Tantangan dan Strategi Perencanaan Bisnis Menuju New Normal

Covid-19 secara tiba-tiba telah melumpuhkan perekonomian dunia. Masalahnya, butuh waktu dan proses yang lama untuk keluar dari kelumpuhan tersebut. Bagi banyak orang, kehidupan mereka tidak akan kembali ke kondisi semula. Inilah saatnya menghadapi kenyataan. Bagi anda yang mengelola bisnis, sudah saatnya menyusun perencanaan bisnis menuju new normal. Kehidupan harus terus berjalan. Tidak ada pilihan selain melakukan penyesuaian, termasuk dalam tatanan bisnis anda.

Tentunya, tidak banyak pengusaha yang menyukai bagian ini. Namun, ini adalah tugas yang sangat penting, terutama di saat seperti sekarang ini. Anda mungkin merasa bahwa perhatian anda harus dipusatkan pada bagaimana membuka kembali usaha. Namun, jika tanpa perencanaan, bagaimana anda tahu apa yang harus disiapkan dan langkah apa yang harus diambil?

perencanaan bisnis untuk new normal

Perencanaan Bisnis Menuju New Normal: Tantangan Bagi Pengusaha

Sejumlah fakta jangka pendek mungkin dapat mempengaruhi perencanaan anda. Misalnya, jika pengurangan sisi permintaan (demand) dari konsumen serta penawaran (supply) dari sisi pemasok berlangsung lama, maka bisa saja terjadi kekurangan pasokan yang dapat mempengaruhi output perusahaan, setidaknya dalam jangka panjang. Tingginya angka pengangguran diperkirakan masih akan berlangsung. Hal ini berpengaruh negatif terhadap daya beli konsumen, terutama di sektor pariwisata dan hiburan.

Namun, tidak semua bisnis menunjukkan gambaran jangka pendek yang suram. Penjualan barang harian dan alkohol masih cukup kuat dan diperkirakan akan terus menguat. Perusahaan yang memproduksi alat pelindung diri dan peralatan medis tertentu, serta perusahaan obat mengalami kenaikan omset dalam beberapa bulan terakhir. Banyak perusahaan di sektor teknologi juga diproyeksi akan mengalami kenaikan karena banyak aktivitas sehari-hari yang saat ini dilaksanakan secara virtual.

Sebuah pendekatan yang proaktif dan terencana dengan baik menuju new normal dalam bisnis dapat menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha. Berikut adalah beberapa tantangan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan bisnis menuju new normal.

  • Kebutuhan untuk Bekerja Dari Rumah; Pandemi Covid-19 menghadirkan banyak tantangan bagi para pemilik usaha. Sebagian besar tenaga kerja pindah bekerja di rumah. Tantangan bagi anda sebagai pengusaha adalah bagaimana mempertahankan keseimbangan antara kelangsungan bisnis dan kesejahteraan pegawai. Tentunya, dibutuhkan biaya tambahan untuk mengatur sistem kerja dari rumah, namun tetap mempertahankan keamanan dan kendali atas data.
  • Panduan Bisnis Baru; Dengan pemberlakuan new normal, bisnis akan dibuka kembali, tentunya dengan panduan dan kebijakan baru, untuk mempertahankan kesehatan karyawan, konsumen, maupun perusahaan. Anda ditantang untuk menyusun strategi mitigasi resiko dan mematuhi aturan-aturan lokal terkait ketentuan keamanan dan kesehatan, serta mengatur kembali lingkungan kerja untuk memberlakukan physical distancing.
  • Dampak Social Distancing; Pemilik bisnis juga harus merencanakan dampak social distancing yang pastinya sangat besar bagi bisnis. Misalnya, susunan barang-barang di toko atau garis antrian di counter setidaknya empat kali lipat lebih panjang dibanding kondisinya sebelum covid-19.  Hal ini bisa saja menghambat konsumen untuk datang kepada anda. Jika number konsumen di counter dibatasi, maka waktu tunggu menjadi lebih lama dan tenaga kerja anda menjadi tidak efisien. Hal ini bisa berdampak terhadap margin keuntungan. Bisa saja, jumlah karyawan yang ada saat ini terlalu banyak, dan sebagainya.
Baca Juga:   2 Topik Diskusi Tentang Keuangan dengan Putra-Putri Anda

Perencanaan Bisnis Menuju New Normal: Apa Yang Harus Dilakukan?

Buat Rencana arus kas selama 12 bulan. Menurut pepatah lama, kas adalah raja. Pepatah ini bisa saja benar terkait perencanaan. Rencana pertama yang harus anda buat adalah rencana arus kas. Anda membutuhkan kas untuk membayar karyawan, vendor, cicilan bank, pajak, membeli aset baru, dan sebagainya.

Pastikan anda menyusun rencana arus kas yang menunjukkan ke mana bisnis anda akan berjalan dalam satu tahun ke depan, memuat target operasi, mempermudah anda menyusun penganggaran, menyajikan analisis break-event point, dan memberi anda informasi ke mana waktu dan sumber daya anda harus diarahkan. Anda bisa menyusun rencana arus kas dengan beberapa langkah berikut:

  • Pahami biaya yang mempengaruhi kas anda;
  • Lakukan analisis terhadap biaya variable dan biaya tetap tahunan, triwulanan, dan bulanan;
  • Siapkan proyeksi permintaan, setidaknya untuk periode 12 bulan dengan mempelajari trend saat ini. Siapkan beberapa skenario yang berbeda.
  • Analisis model kebijakan harga, untuk melihat apakah anda bisa menaikkan harga produk dan apakah kenaikan harga dapat mempengaruhi sisi permintaan.
  • Gunakan data untuk menyusun rencana. Setidaknya, rencana arus kas anda harus memuat data tentang biaya, permintaan, dan proyeksi harga.

Dengan beberapa tahapan di atas, anda bisa membangun suatu model bisnis yang memungkinkan anda mengatur arus kas dengan baik. Perencanaan bisnis menuju new normal harus dimulai dari arus kas. Setelah itu, barulah anda bisa menyusun rencana keberlanjutan perusahaan, misalnya, bagaimana agar perusahaan anda tetap beroperasi dalam kondisi darurat, bencana, maupun krisis akibat pandemi.

Tagged With :

Leave a Comment