Menurut para ahli, pandemi covid-19 sebenarnya hanya mempercepat apa yang sudah terjadi selama ini. Sebagai contoh, penggunaan QR code dalam transaksi sudah ada dalam beberapa tahun terakhir, meski aplikasinya masih terbatas. Nah, pandemi covid-19 mempercepat proses adopsi teknologi ini. Saat ini, transaksi menggunakan QR code sudah semakin meluas, seiring dengan upaya masyarakat untuk mengurangi kontak fisik. Di negara-negara maju seperti UK, USA, China, hampir semua penduduknya menggunakan QR Code dalam transaksi.
Sebenarnya, ada dua alasan mengapa adopsi teknologi QR code terjadi begitu cepat: yakni, Covid-19 dan Apple. Lho….? Beberapa tahun yang lalu, Apple mengubah software iPhone, sehingga anda bisa melakukan scan QR code dengan kamera ponsel dan tidak harus menjalankan aplikasi terpisah. Dalam sekejap, milyaran orang bisa menggunakan transaksi bebas-kontak. Sementara itu, pandemi mempercepat adopsi teknologi maupun tuntutan terhadap transaksi menggunakan QR code di bidang apapun, bukan hanya untuk berbelanja.

Kenyamanan Transaksi Menggunakan QR Code
Tentu saja, semua ini bukan hanya karena Apple, bukan? Teknologi kamera ponsel terus meningkat di seluruh dunia, sehingga QR code bisa di-scan dengan jelas dari jarak yang agak jauh, sehingga konsumen bisa berdiri dengan tetap menjaga jarak fisik dari titik jual atau titik beli tanpa menggunakan uang tunai. Namun, tidak diherankan jika kenyamanan yang ditawarkan iPhone telah menciptakan potensi untuk pasar secara massal.
Lihatlah ke sekitar dan anda akan melihat betapa teknologi semakin canggih di berbagai jenis bisnis, mulai dari warung kopi, cafe, pub, club, fast food, dan di tempat lainnya. Bahkan, transformasi bisa saja terjadi dalam sekejap. Misalnya, saat anda duduk di kafe, kemudian scanning QR code dan membuat pesanan di ponsel, maka pelayan akan datang membawakan makanan dan minuman sesuai pesanan anda – tanpa kontak, dan bahkan tanpa berbicara sama sekali. Begitu anak selesai, anda cukup berdiri dan berjalan keluar.
Anda bisa membayar dan langsung pergi, tanpa harus menunggu di kasir. Hal-hal seperti ini sangat disukai konsumen. Sebuah perusahaan penyelia teknologi di Amerika pernah melakukan pengukuran, dan penggunakan teknologi QR Code dalam transaksi ini bisa menghemat waktu rata-rata selama 21 menit. Di satu sisi, ini baik bagi konsumen karena mereka bisa memanfaatkan waktu untuk hal lain. Di sisi lain, ini juga baik bagi restoran, karena mereka bisa melayani lebih banyak orang dan meningkatkan potensi penjualan.
Transaksi Menggunakan QR Code dan Asumsi Masa Lalu
Beberapa tahun lalu, kita mungkin berfikir bahwa transaksi menggunakan QR code tidak akan berlangsung lama karena menggunakan kartu atau ponsel lebih cepat dan lebih aman. Namun, satu demi satu perusahaan retail mulai menggunakan QR code, dibanding NFC. Alasannya bisa bervariasi. Mungkin, mereka tidak ingin memaksa konsumen memahami bagaimana cara menghidupkan dan menggunakan NFC di smartphone. Atau mungkin juga karena Apple tidak memberikan akses interface pembayaran kepada mereka di iPhone.
Ketika perusahaan retail terbesar memutuskan menggunakan QR code, anda akan bisa melihat kemana arah angin berhembus. Sebagai contoh, Walmart memperkenalkan QR code ke dalam sistem Walmart Pay. Daripada harus memilih Walmart Pay saat checkout, konsumen sekarang bisa melakukan scan QR code dan Walmart Pay akan otomatis terkoneksi, sehingga konsumen bisa melakukan transaksi menggunakan QR code, tanpa kontak.
Asumsi lain yang ada lima tahun lalu adalah bahwa perusahaan retailer akan menghapus sistem pembayaran di POS dan beralih ke sistem pembayaran di aplikasi milik mereka sendiri, yakni aplikasi yang akan mereka gunakan untuk memberikan pelayanan konsumen yang lebih baik. Trend ini justru dipercepat oleh gabungan antara pandemi covid-19 dan teknologi ponsel yang semakin canggih.
Sebagai contoh, anda bisa melihat trend pengembangan aplikasi oleh rantai supermarket di UK, di mana Tesco menjadi perusahaan grosir terakhir yang mengembangan teknologinya sendiri. Demikian juga dengan Sainsbury’s yang mengembangkan applikasi SmarShop sendiri. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat daftar belanjaan sendiri, navigasi toko, dan melakukan pembayaran di kios yang ditunjuk. Tesco baru-baru ini mengumumkan platform pembayaran mobile, yakni Pay+ yang saat ini sudah melayani pembayaran senila milyaran dollar.
Sama halnya dengan perusahaan retail lain, salah satu daya tarik dari rantai supermarket adalah applikasi mereka bisa mengkombinasikan sistem pembayaran, loyalty, dan penelusuran daftar belanjaan di satu aplikasi saja. Semua ini bisa dilakukan hanya dengan satu QR scan. Tentunya, kita percaya bahwa kenyamanan seperti inilah yang menarik konsumen untuk menggunakan applikasi sendiri, karena konsumen bisa melakukan scan QR code di ponsel menggunakan kartu debit atau kartu kredit, rekening bank, atau akun PayPal yang sudah tersimpan di ponsel.
Dengan semua kenyamanan ini, apakah kita masih meragukan potensi transaksi menggunakan QR code di masa mendatang? Teknologi ini sudah ada di depan kita, dan pandemi hanya mempercepat proses adopsinya.
Tagged With : bisnis keuangan • keuangan • layanan keuangan