Investasi Sampingan yang Menguntungkan untuk Pengusaha Startup

Dalam pergaulan millenial, kadang-kadang muncul pertanyaan, “Mau pilih jadi karyawan, jadi pengusaha, atau investasi saja?” Padahal, karyawan maupun pengusaha sama-sama bisa mendapatkan keuntungan ekstra dengan berinvestasi keuangan. Pengusaha startup pun wajib untuk berinvestasi non-bisnis riil agar dapat meragamkan (diversifikasi) aset dan kekayaannya, sekaligus berjaga-jaga menghadapi kemungkinan resesi ekonomi.

Investasi Emiten Startup

Bisnis startup membutuhkan modal yang tidak sedikit. Tak jarang, seluruh dana simpanan terpaksa digelontorkan demi merintis bisnis yang belum profitabel selama beberapa tahun awal pendiriannya. Hal ini membuat para pengusaha startup mengabaikan pentingnya berinvestasi. Akibatnya, ketika usaha startup-nya gagal memenuhi ekspektasi, maka mereka langsung bangkrut dan kesulitan untuk bangkit lagi secara finansial.

Coba bayangkan seandainya sang pengusaha startup telah membagi modal yang dimilikinya menjadi beberapa bagian, termasuk untuk modal bisnis riil dan modal investasi non-bisnis riil. Ketika kondisi ekonomi memburuk dan bisnis riil lesu, masih ada investasi lain yang dapat mengimbanginya. Ketika kondisi ekonomi bagus dan bisnis maju, dana investasi non-bisnis riil dapat dipergunakan sebagai cadangan dana darurat.

Pertanyaannya, investasi keuangan apa yang cukup aman dan dapat melindungi kekayaan saat kondisi ekonomi memburuk? Banyak sekali aset keuangan seperti itu. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Emas

Logam mulia dikenal sebagai aset pelindung kekayaan paling andal sejak jaman kuno. Hingga saat ini pun, Emas tetap dipercaya orang-orang dari seluruh dunia sebagai aset investasi paling aman dan tahan krisis.

2. Obligasi Pemerintah

Produk obligasi pemerintah seperti ORI dan SBN Ritel bukan hanya menawarkan keuntungan dalam bentuk persentase tetap yang dibayar secara berkala. Produk-produk ini juga melindungi kekayaan kita, karena dijamin langsung oleh Pemerintah RI.

3. Tanah dan Bangunan

Harga tanah dan bangunan di Indonesia hampir tidak pernah turun. Anda bisa jadi merugi kalau berinvestasi apartemen, tetapi tak ada orang yang bangkrut karena investasi properti berupa tanah dan bangunan. Di lokasi-lokasi strategis, nilai properti bahkan bisa meningkat secara konsisten dengan laju melebihi bunga deposito bank.

4. Barang Koleksi

Apabila Anda menggemari aktivitas koleksi tertentu, seperti filateli, barang seni, atau barang antik, maka Anda bisa menjalaninya secara serius sebagai investasi alternatif. Asalkan Anda tak terjebak modus penipuan barang palsu, maka prospek keuntungan jual-beli barang koleksi bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan persen.

Nah, investasi sampingan mana yang menurut Anda paling cocok dipilih? Manapun yang ingin Anda ambil, pastikan Anda telah memahami risiko dan seluk-beluknya terlebih dahulu.

Tagged With :

Leave a Comment