Banyak orang sudah tahu pentingnya berinvestasi bagi masa depan kita. Namun, langkah pertama menuju berinvestasi itu seringkali cukup sulit. Umpamanya, bagaimana cara kita menyisihkan dana untuk berinvestasi jika hanya berstatus karyawan dengan gaji setara Upah Minimum Regional (UMR)?
Data UMP 2021 menunjukkan provinsi DKI Jakarta masih menduduki peringkat pertama dalam hal besar upah minimum se-Indonesia, yakni sebesar Rp 4.276.349/ Rp 4.410.000 (dengan syarat). Provinsi DIY menyandang peringkat UMP terendah dengan besaran sejumlah Rp1.765.000.
Upah minimum di kawasan kaya raya seperti DKI Jakarta cukup tinggi, tetapi biaya hidup juga mahal. Sedangkan upah minimum di daerah berekonomi lebih lemah cenderung rendah, tetapi biaya hidup lebih murah. Bagaimana pun, sukar mengelola gaji yang sudah mendekati standar biaya hidup layak agar sampai menghasilkan sisa yang dapat diinvestasikan. Namun, itu tak lantas berarti karyawan bergaji UMR tak bisa berinvestasi.

Ada beberapa tips yang dapat dimanfaatkan untuk memulai investasi dengan gaji UMR yang pas-pasan. Berikut ini tiga diantaranya yang paling mudah untuk dipraktikkan:
1. Menabung Terjadwal
Semua penasihat keuangan pasti menyarankan kita agar berinvestasi segera setelah menerima gaji, dan bukan setelah membayar kebutuhan rumah tangga. Jika Anda tergolong tipe yang kebutuhan bulanannya sering membengkak karena semata-mata lapar, strategi menabung terjadwal pada awal bulan merupakan taktik investasi terbaik.
Tentukanlah aset investasi pilihan Anda, misalnya reksa dana atau saham. Kemudian berkomitmenlah untuk menyetorkan sejumlah uang tertentu setiap bulan dalam aset investasi tersebut. Setoran minimum untuk reksa dana hanya Rp10.000, sehingga tidak akan memberatkan Anda. Sejumlah saham bermutu juga dapat dibeli dengan harga kurang dari Rp50 ribu per lot.
2. Menabung Recehan
Setelah berbelanja keperluan harian, Anda kemungkinan besar akan mengantongi beberapa keping koin Rp200, Rp500, atau Rp1000. Koin-koin ini kelihatannya kecil, tetapi tetap saja dapat berlipat ganda jika ditabung secara rutin. Jadi kalau Anda mengalami kesulitan dalam menyisihkan uang dalam persentase tertentu dari gaji bulanan, sisihkan saja recehan ini.
Kumpulkan receh dalam celengan atau toples tertutup, dan berkomitmenlah untuk tidak membukanya hingga beberapa bulan atau sampai setahun ke depan. Pada waktu yang telah ditentukan, bongkar celengan itu lalu segera setorkan uangnya ke sarana investasi pilihan Anda. Rekomendasi investasi awal terbaik adalah reksa dana pasar uang atau emas.
3. Menabung Sampah
Tahukah Anda, sampah bisa jadi uang melimpah. Anda hanya perlu rajin memisah-misahkan sampah sehari-hari berdasarkan kategorinya (sampah kertas, sampah botol, sampah plastik, dll), kemudian menjualnya ke pengepul. Pengepul sampah sudah tersebar luas di berbagai kota. Bahkan sudah ada bank sampah yang mempermudah penukaran sampah menjadi uang di kota besar seperti Surabaya dan Jabodetabek.
Kalau memilih opsi ketiga ini, Anda tak perlu pusing mengelola anggaran keuangan rumah tangga. Bayarlah belanja harian dan tagihan bulanan Anda dengan leluasa, sedangkan anggaran untuk berinvestasi sepenuhnya berasal dari hasil penjualan sampah. Hanya dengan berbekal ketekunan memilah sampah pribadi, niscaya tersedia modal tanpa batas bagi Anda untuk diinvestasi dalam emas maupun investasi reksa dana.
Tagged With : investasi emas • investasi modal kecil • reksadana • saham