Bisakah Kita Rugi Gara-gara Investasi Reksa Dana?

Sebagian besar reksa dana terus mengalami kenaikan nilai dari waktu ke waktu. Hal ini sering membuat orang mengira kalau kita tidak mungkin rugi akibat investasi reksa dana. Padahal, semua investasi pasti mengandung risiko kerugian tertentu. Apalagi jika kita berinvestasi pada reksa dana saham (RDS) yang berisiko tinggi.

3 Cara Mengatasi Kerugian Dalam Trading Forex

RDS pada awal tahun 2020 mengalami kemerosotan drastis akibat pasar saham anjlok menghadapi pandemi COVID-19. Hingga saat artikel ini ditulis pada pertengahan Agustus, banyak sekali reksa dana saham yang masih minus antara belasan hingga puluhan persen. Jadi, kita tetap bisa rugi dari investasi reksa dana.

Investor tak perlu khawatir karena nilai reksa dana hampir tidak mungkin jatuh sampai nol atau ludes sama sekali. Inilah faktor keamanan unik yang dimiliki oleh reksa dana (dan tidak dimiliki oleh saham maupun forex). Tapi, apa yang perlu dilakukan ketika reksa dana kita minus selama berbulan-bulan?

Tetap tenang, jangan ambil keputusan secara gegabah. Sebaiknya juga jangan langsung jual koleksi reksa dana yang sedang minus. Ikuti dua langkah berikut ini:

  • Bandingkan reksa dana yang minus itu dengan produk reksa dana lain dari jenis yang berbeda. Umpama sudah punya produk RDS, bandingkan dengan reksa dana pendapatan tetap (RDPT) atau reksa dana pasar uang (RDPU).
  • Bandingkan reksa dana yang minus itu dengan produk reksa dana sejenis yang dikelola oleh manajer investasi lain. Umpama sudah punya produk RDS dari MI Sucorinvest, bandingkanlah dengan RDS dari beberapa MI lain.

Ambillah keputusan berdasarkan hasil kedua perbandingan tadi. Ada masa-masa ketika salah satu jenis aset benar-benar jatuh, tetapi jenis aset lain malah naik daun. Hal ini sempat terjadi pada awal tahun 2020. Semua RDS merosot, tapi RDPT tetap naik pesat.

Baca Juga:   Investasi Apa yang Paling Cocok untuk Ibu Rumah Tangga?

Dalam situasi ini, kita bisa memilih untuk stop berinvestasi pada RDS dulu. Tak harus mencairkan semua dana dalam RDS yang berkinerja buruk, karena nilainya kelak bisa jadi akan naik lagi setelah semua aset sebidangnya menguat. Kita cukup mencicil investasi lagi pada produk RDPT.

Setelah itu, periksa apakah kinerja RDS dari MI Sucorinvest itu lebih baik dibanding RDS dari MI lain. Kalau RDS itu unggul dibanding yang lain, pertahankanlah. Apabila lebih buruk, maka barulah mempertimbangkan untuk mencairkan sebagian atau keseluruhannya. Setelah itu, dana dapat dialihkan ke jenis reksa dana lain ataupun RDS yang berkinerja lebih baik.

Tagged With :

Leave a Comment