Banyak trader merasa ragu untuk memanfaatkan pola candlestick karena sinyalnya belum tentu akurat. Beberapa pola candlestick malah berisiko memberikan sinyal menyesatkan jika tidak didukung oleh indikator teknikal tambahan. Padahal, Thomas Bulkowski dalam buku “Encyclopedia of Candlestick Charts” mengungkapkan bahwa pola yang terbentuk dari 3-4 lilin memiliki tingkat akurasi antara 65% sampai 84%.
Trader sebenarnya dapat memanfaatkan pola candlestick sebagai sinyal trading dengan satu trik mudah: abaikan pola satu candle yang kurang andal dan berfokus pada pola 3-4 candle yang terbukti reliabel. Mudah sekali, bukan?
Pola-pola seperti Engulfing dan Hammer terbilang sangat sering muncul dan menjadi favorit trader. Namun, keduanya sebenarnya tidak termasuk pola candlestick paling akurat.

Lima (5) pola candlestik paling akurat berdasarkan hasil pengujian adalah Bullish Three-Line Strike, Three Black Crows, Morning/Evening Star, Bullish Abandoned Baby, dan Two Black Gapping. Berikut ini ulasan singkatnya:
- Bullish Three-Line Strike
Pola ini terdiri atas tiga lilin bearish menurun yang diikuti oleh satu lilin engulfing super jumbo. Kehadirannya menandakan tren bullish bakal berlanjut (bullish continuation) dengan akurasi sekitar 85%.
- Three Black Crows
Apabila muncul saat tren harga sedang turun, pola candlestick ini mengisyaratkan akan terjadi reversal bullish dengan akurasi sekitar 78%. Tiga candle bearish awal menandakan likuidasi besar-besaran oleh investor institusional, sedangkan para buyer justru melihatnya sebagai peluang beli karena harga sudah terlalu murah.
- Morning Star & Evening Star
Kedua pola candlestick ini sama-sama mensinyalkan adanya peluang reversal dengan tingkat akurasi sekitar 72%-78%. Morning Star merupakan sinyal reversal bullish bak matahari yang muncul saat fajar, sedangkan Evening Star merupakan sinyal reversal bearish. Namun, trader harus terlebih dahulu memastikan bahwa struktur polanya benar-benar sudah terbentuk sempurna.
- Bullish Abandoned Baby
Pola ini sangat jarang muncul, terbentuk dari sebuah doji yang “ditelantarkan” oleh dua candle jumbo di sebelah kanan dan kirinya. Candle pertamanya bersifat bearish dan candle ketiganya bersifat bullish, sehingga pola ini menandakan reversal bullish dengan akurasi sekitar 70%. Sayangnya, pola Bearish Abandoned Baby tidak sedemikian andal.
- Two Black Gapping
Polanya terdiri atas sebuah “gap” turun yang sangat besar, diikuti oleh dua lilin jumbo yang bersifat bearish. Kondisi “gap” turun berarti harga penutupan lilin terakhir sebelum terbentuknya pola ini berada jauh lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan lilin pertama Two Black Gapping. Karenanya, kehadiran duo lilin tersebut mensinyalkan kelanjutan tren turun (bearish continuation).
Tagged With : candlestick • trading forex • trading saham