Strategi Investasi bagi Investor 40an dan 50an Selama Pandemi

Selama pandemi Covid-19, investor di seluruh dunia cenderung ragu-ragu dan menahan diri untuk tidak menanamkan modalnya, karena kondisi pasar yang tidak bisa diprediksi. Selama pandemi, setiap orang dan setiap generasi menilai sendiri dampaknya terhadap keuangan pribadi, mulai dari masalah likuiditas jangka pendek, hingga masalah keuangan jangka panjang seperti perencanaan pensiun. Banyak yang merasa bahwa kondisi keuangannya benar-benar jungkir balik dalam waktu singkat akibat pandemi.  Meski demikian, bagi Generasi X (alias Gen X), strategi investasi yang tepat tetaplah penting selama pandemi, untuk memastikan bahwa kondisi keuangan mereka tidak benar-benar hancur.

Logikanya, orang-orang yang mampu bertahan selama krisis finansial skala global seperti saat ini berpeluang besar menikmati kesuksesan finansial dalam jangka panjang. Mengapa? Jika dalam kondisi terburuk saja mereka bisa bertahan dengan strategi investasi yang pas, apalagi dalam kondisi normal?

strategi investasi

Strategi Investasi Bagi Gen X Selama Pandemi

Bagi Generasi X, krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-19 bisa jadi menjadi peluang untuk membangun portofolio investasi. Generasi yang kini berusia 40an atau 50an ini sudah melalui sejumlah masa sulit dalam perekonomian global, seperti krisis moneter tahun 1998 dan kehancuran pasar global setelah serangan menara Pentagon tanggal 11 September. Jika ingin memanfaatkan peluang ini, maka beberapa hal yang mesti dilakukan antara lain:

Fokus pada Strategi Investasi

Pastikan anda memahami kelemahan dan kekuatan finansial anda saat ini, dan mengambil langkah-langkah proaktif seandainya anda memiliki fleksibilitas yang cukup secara finansial. Pada kondisi pasar yang tidak stabil, investor mesti fokus pada alur permainan jangka panjang. Pasar mungkin sedang gonjang-ganjing, namun kebanyakan portofolio dibentuk berdasarkan alokasi asset strategis. Alokasi ini umumnya sudah teruji melalui serangkaian kondisi pasar yang berbeda-beda dalam sejarah.

Baca Juga:   Cara Berinvestasi Surat Utang Negara (SUN) dan Keuntungannya

Jadi, pastikan anda ‘memeriksa emosi sendiri.’ Ini adalah strategi kunci untuk mengelola portofolio investasi saat pasar sedang tidak bersahabat. Di usia 40an atau 50an, sebagian besar investor telah membantun portofolio yang bisa bertahan hingga 40 atau 50 tahun lagi. Salah satu tool yang dapat dimanfaatkan adalah Investment Policy Statement (IPS), sebuah rencana strategi jangka panjang untuk portofolio investasi.

Setiap investor harus memiliki IPS, karena di dalamnya terdapat aturan-aturan proses investasi. IPS adalah sebuah dokumen yang memandu rencana investasi anda untuk jangka panjang. Jadi, sebaiknya dokumen ini dipersiapkan saat kondisi pasar cukup baik.  Saat pasar dalam keadaan tidak stabil, anda sudah memiliki sebuah dokumen sebagai panduan. Jadi, dokumen IPS tidak boleh diubah meski fluktuasi pasar sedang tinggi.

Menyeimbangkan Kembali Portofolio

Menjaga perspektif investasi jangka panjang bisa jadi sangat sulit mengingat situasi finansial dan lapangan kerja yang sedang terjadi. Bagi orang yang merasa dalam keadaan genting, pendekatan yang terbaik adalah menyeimbangkan kembali portofolio investasi anda. Strategi investasi ini cocok untuk Gen X yang umumnya menghadapi tekanan atas-bawah, yakni anak-anak dan orang tua yang mungkin membutuhkan bantuan finansial selama krisis.

Adakalanya, Gen X dihadapkan pada masalah kesehatan atau PHK. Akibatnya, mereka bisa jadi menjual sebagian saham untuk mendapatkan uang demi menutupi pengeluaran jangka pendek. Pendekatan ini sangat masuk akal. Namun, tentu tidak ada yang ingin menjual surat berharga dalam kondisi merugi. Jadi, sebaiknya lakukan analisis terhadap investasi yang ada untuk memastikan anda mendapat uang tapi tidak mengalami kerugian.

Ambil Kesempatan Yang Ada

Sebagian Gen X mungkin merasa ini adalah peluang untuk menempatkan investasi mereka ke pisisi yang lebih baik. Valuasinya lebih rendah dibanding beberapa bulan lalu. Namun, banyak yang percaya bahwa dasar perekonomian global dalam jangka panjang masih cukup kokoh. Tentunya, investor ingin mengambil kesempatan yang ada. Namun, bukan berarti anda menerapkan strategi investasi jangka pendek untuk tujuan jangka panjang, dan sebaliknya. Artinya, ambillah langkah-langkah yang dapat memberi nilai tambah terhadap portofolio anda dengan penuh keyakinan.

Baca Juga:   Tips dan Cara Menghindari Denda dan Bunga Kartu Kredit

Anda mungkin harus meninjau kembali seluruh alokasi asset dan menentukan kelas asset mana yang kinerjanya kurang baik. Namun, pastikan anda menggunakan strategi yang tepat untuk mengeluarkan dana, karena krisis akibat pandemi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Selanjutnya, ini mungkin merupakan suatu peluang untuk mengambil langkah yang tidak bisa anda lakukan sebelumnya karena kinerja pasar ekuitas sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Strategi investasi yang bisa dicoba antara lain penyeimbangan kembali portofolio investasi dan menjual/mengganti instrumen investasi yang tidak efisien.

Inilah Waktunya

Orang-orang yang berusia 40an atau 50an harus cerdas dan memiliki strategi dalam mengelola investasi selama krisis akibat covid-19. Meskipun tidak ada ‘satu obat untuk semua penyakit,’ menilai kondisi pribadi sangatlah penting, agar anda bisa mengambil keputusan yang diperlukan untuk portofolio investasi. Mulai dari memanfaatkan OPS hingga mengambil peluang yang ada, Gen X bisa menggunakan strategi investasi yang tepat untuk mempertahankan portofolio dalam jangka panjang.

 

Tagged With :

Leave a Comment