Pada post sebelumnya dibahas dua trend bisnis retail tahun 2024. Yang pertama adalah isu seputar keberlanjutan lingkungan hidup. Ketika masyarakat semakin melek dengan isu lingkungan hidup, mereka akan mencari perusahaan yang tidak hanya sekedar mengklaim ramah lingkungan pada kebijakan dan operasinya, namun juga membuktikannya secara nyata. Konsumen mulai mempertanyakan benarkah sebuah perusahaan benar-benar peduli dengan lingkungan? Apa buktinya?
Trend Bisnis Retail Tahun 2024: Artificial Intelligence
Trend berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah naiknya popularitas Artificial Intelligence (AI). Meski teknologi ini bukan hal baru, namun akan bermunculan beberapa fitur yang semakin mempermudah para pelaku usaha skala kecil dan retail dalam memanfaatkan teknologi untuk pemasaran bisnis. Salah satunya adalah kemampuan menghasilkan teks (generative text). Dengan AI, perusahaan diprediksi bisa membuat materi marketing, seperti email marketing atau press release.

Di tahun 2023, Chat GPT menjadi aplikasi internet yang berkembang paling cepat sepanjang masa. Dalam waktu dua bulan saja, penggunanya mencapai 100 juta. Sebagai perbandingan, Instagram membutuhkan waktu 2,5 tahun dan Facebook butuh waktu 4,5 tahun untuk mencapai jumlah pengguna sebanyak itu. Ledakan ini diperkirakan akan berlanjut hingga sepanjang tahun 2024 ini.
Konsumen sudah pasti mengenal dan menggunakan aplikasi semacam ini. Saat ini, usaha kecil sekalipun harus melihat peluang untuk menggunakan tool AI untuk keperluan bisnisnya. Mereka juga harus bereaksi dan merespon terhadap meningkatkatnya pengetahuan konsumen terkait penggunaan aplikasi berteknologi tinggi. Bahkan, usaha retail sekalipun tidak bisa lagi menutup mata terhadap penggunaan aplikasi AI, karena aplikasi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses bisnis, namun tetap harus menyeimbangkannya dengan sentuhan manusiawi.
Ketika semakin banyak perusahaan besar menggunakan teknologi AI, maka konsumen akan mulai menghargai interaksi dengan manusia. Di area ini, UMKM tentunya lebih unggul. UMKM bisa memanfaatkan teknologi AI untuk menghemat uang dan waktu, misalnya, membuat deskripsi produk secara lebih cepat. Sementara itu, sentuhan manusiawi tetap dipertahankan pada beberapa aspek, misalnya pada customer service.
Tantangan terberat yang dihadapi banyak usaha kecil adalah ketidakcukupan waktu, uang, dan energi. Jadi, mereka akan melihat peluang bagaimana AI bisa menghemat uang dan waktu mereka. Sebaliknya, retailer kecil juga mesti mempertimbangkan aspek mana yang tetap mempertahankan sentuhan manusiawi, sebagai bagian dari pelayanan utama. Di tahun ini, anda sebagai pemilik UMKM mesti belajar menggunakan AI secara cerdas untuk memaksimalkan efisiensi, tanpa menghilangkan interaksi manusia sema sekali.
Trend Bisnis Retail Tahun 2024: Social Commerce
Trend bisnis retail tahun 2024 berikutnya yang mesti anda pantau adalah penggunaan social commerce, ketika media sosial memfasilitasi e-commerce. Di dunia social commerce, eksplorasi, pengambilan keputusan dan pembelian semuanya terjadi di satu platform sosial yang sama. Teknologi ini memadukan antara e-commerce dan hiburan. Pengembangan social commerce didasarkan pada keyakinan bahwa retail akan hadir di mana saja, dan teknologi ini mewujudkan hal tersebut. Para pembeli yang sedang menikmati media sosial tidak harus kemana-mana untuk membeli barang yang mereka sukai.
Teori bahwa shopper ingin dihibur (melalui platform media sosial) sudah terbukti. Laporan dari Influencer Marketing Hub menemukan bahwa 98% konsumen berencana menggunakan platform media sosial untuk berbelanja, setidaknya sekali. Angka ini meningkat secara tajam dari 68% pada tahun lalu. Sebagai respon, brand atau perusahaan saat ini fokus menyampaikan cerita (story) pada platform media sosialnya. Namun, tujuan akhirnya tentu untuk berdagang. Tidak heran jika social commerce diprediksi akan tumbuh lebih dari 28% setiap tahunnya.
Bagi usaha kecil, ini artinya mereka juga harus memberikan layanan atau fitur, seperti live shopping di media sosial, yang merupakan salah satu area social commerce yang perkembangannya paling cepat. Pada saat yang sama, ini merupakan peluang bagi para content creator yang berada di platform ini. Ini adalah pasar yang sedang meroket tinggi, namun belum banyak dieksplorasi. Kenapa? Menurut perkiraan, hanya 2% orang yang membuat konten secara reguler bisa menjadikan ini sebagai satu-satunya sumbe penghasilan. Artinya, 98% pengguna yang membuat konten menghibur dan menarik belum menikmati monetisasi penuh dari karyanya.
Trend Bisnis Retail Tahun 2024: Komunikasi Personal
Lupakan broadcasting di media sosial: tahun ini adalah tahun di mana para pelaku usaha mesti berkomunikasi secara lebih personal dengan konsumennya. Konsumen menginginkannya. Tahukah anda bahwa ternyata hampir 98% konsumen senang jika menerima pesan teks atau WhatsApp dari brand yang mereka sukai. Selain itu, peluang bahwa pesan tersebut dibaca penerimanya mencapai 98 hingga 99%.
Bersamaan dengan trend bisnis retail tahun 2024 ini, penggunaan chatbot marketing semakin populer. Bagaimana perusahaan bisa menggunakan AI untuk otomatisasi customer service dan berinteraksi dengan konsumen? Jenis komunikasi bersasaran seperti ini memungkinkan perusahaan untuk terkoneksi langsung dengan konsumen setianya, tanpa harus membuat postingan yang sifatnya sangat umum di media sosial. Kuncinya adalah sentuhan personal. Pengguna suka menerima pesan yang dirancang khusus untuk mereka, sesuai kebutuhannya. Konsumen tidak suka dibombardir dengan pesan marketing yang bersifat umum.
Tagged With : manajemen bisnis