Membangun Hubungan dengan Konsumen Penentu Hidup-Matinya Usaha?

Menurut para ahli, salah satu hal paling populer namun paling berbahaya yang diyakini para pendiri perusahaan baru adalah perkataan “dirikan saja, nanti konsumen akan datang sendiri.” Maksud dari pernyataan ini adalah: jika produk anda cukup baik, maka produk itu sendiri yang akan menemukan jalannya menuju konsumen. Di satu sisi, pernyataan ini ada benarnya. Produk yang bagus tentunya disukai konsumen. Konsumen yang puas akan menyebarkan informasi tentang produk anda kepada orang lain. Lalu, apa pentingnya membangun hubungan dengan konsumen jika anda memiliki produk yang bagus?

Jika produk atau jasa yang anda tawarkan memberikan banyak nilai bagi konsumen, maka mereka akan menceritakannya kepada teman atau kerabat, dan pada akhirnya, produk anda akan menemukan pengguna baru. Jika satu konsumen menarik satu konsumen saja, maka produk anda akan mencapai pertumbuhan yang organik. Dan, jika anda memadukan promosi tradisional mulut-ke-mulut dengan media sosial, maka anda bisa menciptakan pertumbuhan eksponensial. Namun untuk itu, anda harus memenuhi sejumlah prasyarat.

membangun hubungan dengan konsumen

Membangun Hubungan dengan Konsumen Lebih Mudah Jika……

Tidak ada pertumbuhan eksponensial yang datang begitu saja. Anda harus mampu membangun hubungan dengan konsumen dengan memadukan sejumlah strategi. Produk yang bagus dan bernilai hanyalah salah satu aspeknya. Perusahaan anda akan tumbuh cepat jika anda bisa memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain:

Tahu Apa Yang Akan Didirikan

Jika tidak berbicara dengan konsumen, bagaimana anda tahu apa yang mereka butuhkan? Sebagai sebuah perusahaan baru, anda mungkin mencoba mencari solusi yang inovatif terhadap masalah yang belum terjawab dengan baik oleh pasar pada saat ini. Anda hanya bisa memahami masalah tersebut jika berbicara kepada orang yang mengalaminya. Kemudian, anda bisa menilai efektivitas dari solusi tersebut hanya jika anda mengujinya terhadap pasar, misalnya, dengan mengadakan uji validasi.

Baca Juga:   Membangun Lingkungan Kerja Yang Kondusif di Antara Karyawan Lintas-Generasi: Part 2

Selain itu, anda memerlukan feedback atau respon secara terus-menerus. Tentunya, bukan berarti anda harus menyebarkan kuisioner kepada konsumen secara terus-menerus. Hal itu justru tidak akan membuahkan hasil. Namun, akan lebih baik jika anda membangun hubungan baik dengan konsumen pertama anda. Jalin komunikasi dengan mereka secara terus-menerus.

Jika konsumen pertama anda merasa bahwa anda peduli terhadap masalah dan opini mereka, dan anda benar-benar mencoba membantu agar hidup mereka lebih baik, maka mereka akan memberikan feedback yang anda butuhkan dengan senang hati. Proses ini akan membantu anda menemukan apa yang dibutuhkan pasar, dan dampaknya bagi bisnis anda sangat luar biasa.

Jadikan Konsumen Pertama Sebagai Promotor Aktif

Jika anda berhasil membangun hubungan personal jangka panjang dengan konsumen pertama anda, maka mereka akan berperan besar dalam kesuksesan proyek anda. Karena mereka tidak hanya menggunakan produk anda, namun juga mempengaruhi bagaimana perkembangannya, maka konsumen pertama juga berpeluang lebih besar untuk berbicara tentang produk anda di lingkungan sosialnya. Mereka benar-benar ingin perusahaan anda sukses.

Pada keadaan tertentu, ada perusahaan yang menggunakan skor promotor untuk menunjukkan peluang atau kemungkinan kalau mereka akan ikut mempromosikan produk anda. Jelasnya, orang-orang yang menyukai produk anda akan menunjukkan skor tinggi. Namun, orang lain juga akan menyukai anda jika anda memiliki hubungan personal yang baik dengan mereka.

Adanya Komunitas Early-Adopter

Promosi dari mulut-ke-mulut merupakan suatu proses yang kompleks. Anda bisa menjangkau ribuan konsumen secara organik dengan memulai dari 1 orang promotor saja atau dari 100 promotor. Namun, pilihan pertama (1 orang promotor) tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama. Jika kondisi perusahaan mengharuskan anda mencari 1000 orang konsumen agar bisa memperoleh keuntungan, seberapa cepat anda bisa mencapai target tersebut akan menentukan hidup-matinya perusahaan.

Baca Juga:   Pemasaran Media Sosial: Kemana Investasi Anda Diarahkan? – Part 1

Sebagai perusahaan baru, arena pertarungan utama anda adalah waktu. Jadi, tidak berusaha membangun komunitas super-fans aktif sejak awal adalah kesalahan fatal bagi perusahaan baru. Tawaran anda mungkin bagus, namun penyebarannya mungkin terlalu lambat sehingga anda bisa mencapai profitabilitas secara cepat.

Jadi, di tahap awal, sebaiknya cobalah menjalin hubungan personal dengan orang-orang yang menunjukkan minat terhadap produk atau jasa yang anda tawarkan. Cobalah memahami permasalahan mereka. Libatkan mereka dalam suatu komunitas aktif, di mana orang-orang yang menyukai produk/jasa anda berkumpul dan saling berbagi informasi.

Tentunya, anda tidak mesti memberikan perhatian personal kepada setiap konsumen baru. Strategi ini juga tidak begitu menjual. Namun, melakukan hal-hal kecil yang berarti bagi konsumen sangat diperlukan untuk kesuksesan perusahaan di masa-masa awal setelah pendiriannya. Itulah sebabnya, membangun hubungan dengan konsumen di tahap awal merupakan strategi penumbuhan bisnis agar bertahan yang sangat penting.

Membangun Hubungan Dengan Konsumen: Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, jangan membangun sesuatu di belakang pintu yang tertutup. Jangan mengandalkan metode promosi impersonal, setidaknya di tahap awal perusahaan anda. Namun, bangunlah hubungan personal layaknya sesama manusia dengan konsumen pertama anda. Ini adalah cara terbaik untuk meningkatkan peluang sukses untuk perusahaan baru.

Tagged With :

Leave a Comment