IHSG ditutup menguat pada level 6.462,43 (+0,40%) pada perdagangan Kamis (17/9) dan diproyeksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (18/9).
-
Proyeksi Pergerakan IHSG
-
Phintraco Sekuritas: Memproyeksikan IHSG menguji level resistance 6.500–6.550. IHSG secara teknikal bertahan kokoh di atas level support 6.400, didukung indikator Stochastic RSI yang membentuk pola Golden Cross di area oversold.
-
Pilarmas Sekuritas: Memprediksi IHSG berpotensi menguat, namun sifatnya terbatas. Pergerakan diproyeksi berada dalam rentang support 6.400 hingga resistance 6.535.
-
-
Analisis Sentimen Utama (Wacana Batas Defisit APBN)
-
Konteks Kebijakan: DPR tengah membahas Revisi UU Keuangan Negara terkait pengkajian ulang batas defisit APBN yang selama ini diatur maksimal 3% dari PDB berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003.
-
Dampak Positif Pasar: Kenaikan batas defisit APBN memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan strategis.
-
Potensi Risiko Fiskal:
-
Kenaikan jumlah utang dan beban bunga pemerintah untuk menutup penambahan defisit anggaran.
-
Kurang maksimalnya penyerapan Surat Berharga Negara (SBN) serta obligasi korporasi swasta di pasar.
-
Persepsi pelemahan disiplin fiskal Indonesia oleh investor global dan lembaga pemeringkat internasional, yang berisiko memicu penurunan credit rating, aliran modal keluar (capital outflow), dan tekanan pelemahan mata uang Rupiah.
-
-
-
Kinerja Sektoral Perdagangan Kamis (17/9)
-
Sektor Terkuat: Consumer cyclicals memimpin kenaikan pasar dengan menguat sebesar 1,63%.
-
Sektor Terlemah: Healthcare menjadi penekan utama dengan melemah sebesar 0,55%.
-
-
Rekomendasi Saham Pilihan Sekuritas
-
Rekomendasi Phintraco Sekuritas: BYAN, DSSA, CUAN, ADRO, PTRO, dan ADMR.
-
Rekomendasi Pilarmas Sekuritas: PTRO, HRUM, dan ADMR.
-
Perbandingan Rekomendasi Saham Hari Ini
Dua emiten berbasis tambang dan infrastruktur tambang, yaitu ADMR dan PTRO, menjadi pilihan utama yang direkomendasikan secara bersamaan oleh kedua sekuritas tersebut. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing.