Strategi Jitu Investasi Reksa Dana Selama Krisis Corona

Banyak investor telanjur cut loss sejak ambruknya IHSG bulan lalu, termasuk investor reksa dana. Namun, menyaksikan krisis akibat pandemi virus Corona yang berlarut-larut, kini sejumlah investor mulai gelisah dan ingin mulai menanamkan investasi lagi. Pertanyaannya, aset investasi mana yang layak dipilih selama masa krisis?

Bagi investor saham, jawabannya relatif sederhana. Mumpung saham-saham blue chip sedang diskon besar-besaran, serok bawah saja. Asalkan punya likuiditas memadai, main saham dalam situasi ini tetap menguntungkan. Tapi bagi investor reksa dana, pemilihan produk yang prospektif tidak dapat dilakukan sesederhana itu. Apalagi reksa dana saham cenderung rebound lebih lambat daripada IHSG.

Cegah Kerugian Reksa Dana Dengan 3 Tips Ini

Apakah Anda termasuk salah satu investor yang terjebak dilema tersebut? Jika ya, maka ada dua strategi yang dapat dipilih berdasarkan minat risiko dan persediaan likuiditas Anda:

  • Bagi investor yang menyukai risiko tinggi dan punya likuiditas memadai, maka lanjutkan saja berinvestasi reksa dana saham. Rumusnya sama dengan investasi di pasar saham. Jika Anda masuk sekarang pada pasar sedang jelek, maka potensi keuntungan akan besar pula ketika kelak kondisi pasar pulih. Hanya saja, Anda harus memastikan hanya berinvestasi pada produk reksa dana saham yang menampilkan return tinggi dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir. Semakin tinggi semakin baik, tetapi jangan ambil produk mana pun yang menampilkan return di bawah 20% dalam 5 tahun terakhir.
  • Bagi investor yang memiliki minat risiko lebih moderat tapi likuiditas cukup banyak, maka ada baiknya mempertimbangkan untuk menabung produk reksa dana pendapatan tetap saja. Reksa dana berbasis obligasi ini menjanjikan keuntungan yang lebih terjamin daripada reksa dana saham. Syaratnya, pastikan koleksi obligasi produk reksa dana itu didominasi oleh obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan-perusahaan top.
  • Bagi investor yang memiliki minat risiko rendah dan likuiditas terbatas, maka sebaiknya berfokus pada reksa dana pasar uang saja. Perlu diketahui, reksa dana pasar uang masih mencatat kinerja positif sejak awal tahun 2020 ini. Meski pertumbuhan bulanan sangat lambat, tetapi setidaknya Anda dapat menghindari return negatif.
Baca Juga:   Cara Bersiap Hadapi Situasi Darurat Keluarga Tanpa Asuransi

Nah, diantara ketiga strategi ini, alternatif mana yang akan Anda ambil? Tak peduli yang mana, pastikan Anda memeriksa prospektus dan fact sheet sebelum menanamkan modal dalam reksa dana apa pun. Semoga sukses!

Tagged With :

Leave a Comment