Kiat Menghadapi Berita Pembubaran Reksa Dana

Dalam bulan November 2019 ini, sejumlah berita negatif menerpa investasi reksa dana. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui telah mensuspen reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi PT Narada Asset Management karena masalah gagal bayar. Enam produk reksa dana kelolaan PT Minna Padi Investama juga dibubarkan paksa karena sebelumnya dipasarkan dengan janji keuntungan tetap yang dianggap menyesatkan. Di tengah situasi ini, bagaimana sikap investor reksa dana yang tepat? Apakah perlu melepas semua koleksi reksa dana?

Kiat Menghadapi Berita Pembubaran Reksa Dana

Langkah pertama yang perlu diambil adalah menenangkan diri. Ingat, keputusan investasi yang tepat hanya dapat diambil dengan kepala dingin, bukan dengan bumbu-bumbu emosi sesaat.

Langkah kedua, tengok lagi latar belakang dan kondisi keuangan manajer investasi yang mengelola reksa dana Anda. Apakah produk-produk reksa dana kelolaannya menunjukkan kinerja NAB normal atau abnormal? Apakah aset keuangan yang dikoleksi oleh manajer investasi Anda termasuk aset keuangan yang baik-baik saja atau bermasalah? Semua informasi ini bisa Anda peroleh dengan menengok lembar prospektus dan dokumen lain yang disajikan oleh manajer investasi.

Otoritas hanya menyoroti kinerja sejumlah reksa dana tertentu yang nampak abnormal, yaitu menunjukkan perubahan luar biasa besar dalam tempo sangat singkat. Secara khusus, abnormalitas kemungkinan besar muncul dari produk reksa dana saham. Industri reksa dana Indonesia dan produk reksa dana non-saham secara umum masih sehat dan menunjukkan kinerja yang cukup stabil dalam tahun ini, jadi Anda tak perlu khawatir jika manajer investasi Anda baik-baik saja. Apabila manajer investasi ternyata menunjukkan kejanggalan, atau malah barang kali termasuk salah satu manajer investasi yang sedang terlibat masalah, maka barulah Anda perlu mengambil tindakan segera.

Baca Juga:   Mana yang Lebih Baik, Investasi Saham atau Properti?

Langkah ketiga, ingat kembali apa tujuan awal Anda menanamkan dana dalam investasi reksa dana. Apabila target Anda jangka pendek dan sedang berinvestasi dalam reksa dana pasar uang, maka tenangkah, jenis reksa dana ini kemungkinan tidak akan terlibat kasus. Apabila target Anda jangka panjang dan sedang berinvestasi dalam reksa dana saham, maka Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk menambah unit penyertaan selagi NAB sedang rendah.

Lho, jadi tak perlu melepas investasi reksa dana? Ya, Anda hanya perlu mempertimbangkan untuk melepasnya apabila investasi reksa dana Anda terpengaruh secara langsung oleh penindakan OJK atau menunjukkan kejanggalan kinerja. Selama reksa dana Anda tak menunjukkan kedua indikasi tersebut, maka Anda bisa menarik napas lega.

Tagged With :

Leave a Comment