Tips Siapkan Modal Nikah Lebih Cepat Dengan Reksa Dana

Sudah punya kekasih tapi belum ada budget nikah? Itu dilema yang kerap dialami oleh milenial masa kini. Ingin nikah seadanya di KUA pakai kaos dan jeans ala selebgram saja? Jelas ditentang keras oleh keluarga. Karena saat remaja bersikap ala YOLO, sekarang tak punya tabungan memadai untuk mengadakan pesta pernikahan yang diinginkan oleh calon mertua. Jadi, bagaimana solusinya? Coba siapkan modal nikah dengan investasi reksa dana.

Reksa Dana dan Saham Jadi Pilihan Mas Kawin Milenial

Investasi reksa dana bisa memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada tabungan bank biasa, sekaligus aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda pun bisa memperlakukan rekening investasi reksa dana layaknya tabungan bank dengan menyetor dana sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu.

Ambil contoh, Anda butuh budget sekitar 80 Juta Rupiah untuk modal nikah. Anda hanya bisa menyisihkan dana sebesar Rp2,000,000 dari gaji bulanan untuk kebutuhan ini. Apabila Anda memasukkannya ke tabungan bank biasa, maka Anda mungkin membutuhkan waktu 40 bulan untuk mencapai target, atau lebih dari 3 tahun! Bunga tabungan yang hanya antara 1-2 persen per tahun, tentu saja tak akan mampu mempercepat terkumpulnya modal nikah Anda. Belum lagi terkena biaya administrasi.

Sebaliknya, jika Anda memasukkan dana Rp2,000,000 per bulan ke produk reksa dana, maka Anda bisa mencapai target lebih cepat. Umpama dengan proyeksi ekspektasi profit reksa dana pasar uang yang sebesar 10 persen saja, maka akan ada tambahan per tahun sekitar (24,000,000 X 8%) = 2,400,000. Tambahan itu lebih dari besar dana yang disisihkan tiap bulan, dan jelas bisa mempercepat terkumpulnya modal nikah Anda. Bebas biaya administrasi pula.

Meski demikian, ada dua tips yang perlu diperhatikan jika Anda ingin menggunakan reksa dana untuk menghimpun modal nikah. Pertama, hindari produk reksa dana saham yang berisiko tinggi dan tidak cocok untuk target investasi di bawah lima tahun. Sebaiknya, pilih reksa dana pasar uang saja. Kedua, investasi reksa dana tidak lantas berarti Anda bisa ongkang-ongkang kaki. Anda tetap harus konsisten rutin menyisihkan dana setiap bulan.

Baca Juga:   BukaReksa: Investasi Reksadana di Bukalapak – Part 2

Tagged With :

Leave a Comment