. Sedangkan investasi P2P menawarkan imbal hasil besar, tetapi jaminan keamanan dana investor relatif rendah.

  • Investasi Jangka Panjang (lebih dari 5 tahun)
Baca Juga:   Beda Deposito Syariah dengan Deposito Biasa

Sebagian besar aset investasi dapat dikelola untuk target jangka panjang. Ini mencakup saham, reksa dana saham, properti, dan emas. Anda juga bisa memilih reksa dana pasar uang atau obligasi untuk berinvestasi jangka panjang. Kriteria risiko, imbal hasil, dan likuiditas berbeda-beda, sehingga Anda dapat menyesuaikannya dengan minat risiko pribadi.

Umpama berani menanggung kerugian besar, maka Anda dapat memilih saham, reksa dana saham, atau properti. Sedangkan jika hanya bersedia menanggung kerugian dalam jumlah kecil, maka pilihan investasi emas atau obligasi bakal lebih jitu.

Tagged With :

Leave a Comment