Diversifikasi Investasi “Pelindung Portofolio di Kala Susah?”

Di tengah ketidakpastian pasar saat ini, terutama akibat serangan virus corona di berbagai negara di dunia, semakin penting bagi investor untuk memahami pentingnya diversifikasi. Diperlukan semacam campuran investasi yang benar sesuai situasi anda, terutama saat terjadi ketidakpastian di pasaran. Meskipun kita tidak bisa mengendalikan naik turunnya perekonomian, diversifikasi investasi membantu anda meminimalisir dampak situasi perekonomian terhadap portofolio.

Pada masa-masa yang penuh tantangan di pasar keuangan global, diversifikasi investasi dapat membantu melindungi investor menghadapi implikasi negatif yang signifikan terhadap portofolio investasi mereka. Namun, perlu disadari bahwa tidak semua upaya diversifikasi berhasil. Sebagai contoh, menerapkan prinsip ‘beli murah dan jual mahal’ tidak selalu mendatang keuntungan bagi investor. Seperti yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir, pasar bisa saja berubah hanya dalam hitungan detik.

diversifikasi investasi

Mengapa Diversifikasi Investor Penting?

Menurut para pakar, hari-hari terburuk dan hari-hari terbaik dalam investasi mungkin berdekatan. Sekali investor melewatkan satu hari terbaik, maka mereka akan memasuki hari-hari terburuknya. Sayangnya, tidak ada jalan pintas untuk membangun kekayaan yang tahan seumur hidup hanya dalam satu hari. Berikut adalah beberapa alasan mengapa diversifikasi investasi dapat menjadi pelindung:

Mencegah Taruhan Besar

Menurut para pakar investasi, mencegah taruhan besar dapat membantu anda meminimalisir kerugian. Satu kelas aset atau instrumen investasi dapat mengalami gejolak yang lebih buruk dibanding instrumen investasi lainnya. Bayangkan jika anda kebetulan berinvestasi pada instrumen yang mengalami gejolak terburuk. Maka resikonya pasti sangat besar.

Dengan diversifikasi investasi, anda bisa mengimbangi kerugian dari satu instrumen investasi melalui keuntungan yang didapatkan dari investasi lain. Diversifikasi tidak mesti dilakukan untuk instrumen yang berbeda. Namun, anda bisa mengambil portofolio yang berbeda pada satu instrumen yang sama.

Baca Juga:   Apa itu Investasi Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Cara Membelinya

Misalnya, investasi reksadana anda dikelola oleh manajer investasi yang berbeda. Setiap manajer investasi tentunya memiliki kinerja yang berbeda. Anda salah satu manajer gagal mengelola dana investasi dengan baik, anda bisa mengharapkan kerugian tersebut diimbangi dengan keuntungan dari pengelolaan dana oleh manajer investasi yang satu lagi.

Mitigasi Resiko Investasi

Diversifikasi investasi saat ini lebih menantang karena perekonomian dunia bersifat semakin global. Hal ini terlihat jelas dalam beberapa minggu terakhir. Meskipun kinerja masa lalu tidak selalu akurat dalam memprediksi hasil di masa depan, sejarah bisa menjadi cerminan yang berguna untuk melihat bagaimana kinerja pasar dalam berbagai kondisi di masa lalu.

Dalam sebuah chart yang disajikan di Forbes tentang kinerja investasi global dalam dua dekade terkahir. Ada empat instrumen investasi yang berpengaruh, yakni pasar saham AS, obligasi AS, obligasi global, dan ekuitas global. Masing-masing kelas asset ini pernah muncul sebagai pemuncak selama dua dekade terakhir. Selama dan setelah krisis keuangan, dilaporkan bahwa obligasi global menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding indeks lainnya.

Dengan kata lain, alokasi asset anda mungkin tidak begitu berpengaruh ketika kondisi pasar sedang baik-baik saja. Namun, saat kondisi perekonomian melemah, dampak diversifikasi investasi akan terlihat lebih jelas. Jika anda mampu memprediksi masa depan, maka anda mungkin tidak perlu bersusah payah melakukan diversifikasi. Namun bagi sebagian besar investor, diversifikasi portofolio investasi pada wilayah geografis yang berbeda, sektor yang berbeda, atau kelas aset yang berbeda adalah salah satu cara untuk bertahan dalam jangka panjang.

Tentu saja tidak ada rumus investasi yang ajaib. Sesuatu yang terlihat baik saat ini bisa saja berubah ketika kondisi ekonomi juga berubah. Jadi, portofolio dengan diversifikasi investasi yang baik bisa saja terlihat berbeda-beda tergantung situasi investor pada waktu itu. Misalnya, faktor-faktor seperti kebutuhan pendapatan, waktu investasi, dan ketersediaan asset lain seperti real estate atau dana pensiun akan berperan dalam membentuk alokasi asset seorang investor.

Baca Juga:   Pilihan Investasi Tepat Untuk Dana Pendidikan Anak
Melindungi Portofolio

Sejauh ini, bentuk diverifikasi investasi yang paling populer adalah alokasi asset. Anda bisa melindungi portofolio dari kehilangan nilai dengan cara memiliki elemen dari kelas investasi yang berbeda, seperti saham, obligasi, uang tunai, emas, real estate, atau komoditas lain. Dari beberapa kelas asset yang ada, mungkin ada satu kategori yang gagal, tapi kategori lainnya mungkin menguntungkan.

Sebagai contoh, ketika harga saham turun, harga obligasi biasanya naik karena investor akan memindahkan uangnya kepada instrumen investasi yang dianggap beresiko lebih kecil. Jadi, sebuah portofolio yang berisi saham dan oblogasi biasanya memiliki kinerja yang berbeda daripada portofolio yang isinya hanya saham atau hanya obligasi, terutama ketika pasar sedang drop.

Inti dari diversifikasi investasi adalah meminimalisir resiko. Jadi, pastikan anda melakukannya dengan cerdas dan dengan pertimbangan yang matang. Bukan berarti ketika investor lain memburu emas lantas anda juga ikut berburu emas. Padahal, anda tidak memiliki pengetahuan di bidang investasi emas. Sekali lagi, pertimbangan yang matang dan perencanaan yang baik sangat penting untuk menjaga portofolio investasi anda.

Tagged With :

Leave a Comment