Strategi Penumbuhan Bisnis Agar Bertahan di Kala Sulit

Setiap daerah dan setiap sektor di dunia telah merasakan, dan masih merasakan, dampak negatif dari pandemi yang menyerang dunia.  Bisnis di hampir semua segmen perekonomian mengalami dampak negatifnya. Penjualan menurun, karyawan dirumahkan, dan rantai pasok terus-menerus mengalami gangguan. Bisnis yang tadinya berjalan normal saat ini sangat jauh dari kata normal. Berita baiknya, ada sejumlah strategi penumbuhan bisnis yang dapat dilakukan agar usaha anda tetap bertahan., termasuk di masa-masa sulit.

Di satu sisi, sejumlah program bantuan dari pemerintah dapat membantu beberapa usaha untuk tetap bertahan. Di sisi lain, banyak perusahaan yang terpaksa harus menutup usahanya dan dinyatakan pailit. Namun, bagi usaha yang mampu bertahan saat perekonomian sedang mengalami pemburukan, maka model bisnisnya mungkin akan berubah terus-menerus. Dari sisi positifnya, perubahan paksa ini bisa membuat bisnis beroperasi secara lebih efisien dan menghasilkan lebih banyak profit, sehingga masa depan usaha tersebut juga lebih cerah.

strategi penumbuhan bisnis

Strategi Penumbuhan Bisnis Yang ‘Tahan Banting’

Bisnis kecil dan menengah harus lebih kreatif dalam menerapkan strategi penumbuhan bisnis agar bisa bertahan di masa-masa sulit. Mereka juga harus memikirkan dua kata kunci penting yang dapat mendorong pertumbuhan perusahaan: yakni, diversifikasi dan adaptasi.

Diversifikasi

Bisnis yang terbiasa mengerjakan hal yang sama berulang-ulang tanpa perubahan (produk yang sama, jasa yang sama, upaya penjualan yang sama, harga yang sama, dan layanan konsumen yang sama, dan nyaris semuanya sama) akan tertinggal, bukan menjadi pemimpin. Di satu sisi, perubahan bersifat wajib dan baik bagi bisnis. Di sisi lain, mempertahankan operasi yang sama dapat membuat bisnis stagnan. Di lingkungan ekonomi saat ini, tidak ada alasan bagi bisnis untuk tetap stagnan.

Baca Juga:   Strategi Melipatgandakan Keuntungan Bisnis Online: Part 2

Inilah masanya bagi para pemilik bisnis kecil dan menengah untuk berfikir tentang kewirausahaan dan lebih kreatif saat memikirkan strategi penumbuhan bisnis. Daripada beroperasi dengan yang persis sama dari masa lalu, mereka harusnya mengembangkan model-model baru yang mempertahankan sebagian praktek masa lalu dan memadukannya dengan konsep masa depan, sehingga usahanya berbeda, lebih baik, dan unik.

Diversifikasi tentunya merupakan suatu elemen yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis. Ini adalah suatu proses menambah rangkaian produk dan jasa yang disediakan perusahaan. Diversifikasi termasuk menawarkan produk dan jasa yang memberi nilai tambah, atau bahkan menambah produk yang benar-benar berbeda.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang membuat bisnis lebih bervariasi dapat meningkatkan peluangnya penjualan dan pertumbuhan di masa lalu, bukan hanya dengan konsumen yang sama, namun juga dengan calon konsumen. Diversifikasi memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan pasarnya dengan produk atau jasa yang baru.

Adaptasi

Ini adalah faktor kunci lainnya yang sangat penting untuk kesuksesan sebuah usaha kecil dan menengah dalam jangka panjang. Di lingkungan bisnis yang sering berubah-ubah, adaptasi dalam bisnis berarti menyesuaikan diri dengan lingkungan lokal dan global, mengubah cara operasi bisnis sesuai kekuatan pasar, dan mengubah produk dan jasa yang ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mengembangkan sayap bisnis ke pasar yang berbeda.

Di satu sisi, banyak karyawan yang tetap bekerja dari rumah dan konsumen juga masih mematuhi kebijakan isolasi. Di sisi lain, bisnis juga bisa menyesuaikan situasinya saat ini atau bahkan harus tutup karena tidak mampu bertahan. Bisnis yang memahami perlunya adaptasi dan belajar bagaimana cara beradaptasi akan mampu membangun fondasi yang lebih kuat demi masa depan.

Baca Juga:   Edukasi Finansial Bagi Anak: Apa Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua?

Meskipun perubahan cara kerja yang sedang dilakukan perusahaan masih bersifat sementara, banyak perubahan tersebut diperkirakan akan menjadi permanen. Para konsumen, termasuk karyawan, akan menemukan zona nyaman yang baru dengan berbagai adaptasi yang sudah dilakukan, sehingga mereka tidak ingin kembali ke model bisnis yang lama. Misalnya adalah sistem layanan antar, layanan jasa kirim gratis, pertemuan melalui Zoom, demonstrasi melalui live streaming,  upgrade teknologi, layanan kesehatan jarak jauh, penjualan secara online, dan opsi-opsi pembayaran yang fleksibel.

Bahkan Perusahaan Besar Butuh Strategi Penumbuhan Bisnis

Hal ini menunjukkan bahwa strategi penumbuhan bisnis tidak hanya diperlukan usaha kecil menengah. Bahkan, perusahaan besar yang memang sudah tumbuh juga membutuhkannya. Dampak perekonomian yang lemah dan lingkungan bisnis yang berubah telah mendorong munculnya model-model bisnis baru ke permukaan. Mungkin, tidak ada yang membayangkan model bisnis semacam itu 6 bulan atau satu tahun yang lalu.

Meskipun tentunya tidak mudah mengubah operasi bisnis yang biasanya, orang-orang yang mencobanya akan merasakan manfaatnya. Tidak semua ide baru akan berhasil, namun bertahan di zona yang nyaman yang sama tidak akan cukup agar bisnis anda mampu bertahan di masa-masa sulit. Di masa lalu, perubahan mungkin bersifat pilihan daripada kebutuhan. Namun dalam kondisi saat ini, perubahan menjadi kebutuhan. Dari usaha kecil ke usaha besar, bisnis lokal ke bisnis global, perubahan itu akan selalu ada.

Tagged With :

Leave a Comment