Tips Bagi Para Investor Selama Pandemi: Tetap Bergerak Maju

Banyak investor yang merasa buntu saat ini. Alasannya cukup mudah dimengerti. Sulit bagi mereka untuk menentukan mana tindakan yang benar dan yang tidak, jika dilihat dari kondisi perekonomian global saat ini. Pasar saham bergerak tidak stabil. Akibatnya, rencana investasi yang sudah mereka susun sebelumnya tidak lagi valid. Meski demikian, tetap ada investor yang bergerak maju selama pandemi ini. Sebagian dari mereka bisa mengendalikan portofolio investasi dengan baik meskipun kondisi perekonomian sedang tidak stabil. Lalu, apa saja tips bagi para investor selama pandemi covid-19 ini?

Bukanlah sesuatu yang mustahil bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan meskipun pandemi telah menghancurkan berbagai aspek kehidupan manusia saat ini. Jika anda kehilangan ide tentang apa yang harus dilakukan, beberapa tips bagi para investor selama pandemi berikut mungkin berguna untuk anda.

tips bagi para investor selama pandemi

Tips Bagi Para Investor Selama Pandemi Covid-19

Gunakan Strategi Aktif

Strategi investasi aktif diyakini lebih bermanfaat membantu investor melakukan penyesuaian terhadap kondisi pasar yang berubah-ubah secara cepat. Selama masa-masala bulish di masa lalu, anda bisa membeli dan menahan dana saham, mungkin dalam bentuk ETF. Selama pasar masih menunjukkan kenaikan, maka investasi anda akan berjalan baik. Namun, investasi saat ini tidaklah sesederhana itu. Tidak banyak investor yang bisa menerapkan pendekatan beli-dan-tahan jika fluktuasi harga saham terlalu dramatis. Jadi, banyak investor memiliki strategi aktif agar mereka bisa berespon terhadap kondisi pasar yang berubah-ubah.

Sejumlah pakar percaya bahwa saat pasar tidak stabil, maka manajer investasi bisa mengeksploitasi kondisi pasar dengan baik, melalui taktik manajemen resiko yang efisien. Sebuah survey yang dilaporkan Barron’s pada bulan April menunjukkan bahwa sekitar 41% penasehat keuangan lebih menyarankan kliennya menggunakan strategi investasi aktif saat ini. Tentunya, strategi investasi aktif juga tidak selamanya bekerja dengan baik. Tidak ada yang bisa menjamin hal itu. Namun sejauh ini, strategi ini cukup baik untuk menghadapi kondisi pasar yang ‘liar.”

Baca Juga:   Ketegangan Dagang AS-China Mereda, Wall Street Meningkat
Kerja Sama dengan Perencana Keuangan

Banyak investor yang mempertimbangkan kembali skema pensiun mereka dan khawatir apakah mereka masih bisa pensiun dalam beberapa tahun ke depan. Mereka juga ragu apa yang akan dilakukan jika mereka pensiun lebih cepat. Sebuah studi di bulan April 2020 meneliti sejumlah orang sebelum dan setelah pandemi Covid-19. Studi tersebut menemukan bahwa awal adri krisis Covid-19 membuat orang pensiun lebih cepat dibanding perencanaan mereka sebelumnya.

Bagi investor yang berencana pensiun dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, sebaiknya lakukan kerjasama dengan perencana keuangan untuk menyusun ulang rencana pensiun tersebut. Perencana keuangan akan membantu menganalisis investasi, menyesuaikan resiko portofolio, dan mencari cara untuk menemukan sumber pendapatan pengganti, sehingga pensiunan tetap memiliki stabilitas finansial yang dibutuhkan. Dengan bantuan seorang perencana keuangan, anda bisa fokus pada pekerjaan saat ini, mengoptimalkan keahlian yang dimiliki, tanpa stress tambahan akibat perencanaan pensiun.

Pilih Skema Investasi Berkelanjutan

Investasi yang berkelanjutan tidak hanya memandang dari aspek keuangan sebuah perusahaan, namun juga resiko lingkungan, sosial, dan pemerintahan. Resiko-resiko tersebut menjadi semakin penting saat ini. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa perusahaan yang melindungi tenaga kerja dan rantai pasoknya selama penurunan kinerja pasar tahun ini berpeluang mendapatkan aliran dana yang lebih besar dari para investor besar tahun ini. Pasalnya, mereka dipandang sebagai perusahaan yang berkinerja baik dan menerapkan prinsip keberlanjutan.

Dana yang berlanjutan memungkinkan perusahaan memiliki perusahaan yang menerapkan langkah-langkah perlindungan terhadap lingkungan, sosial, dan pemerintahan. Ternyata, dana-dana investasi semacam ini ditemui menunjukkan kinerja baik tahun ini. Sebuah laporan di Morningstar menunjukkan bahawa 70% dana ekuitas berkelanjutan masih memberikan keuntungan bagi para investornya.

Baca Juga:   Manajer Investasi dan Peluang Investasi Saham Selama Pandemi
Lakukan Pemeriksaan Portofolio

Mungkin inilah saatnya meninjau ulang portofolio investasi dan tujuan investasi anda. Tips bagi para investor saham adalah jangan panik melihat apa yang terjadi di pasar saham. Banyak investor yang menangani sendiri investasinya, dan tidak sedikit yang kehilangan kepercayaan kepada penasehat keuangannya. Dari pada membiarkan diri dilanda kepanikan, lebih baik anda bekerja sama dengan penasehat keuangan untuk meninjau kembali portofolio investasi.

Melalui evaluasi, anda bisa menemukan sejumlah informasi, seperti biaya yang tidak semestinya ada, kurangnya diversifikasi, atau bahkan diversifikasi yang berlebihan. Diversifikasi memang diperlukan sebagai langkah mitigasi resiko. Namun jika dilakukan secara berlebihan, dampaknya terhadap portofolio investasi anda juga tidak baik. Dengan informasi yang diperoleh, anda bisa merancang ulang portofolio investasi bersama penasehat finansial anda.

Beberapa tips bagi para investor selama pandemi di atas diharapkan dapat meminimalisir kepanikan di kalangan investor saat melalui krisis ini. Bekerja sendiri mungkin dapat mengurangi biaya, namun pertimbangan yang anda ambil juga sangat minim, sehingga hasilnya mungkin tidak optimal. Perencana finansial atau penasehat finansial dapat menjadi mitra anda dalam melakukan analisis dan perencanaan investasi dengan baik.

Tagged With :

Leave a Comment