3 Rencana Dana Pensiun Terbaik Bagi Karyawan dan Pekerja Lepas

Sesuai dengan siklus kehidupan kita, hari tua merupakan masa yang pasti akan tiba. Oleh karenanya, kita perlu bersiap-siap untuk menghadapinya demi menikmati masa pensiun yang nyaman tanpa perlu bekerja keras lagi demi sesuap nasi. Tapi, bagaimana caranya agar kita dapat mempersiapkan rencana dana pensiun terbaik?

Menabung untuk pensiun saja pasti tidak cukup. Umpama kita menabung Rp500.000 setiap bulan selama 20 tahun, maka hasil akhirnya hanya (500.000 x 12 x 20 = Rp120.000.000). Berapa lama kita akan bertahan hidup dengan dana sebanyak itu? Seandainya kita membutuhkan biaya hidup sebanyak Rp3 juta per bulan saja, dana Rp120 juta hanya akan bertahan selama 3 tahun lebih sedikit.

Tabungan atau deposito kita mungkin akan mendapatkan bunga dari bank, tetapi besarnya paling-paling hanya seimbang dengan laju inflasi. Konsekuensinya, nilai uang dalam tabungan tidak berkurang -tapi juga tidak akan berkembang-.

Solusi rencana dana pensiun terbaik bukanlah dengan cara menabung, melainkan berinvestasi. Tapi, bukan sembarang investasi. Investasi untuk dana pensiun terbaik harus berisiko rendah, tidak mengalami pergolakan nilai yang drastis, serta mampu memberikan hasil secara rutin (aset produktif). Berdasarkan kriteria ini, instrumen investasi forex, kripto, dan emas menjadi tidak sesuai.

Rencana Dana Pensiun Terbaik Bagi Karyawan dan Pekerja Lepas

Ada 3 rencana dana pensiun terbaik yang tepat dan relatif lebih aman bagi kita, yaitu:

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Program Jaminan Hari Tua berupa dana tabungan yang dipotong otomatis dari gaji bulanan, kemudian memberikan keuntungan secara rutin yang akan terakumulasi menjadi jaminan uang pensiun di hari tua bagi para pesertanya. Program JHT biasanya disediakan oleh perusahaan tempat kita bekerja, tetapi juga dapat direncanakan mandiri oleh pekerja lepas yang tidak memperolehnya dari perusahaan. Program JHT terkenal di Indonesia adalah BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga:   Kurs Dollar Hari Ini - Kamis, 03 Juni 2021

2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Program DPLK mirip dengan JHT, tetapi memiliki beberapa perbedaan khas. Program DPLK berbasis iuran sukarela, bukan wajib. Program DPLK juga tidak menjamin besaran saldo uang pensiun yang akan diterima peserta, karena akan tergantung pada imbal hasil investasi dana yang terhimpun.

Penyelenggara DPLK umumnya berasal dari kalangan perbankan dan asuransi, seperti BNI Simponi, DPLK AXA Mandiri, serta Dana Pensiun BCA. Iuran DPLK dapat bersumber dari kontribusi perusahaan secara terkoordinasi ataupun peserta mandiri.

3. Penghasilan dari Portofolio Investasi

Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, tak semua aset cocok untuk rencana dana pensiun terbaik. Untuk itu, kita perlu memilih dengan hati-hati.

Beberapa contoh aset produktif populer untuk persiapan pensiun di kalangan masyarakat antara lain properti (rumah kos atau rumah sewa), reksa dana, dan saham. Kita dapat memilih semuanya ataupun salah satu saja, asalkan sudah memahami seluk-beluk aset investasi tersebut beserta segala risikonya.

Ketiga pilihan rencana dana pensiun terbaik ini sebaiknya dikombinasikan untuk mencapai hari tua yang paling nyaman dan tanpa beban. Jangan hanya mengandalkan JHT saja atau DPLK saja, karena ada kemungkinan lembaga pengelolanya kolaps atau pailit sebelum masa pensiun Anda tiba. Perolehan anuitas dari JHT atau DPLK juga biasanya tak cukup memadai untuk mencapai taraf hidup yang sama dengan sebelum pensiun, sehingga perlu “disubsidi” oleh imbal hasil investasi aset produktif.

Tagged With :

Leave a Comment