Trend Bisnis Baru Akibat Covid-19 untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Semua orang melihat bahwa dunia seolah-olah melambat akhir-akhir ini. Akibatnya, para pemilik bisnis harus mencari strategi baru agar usahanya bertahan. Sejumlah trend bisnis akibat baru covid-19 juga bermunculan. Jika dipertimbangkan dengan baik, trend tersebut mungkin dapat menjadi inspirasi bagi anda yang sedang kebingungan untuk menjalankan usaha selama pandemi covid-19.

Trend Bisnis Baru Akibat Covid-19

Berikut adalah beberapa trend dalam dunia bisnis yang muncul akhir-akhir ini sebagai respon terhadap krisis global akibat Covid-19:

Trend bisnis baru akibat Covid-19

Mobile Commerce dan Metode Pembayaran Alternatif

Salah satu area yang tidak pernah berhenti berinovasi adalah metode pembayaran barang dan jasa. Hal ini terlihat terutama di bidang bisnis online, di mana banyak pengusaha berkiprah sebagai pemain solo. Oleh sebab itu, metode pembayaran alternatif seperti Apple Pay, PayPal, dan bahkan mata uang kripto seperti Bitcoin digunakan semakin luas.

Nah, anda bisa mengoptimalkan metode ini untuk menarik konsumen selama pandemi Covid-19. Dengan anjuran social distancing atau physical distancing, masyarakat kini menghindari antrian di ATM, apalagi di Teller bank. Pembayaran secara virtual menjadi opsi yang lebih aman, karena tidak perlu kontak dengan mesin ATM, kartu ATM, ataupun dengan uang kertas.

Pada tahun 2019, ACI Worldwide memperkirakan bahwa sekitar 55% pembayaran e-commerce dilakukan dengan pembayaran “tanpa kartu”. Bisa diperkirakan bahwa angka ini akan meningkat pada Tahun 2020, karena pembayaran tanpa kartu memang lebih dianjurkan terutama di marketplace besar. Jadi, jika anda masih menjalankan bisnis di tengah pandemi covid-19, sebaiknya berikan opsi pembayaran “tanpa kartu, tanpa gesek” kepada konsumen anda.

Mengoptimalkan Software Bisnis

Seperti dibahas di atas, banyak pemilik bisnis online adalah pelaku solo, yang melakukan semuanya, mulai dari manajer hingga pelayan. Oleh sebab itu, dukungan teknologi, seperti software, sangat penting bagi pengusaha untuk meringankan beban kerja mereka. Ini menjadi salah satu trend bisnis baru akibat Covid-19, meskipun sebenarnya penggunaan aplikasi untuk bisnis bukanlah hal yang benar-benar baru.

Baca Juga:   Tips Bisnis Melalui Facebook dengan Sejuta Keunggulannya

Saat ini, banyak usaha kecil dan menengah menggunakan tool manajemen seperti CeleverHun, vCita, atau Dubsado yang membantu mereka mengelola jadwal kerja, manajemen kontak, mengatur tagihan, atau tool lainnya. Misalnya, vCita membantu pemilik bisnis mengatur panggilan telepon dan pembuatan invoice untuk klien elalui sistem. Saat ini, banyak bisnis offline yang terpaksa harus menggunakan fasilitas online jika ingin usahanya tetap berjalan. Salah satunya adalah menggunakan teknologi satu-untuk-semua.

Otomatisasi Untuk Memperluas Peluang

Otomatisasi juga bukan merupakan hal baru. Namun, trend-nya akan semakin meningkat akibat Covid-19. Salah satu contohnya adalah pengguna Chatbots. Diperkirakan, bahwa Chatbot akan menjadi 4 dari 5 pertanyaan umum yang diterima oleh perusahaan. Ketika konsumen ingin bertanya, mereka lebih memilih mengetik pesan singkat ke chat box daripada mengirimkan email atau menelpon secara langsung.

Contoh tool lainnya adalah Kajabi. Tool semacam ini membantu perusahaan untuk menjual informasi tentang produk, atau mengirimkan produk dan tagihan keapda klien tanpa harus menggunakan komputer. Menggunakan tool semacam ini dapat menghemat banyak waktu. Anda bisa menjawab informasi konsumen menggunakan otomatisasi, demikian juga dengan menjual dan mengirimkan produk anda.

Tuntutan untuk Pengiriman Cepat

Satu lagi trend bisnis baru akibat Covid-19 berkaitan dengan pengiriman dan logistik, terutama bagi perusahaan yang menjual produk secara fisik. Bagi para pemilik e-commerce, masalahnya bukanlah pada kemampuan untuk menyediakan layanan bebas ongkos kirim. Namun, banyak konsumen hanya ingin produk yang mereka pesan diterima secepatnya. Oleh sebab itu, banyak toko e-commerce, seperti Amazon hingga Fran saat ini menyediakan opsi pengiriman yang berbeda-beda untuk mengakomodir kebutuahn yang berbeda dari konsumen.

Menurut Retail Touch Points, sebanyak 88% konsumen yang berbelanja online menginginkan pengiriman di hari yang sama. Intinya lebih cepat. Namun, jika mereka dibebankan biaya pengiriman yang lebih besar, dampaknya lain lagi. Konsumen tidak ingin layanan pengiriman di hari yang sama dibebankan biaya yang lebih besar. Bahkan, sekalipun ongkos kirim digratiskan, konsumen tetap memiliki ekspektasi yang berbeda. Mereka tetap menginginkan proses pengiriman yang lebih cepat.

Baca Juga:   Penghasilan Tambahan tanpa Ijazah, Coba 4 Peluang Ini

Sebuah data survey dari RetailWire menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu yang diinginkan konsumen untuk produk gratis biaya ongkir menunjukkan pengurangan, yakni dari 5.5 hari di Tahun 2012 menjadi 4.1 hari di Tahun 2018. Artinya, meskipun mereka tidak membayar ongkos kirim, konsumen tetap berharap produk yang dibeli data secepatnya. Jadi, di tengah pandemi Covid-19 ini, durasi pengiriman produk ke konsumen anda mesti menjadi pertimbangan. Jika anda mampu memberikan layanan pengiriman yang lebih cepat, maka besar peluang anda bisa menarik lebih banyak konsumen di Tahun 2020.

Sebagai kesimpulan, kemampuan anda bertahan dalam bisnis di tengah pandemi tergantung kepada strategi anda. Beberapa trend bisnis baru akibat Covid-19 di atas dapat menjadi pertimbangan bagi anda untuk melihat apa sebenarnya yang diinginkan konsumen selama masa social distancing dan physical distancing ini.

Tagged With :

Leave a Comment