Trend Dunia FinTech Yang Perlu Diperhatikan di Tahun 2020

FinTech atau Financial Technology adalah teknologi baru yang dapat meningkatkan atau mengotomatisasi layanan keuangan. Di tahun 2020 ini, hampir semua indikator menunjukkan kalau investasi di dunia Fintech akan melambung tinggi hingga melebihi $3 milyar. Jika dikelola dengan baik, investasi ini tentunya akan sangat mempengaruhi trend dunia FinTech. Akan banyak penghematan yang dihasilkan dan layanan keuangan akan semakin mudah bagi nasabah.

Trend Dunia FinTech yang Akan Mempengaruhi Layanan Finansial

Bagi para pelaku dunia FinTech, ada beberapa trend yang perlu diperhatikan di Tahun 2020 ini karena trend dunia FinTech tersebut akan mempengaruhi apapun yang berkaitan dengan uang. Di antaranya adalah:

trend dunia FinTech

Personalisasi Layanan

Sebenarnya, trend ini sudah mulai terlihat sejak awal kemunculan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan big data. Produsen kini bisa memberikan layanan yang lebih personal kepada pelanggan untuk menarik dan mempertahankan mereka. Namun, kecenderungannya diperkirakan semakin kuat tahun ini. Jika selama ini perusahaan hanya menggunakan teknik komunikasi, maka teknologi AI  akan membuatnya semakin mudah.

Big data dan AI memungkinkan bagi perusahaan untuk mengolah, menyimpan, dan mendapatkan gambaran tentang calon konsumen. Mereka bisa mengetahui perilaku konsumen dalam menggunakan layanan keuangan. Kemudian, teknologi AI akan membantu mengintegrasikan perilaku tersebut dengan kemungkinan layanan atau produk yang dibutuhkan. Jadi, perusahaan bisa menyediakan layanan yang lebih personal.

Otomatisasi Proses

Di tahun 2020 ini, diperkirakan bahwa teknologi robotik akan memainkan peran semakin penting dalam rangka otomatisasi proses di lembaga keuangan. Otomatisasi tentunya akan membuat layanan keuangan lebih efektif dan efisien, sekaligus sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di mana perusahaan tersebut beroperasi.

Saat ini, teknologi robot tidak harus diprogram untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Robot cukup melihat apa yang dilakukan oleh manusia dan kemudian akan melakukan otomatisasi atau memberikan usulan untuk memperbaiki proses tersebut. Teknologi AI memungkinkan semua ini.

Baca Juga:   5 Inovasi Transportasi yang Mengurangi Kebutuhan Minyak Dunia

Otomatisasi proses yang dimaksud bisa dilakukan di berbagai bidang, seperti pelayana konsumen, penilaian resiko, verifikasi, analisis data dan pelaporan, pemeriksaan keamanan, pemeriksaan kepatuhan, dan tugas-tugas administrasi yang bersifat rutin dan berulang. Dengan bantuan robot, tugas-tugas ini menjadi lebih cepat dan efisien. Pada akhirnya, efektivitas dan efisiensi ini akan mempengaruhi kinerja lembaga keuangan.

Penggunaan Chatbot

Senada dengan otomatisasi proses di atas, penggunaan chatbot untuk berinteraksi dengan konsumen akan semakin populer dalam industri keuangan. Bahkan, teknologi robot ini diperkirakan akan digunakan oleh lebih dari separuh perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Menurut sejumlah penelitian, penggunaan chatbot dapat menghemat banyak waktu untuk berinteraksi dengan konsumen.

Trend dunia FinTech yang satu ini diperkirakan disebabkan oleh teknologi language processing yang semakin natural. Perusahaan keuangan bisa menyediakan layanan 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu jika didukung oleh layanan chatbot semacam ini. Jika tidak, dibutuhkan tenaga kerja dan biaya operasional yang sangat besar untuk menyediakan layanan setiap saat bagi nasabah.

Layanan chatbot ini bisa dilakukan untuk beberapa aspek, seperti tanggapan instan terhadap pertanyaan konsumen, penyelesaian komplain dengan cepat, dan sebagainya. Teknologi ini menjadi salah satu cara yang sederhana dan hemat bagi perusahaan di sektor keuangan untuk melayani konsumen dan mendapatkan feedback yang baik.

Inovasi di Bidang Pembayaran

Pembayaran melalui ponsel sudah mulai populer dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dunia FinTech menunjukkan trend yang berbeda. Konsumen pastinya membutuhkan metode pembayaran yang instan, gratis, dan tidak terlihat. Inovasi di dunia pembayaran mobile memungkinkan konsumen melakukan pembayaran secara instan, sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada uang tunai.

Sebagian besar perusahaan teknologi skala global, seperti Google, Alibaba, Apple, atau Tencent telah memiliki platform pembayaran sendiri. Berbagai fitur baru bermunculan untuk memudahkan konsumen. Sebut saja fitur seperti fingerprint atau teknologi face recognition. Platform pembayaran mobile lainnya juga bermunculan. Program-program tersebut menawarkan fitur yang berbeda berdasarkan riwayat pembelian pengguna. Sekali lagi, teknologi AI dan big data memainkan perannya di sini.

Baca Juga:   4 Cara Meningkatkan Kinerja Bagi Pengusaha UMKM
Blockchain

Sistem blockchain telah membawa pengaruh yang luar biasa bagi lembaga-lembaga keuangan, terutama bank. Blockchain bekerja dengan sistem ledger yang menghubungkan dua orang secara langsung. Jadi, tidak diperlukan adanya pihak ketiga. Sebagai contoh, jika seseorang ingin meminjam uang, maka selama ini mereka hanya bisa melakukannya melalui bank. Sementara itu, uang yang didistribusikan oleh bank adalah milik orang lain (penabung).

Keberadaan pihak ketiga menambah panjang birokrasi dan biaya administrasi yang harus dibayar nasabah. Teknologi blockchain telah mengubah sistem ini. Salah satu contoh penggunaan blockchain yang sudah mulai popular adalah Peer-to-Peer (P2P) Lending. Dengan sistem ini, kreditur dan debitur bisa bertemu melalui sebuah platform non-bank.

Teknologi blockchain membuat segala sesuatunya menjadi lebih efisien dalam industri keuangan. Sistem yang aman dapat meminimalisir resiko penipuan dan pencurian identitas. Di perkriakan bahwa trend dunia FinTech ini akan semakin tinggi di tahun 2020 dan bahkan hingga beberapa tahun ke depan. Lembaga-lembaga keuangan juga akan menggunakannya untuk pembayaran digital, perdagangan saham, pengelolaan identitas nasabah, dan sebagainya.

Tagged With :

Leave a Comment