Wall Street Melaju Kencang, Saham Teknologi Pimpin Reli Pasca-Keputusan The Fed

Penutupan bursa saham Wall Street pada Kamis (17/9) menunjukkan pergerakan positif dengan penguatan tajam di ketiga indeks utama pasar modal Amerika Serikat. Pasar mampu mengimbangi tekanan dari keputusan bank sentral yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Berikut adalah uraian mendalam mengenai kondisi dan faktor pendorong penguatan Wall Street tersebut:

  • Pergerakan Tiga Indeks Utama Bursa AS

    • Dow Jones Industrial Average (.DJI): Menguat sebesar 317,95 poin atau 0,62 persen, sehingga ditutup pada level 51.779,85.

    • S&P 500 (.SPX): Melonjak sebanyak 85,93 poin atau 1,14 persen menuju posisi 7.637,74.

    • Nasdaq Composite (.IXIC): Mencatat lonjakan tertinggi sebesar 439,87 poin atau 1,69 persen ke level 26.418,30.

  • Faktor Utama Pendorong Sentimen Positif Pasar

    • Penurunan Harga Minyak Mentah: Menyentuh titik terendah sepekan setelah kekhawatiran gangguan pasokan mereda akibat kabar kelancaran distribusi minyak Arab Saudi melalui Oman. Redanya lonjakan harga energi menekan kekhawatiran inflasi global.

    • Penurunan Imbal Hasil US Treasury: Memberikan kelegaan pada pasar saham dari tekanan beban pinjaman dan biaya modal.

    • Kekuatan Pasar Tenaga Kerja AS: Laporan klaim tunjangan pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan penurunan klaim awal mendekati level terendah sejak tahun 1969.

    • Meredanya Indeks Volatilitas (VIX): Indeks volatilitas pasar CBOE merosot ke level terendah dalam sepekan, sejalan dengan stabilisasi harga komoditas energi.

  • Respon Terhadap Kebijakan Federal Reserve (The Fed)

    • Kenaikan Suku Bunga Pertama: Pembuat kebijakan The Fed sepakat menaikkan target suku bunga dana federal untuk pertama kalinya sejak Juli 2023 demi mengembalikan inflasi ke target 2 persen.

    • Kesatuan Sikap Bank Sentral: Keputusan bulat dari anggota The Fed memberikan kepastian arah kebijakan bagi investor. Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan independensi bank sentral serta kondisi ekonomi AS yang tetap solid.

    • Ekspektasi Prospek Oktober: Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober melonjak menjadi 53,1 persen dari 27,2 persen sepekan sebelumnya.

  • Kinerja Sektor Saham dan Pergerakan Saham Spesifik

    • Sektor Pemimpin Penguatan: Sektor teknologi (.SPLRCT) memimpin reli penguatan di antara 11 sektor utama S&P 500. Sektor tambang emas-perak (.XAU) serta semikonduktor (.SOX) turut melonjak lebih dari 3 persen.

    • Sektor Berkinerja Lemah: Sektor keuangan (.SPSY) dan barang kebutuhan pokok konsumen (.SPLRCS) berakhir di zona merah dengan penurunan tipis. Saham perbankan (.SPXBK) menstabilkan posisi dengan kenaikan 0,2 persen.

    • Sektor Perumahan (.SPCOMHOME): Naik 1,1 persen terdorong kenaikan data pembangunan rumah keluarga tunggal dan penandatanganan kontrak penjualan rumah.

    • Kripto dan Fintek: Saham berbasis kripto menguat tajam didorong kebijakan SEC yang memberikan pengecualian 5 tahun untuk perdagangan saham bertokenisasi. Saham Circle (CRCL.N) dan Coinbase (COIN.O) naik 5,8 persen, sedangkan Robinhood (HOOD.O) menguat 5,2 persen.

    • Saham yang Mengalami Koreksi: Saham CoreWeave (CRWV.O) merosot 4,2 persen akibat rencana penawaran saham dan obligasi konversi. Saham Fluence Energy (FLNC.O) jatuh 15,4 persen setelah memangkas proyeksi pendapatan fiskal 2026.

  • Statistik Internal dan Volume Perdagangan Bursa

    • NYSE: Jumlah saham naik mengungguli saham turun dengan rasio 2,38 banding 1 (112 saham menyentuh rekor tertinggi baru, 164 menyentuh rekor terendah baru).

    • Nasdaq: Sebanyak 3.274 saham menguat dan 1.483 saham melemah (rasio 2,21 banding 1). Terdapat 60 saham menyentuh rekor tertinggi baru 52-minggu.

    • Volume Transaksi: Perdagangan bursa AS mencatatkan volume 17,57 miliar saham, melampaui rata-rata harian 20 hari terakhir sebesar 15,37 miliar saham.

Leave a Comment