Strategi Mencapai Tujuan Pemasaran untuk Menumbuhkan Usaha: Part 1

Apakah anda sudah mengimplementasikan strategi mencapai tujuan pemasaran dan penumbuhan usaha? Apapun strategi yang anda terapkan, tujuan akhirnya adalah kesuksesan, bukan? Tidak ada orang yang ingin gagal dalam tujuannya. Dalam bisnis, pertaruhannya sangat tinggi. Jika anda tidak mencapai target, resikonya besar, seperti kekecewaan pemegang saham, kerugian finansial, hingga keharusan untuk mengundurkan diri di masa mendatang.

Namun, agar anda sukses menerapkan strategi pemasaran, maka andaa juga harus belajar dari kegagalan. Beda halnya dengan pemasaran tradisional, banyak proses percobaan yang dibutuhkan. Para ahli pemasaran mendekati strategi dan taktiknya layaknya ilmuwan. Hipotesis didasarkan pada data dan observasi. Kemudian, hipotesis diuji untuk menentukan strategi apa yang berfungsi dan gagal.

strategi mencapai tujuan pemasaran

Strategi Mencapai Tujuan Pemasaran Dalam Bisnis

Memang, strategi mencapai tujuan pemasaran memang melibatkan taktik uji coba untuk melihat strategi apa yang bisa membuat sebuah bisnis berkembang. Berikut adalah empat cara untuk memenuhi strategi penjualan demi pertumbuhan bisnis anda:

Gunakan Lebih dari Satu Saluran

Dunia pemasaran jauh lebih dinamis dibanding sebelumnya. TV, radio dan media cetak masih digunakan, namun perusahaan juga bisa menjangkau konsumen melalui media sosial dan taktik pemasaran gerilya. Pendekatan-pendekatan terbaru seperti native advertising mulai bermunculan dan menyasar calon konsumen dengan cara-cara yang tidak terperkirakan sebelumnya. Untuk melampaui target, marketer harus menambah jumlah saluran atau jenis media yang digunakan.

Upaya untuk menjangkau konsumen melalui berbagai jenis media dikenal dengan cross-channel marketing. Di satu sisi, kebanyakan perusahaan menerapkan strategi ini, Namun di sisi lain, strategi pemasaran kebanyakan terlalu difokuskan pada upaya menemukan kombinasi yang sesuai. Para marketer ingin menemukan saluran mana yang paling cocok untuk mereka. Bisa jadi, blog post, podcast, atau event-event online justru lebih efektif untuk memperkenalkan perusahaan. Namun, email personal, email langsung, dan iklan online bisa jadi menghasilkan lebih banyak konversi menjadi penjualan.

Dengan menerapkan strategi pemasaran cross-channel, perusahaan anda bisa menyampaikan pesan-pesan secara lebih efektif dan tepat sasaran kepada calon konsumen. Dengan menggunakan banyak jenis media, anda juga bisa uji coba untuk menemukan tool yang paling tepat untuk calon konsumen anda di saat yang tepat.

Belajar dari Hasil Ujicoba A/B

Masih ingat tentang pengujian hipotesis dalam penelitian? Split testing atau A/B adalah caranya. Anda memulai dengan membuat tebakan berbasis pengetahuan tentang target dan melakukan pengujian untuk mengetahui benar atau salah. Misalnya, anda mungkin menyimpulkan bahwa klien anda akan lebih merespon promosi yang menonjolkan aspek penghematan waktu. Anda membuat kesimpulan ini berdasarkan data survey terhadap konsumen.

Jadi, anda menguji hipotesis ini dengan mengirimkan dua versi email. Keduanya menyoroti penjualan produk terbaru, namun hanya satu email yang memuat bahasa untuk mendorong pembaca bertindak cepat. Hasil pengujian menunjukkan lebih banyak konversi dari email yang menekankan urgensi waktu. Dalam kasus ini, hasil pengujian mengkonfirmasi hipotesis awal. Sekarang, anda tahu bahwa menggunakan bahasa semacam ini ternyata dapat menghasilkan lebih banyak penjualan.

Marketer-marketer sukses juga menggunakan pengujian A/B untuk menemukan siapa konsumen mereka yang sesungguhnya. Mereka mungkin belum memiliki data yang memadai atau ingin melihat apakah segmen konsumen yang berbeda-beda akan merespon dengan cara yang berbeda. Misalnya, landing page dengan versi yang berbeda mungkin menunjukkan kelompok umur tertentu yang lebih tertarik dengan fitur desain tertentu. Marketer kemudian bisa menggunakan hasil pengujian tersebut untuk menyempurnakan landing page, sehingga cocok dengan target konsumen.

Konsentrasi pada Pengalaman Pembeli

Sistem periklanan tradisional biasanya fokus pada tahap awal perjalanan pembeli. Tujuan sebuah TV spot adalah memperkenalkan produk, jasa, atau brand kepada konsumen. Seringkali, pengiklan berharap konsumen akan mengingat nama produk atau nama perusahaan saat mereka mencari sesuatu. Sayangnya, pemasaran konvensional kerap kali hanya fokus pada tahap awal, dan mengabaikan tahapan berikutnya.

Sebuah saluran pemasaran yang sempurna terdiri dari enam tahap yang berbeda. Pengenalan berada di puncak. Tahapan-tahapan berikutnya adalah akuisisi, aktivasi, retensi, pendapatan, dan referal. Banyak orang mungkin tahu bahwa produk anda ada. Namun, jumlah yang mengunjungi website atau toko anda untuk mendapatkan informasi lebih jauh lebih sedikit. Dari yang berkunjung, sebagian mungkin mengisi formulir, subscribe ke email list anda, atau melakukan penjualan.

Ketika target sudah menjadi konsumen, anda tentu ingin mempertahankan mereka, bukan? Idealnya, anda ingin mereka melakukan pembelian lagi atau menggunakan kembali jasa anda, bukan? Harapannya, klien yang ada saat ini memang puas dan antusias dengan brand anda, sehingga mereka merekomendasikannya kepada orang lain. Marketer yang mampu melampaui target mereka menyadari bahwa pengenalan produk atau perusahaan hanyalah langkah awal.

Peluang untuk mendapatkan uang ada di setiap tahapan dari 6 tahapan tersebut. Membangun hubungan dengan konsumen harus terus dilakukan dengan sedemikian rupa untuk mendorong penjualan. Dapatkan informasi tentang strategi mencapai tujuan pemasaran pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment