Kelemahan Diversifikasi Reksa Dana yang Perlu Anda Tahu

Anda barangkali sudah pernah mendengar tentang beragam kelebihan diversifikasi. Ibarat membagi telur dalam beberapa keranjang, menyimpan uang dalam beberapa produk reksa dana itu katanya akan lebih aman daripada menanamkan modal pada satu produk reksa dana saja. Tapi, tahukah Anda bahwa diversifikasi reksa dana juga membawa konsekuensi tersendiri? Setidaknya ada dua kelemahan diversifikasi reksa dana yang perlu Anda ketahui.

Perusahaan Sekuritas Ditutup

Pertama, diversifikasi menuntut investor untuk memahami beragam jenis aset investasi. Investor pemula boleh jadi mengira cukup membeli beberapa produk reksa dana saja untuk menjalankan diversifikasi. Tapi faktanya, hal itu tidaklah optimal.

Kalau semua reksa dana yang diikuti itu tergolong satu jenis yang sama, maka diversifikasi tidak akan efektif karena semua mungkin jatuh dan naik pada rentang waktu yang sama. Ambil contoh ketika reksa dana saham ambruk massal pada awal tahun 2020 ini. Jadi, investor perlu memahami semua jenis reksa dana agar mampu melaksanakan diversifikasi dengan baik. Anda perlu tekun belajar dan menimba ilmu melalui artikel yang tersedia online maupun buku-buku yang ditulis para pakar.

Kelemahan kedua, investor harus memahami bahwa diversifikasi akan memperlambat kinerja portofolio. Tujuan diversifikasi reksa dana adalah untuk melindungi portofolio dari gejolak yang tajam. Tapi aset-aset investasi yang berkinerja tertinggi (saham) merupakan aset-aset investasi yang berisiko tertinggi pula. Dengan melakukan diversifikasi, kita mengurangi eksposur terhadap aset-aset berisiko tinggi ini sekaligus mengurangi prospek keuntungan yang lebih pesat di masa depan.

Reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang tidak dirancang untuk menghasilkan profit berlipat ganda dalam waktu singkat, melainkan untuk mengembangkan modal secara stabil dalam jangka panjang. Dalam kondisi krisis seperti sekarang, kedua jenis reksa dana ini tentu menguntungkan. Tapi apabila kondisi ekonomi sudah normal kembali, investor yang melaksanakan diversifikasi kemungkinan bakal kehilangan potensi profit ratusan persen dari saham.

Baca Juga:   Kelanjutan Kasus Reksa Dana Minna Padi dan Narada Makin Menggemparkan

Jadi, bagaimana solusinya? Sederhana saja. Diversifikasi itu penting, tapi jangan melakukan diversifikasi secara berlebihan. Anda juga perlu mempertimbangkan toleransi risiko pribadi sebelum melakukan diversifikasi, agar dapat memilih proporsi diversifikasi yang paling tepat dengan tujuan investasi.

Tagged With :

Leave a Comment