Penyebab NAB Reksa Dana Turun dan Cara Mengatasinya

XM broker promo bonus

Pemula mungkin sering sport jantung sepanjang tahun 2020-2021, karena kinerja NAB reksa dana saham jatuh-bangun. Baru beli reksa dana hari ini, NAB esok hari sudah minus sekian persen. Ditunggu beberapa hari lagi, NAB malah makin merosot. Apa penyebab NAB reksa dana turun dan bagaimana cara mengatasinya?

Ada banyak penyebab NAB reksa dana turun, berbeda-beda tergantung pada jenis produk reksa dana terkait. Di sini kita akan mengulasnya satu per satu, mulai dari reksa dana saham, pendapatan tetap, sampai pasar uang.

Penyebab NAB Reksa Dana Turun dan Cara Mengatasinya

  • Reksa Dana Saham

Manajer Investasi (MI) akan menanamkan mayoritas dana investor yang terkumpul dalam reksa dana saham ke saham-saham pilihan. Mengingat MI telah memiliki wawasan dan pengalaman mumpuni di bidangnya, saham-saham pilihan mereka pun tentunya berkualitas baik dan menguntungkan. Namun, penurunan harga saham tetap bisa terjadi di tengah kondisi ekonomi yang buruk.

Umpama terjadi krisis hingga penjualan dan pendapatan perusahaan terganggu, nilai saham-saham unggulan pun akan menurun. Tapi, nilai saham-saham tersebut juga akan bangkit kembali setelah kinerja perekonomian pulih.

Apa yang dapat kita lakukan saat NAB reksa dana saham menurun? Ada dua pilihan:

  1. Alternatif bagi investor konservatif: Memindahkan dana investasi ke reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana pasar uang yang berisiko lebih rendah.
  2. Alternatif bagi investor agresif: Terus berinvestasi dalam reksa dana saham dengan tujuan untuk mengurangi rata-rata NAB pembelian dalam portofolio kita sendiri. Apabila rata-rata NAB pembelian sudah berkurang, kita akan lebih cepat cuan kelak setelah kinerja bursa saham membaik.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

Manajer Investasi (MI) akan menanamkan mayoritas dana investor yang terkumpul dalam reksa dana pendapatan ke instrumen obligasi. Tujuannya untuk memperoleh bunga secara berkala, serta memperoleh kenaikan harga dari jenis obligasi tertentu.

Baca Juga:   Bunga Deposito Tertinggi Saat Ini untuk Tenor 1 Sampai 12 Bulan

Investor biasanya menganggap obligasi sebagai instrumen investasi yang lebih “aman” daripada saham. Oleh karena itu, NAB reksa dana pendapatan tetap justru moncer pada era krisis dan melempem saat perekonomian tumbuh sehat.

Langkah apa yang perlu kita ambil saat NAB reksa dana pendapatan tetap menurun? Santai saja dan pertahankan investasi Anda. Obligasi akan selalu membayarkan bunga dalam kondisi ekonomi baik maupun buruk, sehingga kinerja NAB yang negatif pun cepat atau lambat akan kembali positif.

Apabila merasa tak sabar dalam menghadapi kinerja reksa dana pendapatan tetap yang lamban, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memindahkan modal investasi. Saat kondisi ekonomi baik, reksa dana saham dapat menjadi pilihan berikutnya. Sedangkan jika kondisi ekonomi sedang krisis, sebaiknya pindahkan dana ke reksa dana pasar uang.

  • Reksa Dana Pasar Uang

Manajer Investasi (MI) akan menanamkan mayoritas dana investor yang terkumpul dalam reksa dana pasar uang ke instrumen deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo di bawah 1 tahun. Tujuannya untuk memperoleh bunga secara konsisten.

Kalau memiliki reksa dana pasar uang, Anda akan menyaksikan NAB meningkat terus-menerus nyaris setiap hari lantaran pembayaran bunga deposito dan obligasi yang konsisten tadi. Inilah alasannya mengapa reksa dana pasar uang memiliki pergerakan yang paling stabil dan kinerja NAB-nya hampir tidak mungkin negatif.

Hanya saja, pertumbuhan NAB reksa dana pasar uang biasanya sangat lambat dalam kondisi ekonomi yang sedang krisis maupun sehat. Umpama NAB reksa dana saham berpotensi tumbuh 60% dalam setahun saat perekonomian maju, NAB reksa dana pasar uang kemungkinan hanya tumbuh 6% saja. Seandainya NAB reksa dana pendapatan tetap berpeluang tumbuh 15% saat krisis ekonomi, NAB pasar uang mungkin cuma naik 5%.

Baca Juga:   3 Jenis Biaya Atas Investasi Reksadana Anda

Jadi, kita tak perlu khawatir tentang penyebab NAB reksa dana turun. Yang terpenting, ketahuilah kondisi ekonomi makro terkini. Lalu pilihlah reksa dana paling tepat sesuai situasi ekonomi dan tujuan investasi Anda.

Tagged With :

Leave a Comment