5 Kesalahan Yang Dilakukan Pemilik Usaha Kecil Pemula

Tidak sedikit usaha kecil yang gagal pada tahun pertama atau tahun keduanya. Pemilik usaha kecil kerap mengabaikan hal-hal yang terlihat sepele namun ternyata berdampak besar terhadap keberlanjutan usaha. Mereka melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang, sehingga dapat menghambat kesuksesan perusahaan. Di satu sisi, memang benar setiap perusahaan berbeda, dan ada kesalahan yang dilakukan berulang. Berikut akan dibahas beberapa kesalahan yang dilakukan pemilik usaha kecil secara berulang.

Kenali Beberapa Kesalahan Yang Dilakukan Pemilik Usaha Kecil Ini

Tidak Membuat Rencana Bisnis Yang Komprehensif

Rencana bisnis yang profesional menjadi peta jalan (road map) yang mengidentifikasi tujuan perusahaan dan memuat strategi atau cara mencapai tujuan tersebut. Bagaimana mungkin anda sampai pada tujuan akhir (profitabilitas) jika anda tidak memiliki rencana yang jelas untuk mencapainya? Rencana bisnis mesti memuat Ringkasan Eksekutif yang terdiri dari satu atau dua halaman, menjelaskan apa bisnis anda, siapa yang menjalankannya, bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan, target pasar, kondisi persaingan, tawaran produk/jasa, operasi, upaya penjualan/pemasaran, data investasi, dan proyeksi finansial.

kesalahan yang dilakukan pemilik usaha kecil

Perusahaan yang gagal umumnya tidak melakukan riset pasar yang memadai. Padahal, riset pasar membantu mereka mengidentifikasi bagaimana sebuah produk atau jasa akan mampu memenuhi kebutuhan target konsumen. Perusahaan perlu melakukan update riset pasar secara teratur, agar usaha yang dijalankan tetap sesuai kebutuhan konsumen.

Perlu diingat bahwa rencana bisnis menjadi titik acuan yang bisa menjadi rujukan bagi perusahaan, bagaimanapun perkembangannya kelak. Perusahaan perlu melakukan review terhadap rencana bisnis secara berkala untuk menentukan apakah anda sudah memenuhi target penjualan dan profit, untuk melihat apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan.

Manajemen Finansial Yang Buruk

Modal adalah urat nadi perusahaan kecil, dan pendanaan yang cukup adalah langkah pertama menuju solvabilitas bisnis. Rencana keuangan dan penganggaran yang tidak memadai, serta kegagalan untuk menelusuri pengeluaran bisa memicu masalah arus kas (cash flow) yang berpotensi menghancurkan bisnis anda. Salah satu kesalahan yang dilakukan pemilik usaha kecil, terutama pemula, adalah tidak memiliki uang yang cukup untuk memastikan keberlanjutan operasi perusahaan.

Apapun jenis pembiaya usaha kecil yang anda dapatkan (baik melalui keluarga dan teman, penggalangan dana, kredit bank biasa, atau pinjaman UMKM), pastikan perusahaan anda memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasionaal harian. Ketika anda memulai sebuah usaha, anda mesti menyiapkaan diri menghadapi tantangan-tantangan yang tidak diperkirakan sebelumnya, seperti kendala yang tidak terantisipasi sebelumnya, dan terkadang memicu banyak biaya.

Apa yang harus anda lakukan? Cobalah hitung berapa banyak uang yang akan anda butuhkan untuk meluncurkan bisnis, dan kemudian, dapatkan pinjaman dengan pagu di atas itu. Jangan sampai anda kembali lagi ke kreditur yang sama dan mengajukan tambahan pinjaman! Kreditur akan menganggapnya sebagai pertanda bahwa anda memiliki perencanaan yang buruk, atau bahkan, model bisnis yang buruk.

Mengabaikan Marketing

Mengabaikan pentingnya pemasaran dapat menghambat visibilitas perusahaan dan memicu kegagalan untuk mendapatkan konsumen. Jadi, sebuah perusahaan membutuhkan strategi pemasaran yang konsisten dan dijalankan dengan baik. Bukan berarti anda mesti mengalokasikan anggaran iklan yang mahal. Perusahaan abad ke-21 mestinya memiliki website dengan desain modern, dan halaman media sosial aktif. Bahkan, usaha yang paling sederhana sekalipun harus siap mengadopsi teknologi. Di satu sisi, tidak perlu biaya untuk membuat akun Facebook, Twitter, TikTok, Instagram, maupun YouTube, namun di sisi lain, anda tetap membutuhkan investasi waktu dan bakat agar penggunaan media sosial tersebut efektif.

Gagal Beradaptasi

Pasar, kesukaan konsumen, dan teknologi berubah secara terus-menerus. Kegagalan untuk beradaptasi terhadap perubahan bisa menurunkan daya saing perusahaan. Apa yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa perusahaan harus siap untuk beradaptasi seiring waktu. Industri restoran adalah contoh yang nyata. Ketika masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah di masa puncak pandemi, perusahaan harus mampu beradaptasi dan menggunakan teknologi jika tidak ingin kehilangan konsumen. Restoran yang mampu menyediakan layanan berkualitas melalui pengiriman terbukti mampu bertahan selama pandemi.

Tidak Memprioritaskan Customer Service

Satu lagi kesalahan yang dilakukan pemilik usaha kecil di awal bisnisnya adalah mengabaikan pentingnya pelayanan yang berkualitas kepada konsumen. Mengabaikan feedback dari konsumen atau gagal meningkatkan kualitas customer service dapat memicu dampak yang buruk bagi sebuah perusahaan, karena dapat mempengaruhi reputasi perusahaan, loyalitas konsumen, dan kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Konsumen yang tidak puas biasanya tidak ragu untuk menunjukkan ketidaksenangannya. Saat ini, semua orang bisa dengan bebas menceritakan pengalaman negatif kepada dunia, dan banyak sekali saluran yang tersedia untuk itu. Media sosial tidak hanya berguna untuk menyebarkan informasi baru dan menarik, namun juga bisa digunakan untuk menyebarkan berita buruk. Review negatif di situs-situs seperti Facebook atau Yelp bisa menenggelamkan sebuah perusahaan dalam waktu singkat.

Itulah beberapa kesalahan yang dilakukan pemilik usaha kecil, khususnya pemula, dan sayangnya, kesalahan itu dilakukan berulang. Ketidakmampuan untuk menghindari kesalahan yang sama bisa menjadi awal dari kejatuhan bisnis anda.

Tagged With :

Leave a Comment