Strategi Mengembangkan Bisnis: Kenali Tanda Tanda Bahaya – Part 2

Ketika perusahaan anda tampak tumbuh cepat di awal berdirinya, bukan lantas anda bisa berbahagia dan lengah. Pertumbuhan yang pesat di awal tidak selalu bermakna positif, apalagi jika permintaan yang sangat tinggi tidak diiringi dengan sumber daya yang memadai untuk memenuhinya. Ketidakmampuan untuk memenuhi deadline, kurangnya sumber daya finansial, hingga karyawan yang harus lembur setiap hari adalah sebagian dari gejala negatif pertumbuhan yang tidak akan bertahan lama. Oleh sebab itu, jika ingin menemukan strategi mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dalam jangka panjang, maka cobalah mengenali gejala-gejala negatif tersebut sejak dini.

Strategi Mengembangkan Bisnis : Gejala Negatif yang Perlu Dikenali

Churn Rate Tinggi

Jika bisnis anda tumbuh pesat, namun tingkat churn rate tinggi, maka ini adalah salah satu gejala pertumbuhan yang tidak akan bertahan lama. Churn rate menunjukkan proporsi konsumen yang meninggalkan perusahaan pada suatu periode tertentu. Meninggalkan dalam hal ini berarti konsumen tersebut tidak lagi menggunakan produk/jasa yang disediakan perusahaan.

strategi mengembangkan bisnis 2

Jika churn rate tinggi, maka para pimpinan di perusahaan mesti bekerja keras untuk menggali lebih dalam untuk mengetahui permasalahannya, mengevaluasi apa akar masalahnya, serta melakukan investasi terbaik yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut. Solusinya antara lain merekrut personil yang berkualifikasi atau menerapkan sistem baru, proses dan prosedur baru.

Mengabaikan Pemeliharaan

Salah satu gejala pertumbuhan yang tidak bertahan lama adalah ketika pemeliharaan tidak berjalan sesuai semestinya. Misalnya, ketika perusahaan mestinya melakukan upgrade sistem, memperluas ruangan kantor, atau menambah kapasitas gudang, namun tidak dilakukan. Ketika pesanan telah melebihi kapasitas, dan hal itu menghabiskan seluruh energi yang dimiliki perusahaan, maka pemeliharaan tidak bisa dilakukan sesuai semestinya, karena setiap orang berburu dengan target kerjanya. Ini adalah gejala negatif. Korbannya adalah karyawan dan konsumen anda.

Ketika anda menyusun strategi mengembangkan bisnis sejak awal, peningkatan skala semacam ini sudah dipertimbangkan dalam perencanaan. Dengan demikian, perusahaan tidak ‘kelabakan’ menghadapi permintaan yang tinggi.

Terlalu Banyak Hutang

Satu lagi gejala negatif yang terlihat ketika sebuah bisnis tumbuh secara tidak berkelanjutan adalah ketika operasi memicu terlalu banyak hutang. Unsur pimpinan di perusahaan mesti mengevaluasi kembali strategi mengembangkan bisnis yang sedang diterapkan, fokus pada profitabilitas, dan mempertimbangkan keputusan untuk mengurangi pengeluaran atau menambah asupan modal. Perusahaan harus memastikan bahwa pertumbuhan yang sedang terjadi diikuti dengan sumber daya yang memadai, serta fondasi finansial yang kokoh sehingga perusahaan bisa mencapai sukses dalam jangka panjang.

Keluhan Konsumen Cenderung Meningkat

Anda akan memahami hal ini ketika perusahaan mulai menerima terlalu banyak keluhan dari konsumen, mitra kerja, karyawan, dan bahkan tim operasi anda. Anda akan dikelilingi masalah dan keluhan. Untuk memperbaiki kondisi ini, para pimpinan di perusahaan harus menggunakan pendekatan yang holistik dan mulai melakukan penilaian terhadap segala sesuatunya, mulai dari model bisnis hingga aspek-aspek terkecil di perusahaan.

Laba Tidak Tumbuh

Satu lagi gejala negatif yang terlihat jelas bahwa perusahaan anda tumbuh secara tidak berkelanjutan adalah jika perusahaan tumbuh, namun laba tidak tumbuh secara signifikan.  Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan mesti fokus untuk menemukan berbagai cara meningkatkan pendapatan, sekaligus menyederhanakan proses dan operasi, serta mengurangi belanja.

Sistem Yang Ada Tidak Bekerja dengan Baik

Pertumbuhan yang tidak berkelanjutan bisa diidentifikasi melalui berbagai gejala, seperti kesulitan untuk mempertahankan operasi dan standar kualitas layanan, masalah arus kas, penurunan kepuasan konsumen dan kualitas layanan konsumen, terlalu banyak hutang, serta kelelahan pada karyawan. Para pimpinan di perusahaan mesti mengevaluasi strategi bisnis, menerapkan sistem yang lebih efisien, memelihara kembali budaya organisasi, serta meningkatkan kapasitas karyawan.

Tantangan pada Arus Kas

Seperti dibahas beberapa kali di atas, arus kas yang macet adalah salah satu gejala negatif pertumbuhan perusahaan. Para pimpinan di perusahaan mesti mengevaluasi kembali rencana bisnis, menyederhanakan operasi, berusaha mendapatkan tambahan modal, atau mengurangi belanja operasi, sehingga arus kas bisa membaik dan perusahaan bisa tumbuh dalam jangka panjang.

Melewatkan Peluang Baru

Gejala negatif berikutnya adalah ketika tim selalu bekerja dengan kapasitas penuh, sehingga peluang-peluang baru kerap terlewatkan, karena tidak lagi bisa ditangani oleh tim. Perusahaan mengalami pertumbuhan cepat, namun jangka waktunya singkat. Dengan kata lain, tim kerja yang ada dipaksa bekerja pada kapasitas maksimal sepanjang hari, sehingga mereka tidak mungkin lagi menerima lebih banyak proyek.

Selain beberapa gejala negatif di atas, masih ada beberapa gejala yang mesti anda identifikasi ketika mencoba mencari strategi mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Di antaranya adalah poin harga yang telalu rendah. Daripada hanya fokus untuk mendapatkan lebih banyak konsumen dengan cara menurunkan harga (sehingga berakibat pada pertumbuhan yang tidak berkelanjutan), lebih baik perusahaan menaikkan poin harga pada level yang bisa membawanya pada pertumbuhan stabil.

Ketika karyawan bekerja terlalu keras, maka dampaknya lebih banyak lagi, mulai dari target pesanan yang tidak terpenuhi, standar kualitas menurun, dan meningkatnya keluhan dari konsumen. Maka, ini adalah pertanda bahwa pihak manajemen perusahaan mesti melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh.

Tagged With :

Leave a Comment