Jika anda merasa bahwa internet benar-benar mulai menunjukkan kemampuannya untuk akses di mana saja, model-model bisnis yang semakin inovatif, serta potensi infrastruktur yang luar biasa, lalu mengapa harus terjadi pandemi terlebih dahulu baru sistem kerja jarak jauh diterapkan secara luas? Selama bertahun-tahun, para pengusaha telah membangun teknologi dan pelayanan berbasis cloud, yang memungkinkan akses data di mana saja dan kapan saja. Studi menunjukkan bahwa pengusaha Millennial dan Gen Z adalah generasi yang paling cepat mengadopsi teknologi ini.
Lalu, mengapa sistem kerja jarak jauh baru menjadi topik hangat belakangan ketika perusahaan mulai meminta karyawannya kembali bekerja di kantor sementara karyawan lebih memilih bekerja dari rumah? Kombinasi teknologi dan keinginan untuk mendapatkan gaya hidup yang lebih baik seperti ini diperkirakan akan memacu semangat wirausaha di kota-kota kecil, di mana pengusaha Millennial dan Gen Z menjadi penggeraknya. Kenapa? Trend ini adalah hasil dari kombinasi antara perubahan generasi, gaya hidup, dan kekhawatiran.

Fenomena Pengusaha Millennial dan Gen Z Di Kota-Kota Kecil
Salah satu perubahan generasi terbesar yang mempengaruhi populasi Millennial dan Gen Z adalah teknologi dan media sosial, serta dampaknya terhadap keahlian komunikasi mereka. Menurut sebuah artikel yang dipublikasi di Flexjobs, cara kedua generasi ini berkomunikasi berbeda jauh dengan cara komunikasi Gen X dan Baby Boomers. Seiring waktu, gaya komunikasi mulai beralih dari komunikasi tatap-muka yang digunakan generasi sebelumnya ke komunikasi yang menggunakan email, teks, dan emoji.
Transisi tersebut juga memicu perbedaan cara komunikasi di tempat kerja oleh masing-masing generasi. Millennial dan Gen Z tidak memiliki keahlian yang cukup dalam komunikasi tatap-muka. Hal ini mempengaruhi budaya organisasi, loyalitas, dan pada akhirnya memicu kekhawatiran baru. Jika anda adalah tipe orang yang sangat memprioritaskan kehidupan pribadi dan traveling, maka anda bisa melihat kenapa kedua generasi ini sangat disruptif. Mereka terus bergerak.
Menurut Biro Statistik Amerika Serikat, dari 2010-2019, kota-kota kecil di daerah Barat menunjukkan pertumbuhan populasi yang lebih cepat dibanding kota-kota besar di sana, di mana penduduk di kota-kota kecil tumbuh 13,3%, sedangkan di kota-kota besar tumbuh 9,1% selama periode tersebut. Wilayah Selatan juga menunjukkan pertumbuhan, namun kota-kota kecil justru tumbuh sedikit lebih lambat, yakni 6,7%, dibanding kota-kota besar yang tymbuh 11,8% selama periode yang sama.
Sebuah jajak pendapat Gallup yang dilakukan di akhir tahun 2020 menunjukkan bahwa hampir separuh responden memilih untuk tinggal di kota kecil atau pedesaan, dan angka ini naik 9% dibanding hasil survey di Tahun 2018. Riset trend juga menunjukkan adanya peralihan ke kota-kota kecil.
Trend Perpindahan Pengusaha Millennial dan Gen Z ke Kota-Kota Kecil
Menurut publikasi Small Biz Survival, ada beberapa trend yang muncul di Tahun 2022 yang memicu perpindahan para pengusaha ke kota-kota kecil. Berikut adalah beberapa manfaat pokok dari pergerakan usaha kecil ke kota-kota kecil:
- Gaya hidup kota kecil. Siapa yang tidak ingin membawa anjingnya berjalan-jalan di kota kecil yang indah, menyapa orang-orang sekitar, atau menikmati minuman sehat di warung setempat? Bersamaan dengan potensi sistem kerja jarak jauh atau hybrid, semua ini menjadi mungkin.
- Membangun brand lokal lebih cepat. Lebih mudah menjadi ikan besar di kolam kecil daripada di kolam besar. Jika Pengusaha Millennial dan Gen Z membawa keahlian wirausaha, branding, atau marketing ke lingkungan pasar yang lebih kecil, maka mereka bisa mendapatkan keuntungan dari aspek pengetahuan, pengalaman, dan kepercayaan diri.
- Kota-kota kecil membutuhkan pertumbuhan. Kota-kota kecil merasakan tekanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya berdasarkan pertumbuhan penduduk. Jadi, sepanjang anda tidak benar-benar disruptif, belajarlah untuk menyatu dengan penduduk lokal dan memberi mereka pekerjaan, maka mereka akan menyambut anda dengan baik. Menurut para ahli, inilah yang mesti dipelajari secara serius oleh para Pengusaha Millennial dan Gen Z.
- Basis konsumen setempat. Saat meluncurkan sebuah perusahaan baru, terkadang sulit mendapatkan konsumen. Namun, situasinya berbeda dengan kota kecil. Lebih mudah untuk mengetahui apa yang dibutuhkan penduduk dan menjangkau penduduk setempat, yang tentunya masih banyak mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut.
- Membaangun jejaring lokal lebih cepat. Meskipun skala usaha anda lebih kecil, anda bisa membangun jejaring bisnis secara lebih cepat di kota kecil. Anda hanya perlu menemui para pemimpin, investor, dan pengusaha lokal, dan mengatur strategi untuk melibatkan mereka di jejaring anda. Mereka saling mengenal satu sama lain, jadi anda hanya perlu membangun koneksi dengan satu atau dua pemimpin terlebih dahulu. Begitu anda bisa masuk ke kelompok mereka, maka usaha anda akan tumbuh cepat.
Terakhir, persaingan lebih kecil. Jika anda bisa mengidentifikasi kebutuhan mendesak penduduk di kota kecil, dan anda membangun usaha untuk memenuhinya, maka anda bisa menjadi pemain tunggal di sana. Temukan apa yang kurang di kota tersebut dan lihat peluang untuk membangun usaha anda. Atau, anda bisa melayani kebutuhan penduduk di daerah lain dengan menggunakan teknologi. Inilah keuntungan yang dinikmati para Pengusaha Millennial dan Gen Z.
Tagged With : Peluang Bisnis