Panduan Trading Forex Pada Sesi Eropa

Mayoritas trader memilih untuk trading forex pada sesi Eropa. Fluktuasi pasar paling besar dibandingkan sesi lainnya, karena lebih banyak pasar keuangan dunia yang aktif melibatkan investor institusional ternama dari seluruh penjuru dunia.

Besarnya fluktuasi pasar ini menandakan trader dapat mendulang lebih banyak cuan pada sesi Eropa. Di saat yang sama, risikonya juga lebih tinggi.

Bagaimana cara untuk meraih profit dan menekan risiko pada sesi Eropa? Pertama-tama, kita harus memahami ruang lingkup dan karakteristiknya.

Panduan Trading Forex Pada Sesi Eropa

Sesi Eropa sering juga disebut sebagai sesi London, tetapi sebenarnya juga mencakup jam kerja bursa lain di benua Eropa seperti Frankfurt (Jerman), Paris (Prancis), Jenewa (Swiss), dan masih banyak lagi. Sesi Eropa berlangsung antara 08.00-16.00 GMT, atau sekitar 14.00-23.00 WIB.

Berikut ini tujuh (7) kiat trading forex pada sesi Eropa:

  1. Volatilitas pasar biasanya meningkat saat overlap antara sesi Asia dengan sesi Eropa pada pukul 7.00-9.00 GMT (14.00-16.00 WIB) serta overlap sesi Eropa dengan sesi Amerika pada pukul 12.00-16.00 GMT (19.00-23.00 WIB). Gejolak pasar terutama disebabkan oleh banyaknya rilis data ekonomi dari Eropa dan Amerika Serikat.
  2. Berfokuslah pada pasangan mata uang yang berkaitan erat dengan wilayah Eropa dan Amerika, terutama EUR/USD dan GBP/USD. Beberapa pasangan mata uang cross favorit seperti EUR/GBP, EUR/CHF, dan GBP/JPY juga ramai diperjualbelikan pada sesi ini.
  3. Waspadalah terhadap perubahan arah mendadak dalam sesi ini. Sering terjadi breakout ataupun bounce yang cukup drastis, kemudian berlanjut sebagai tren baru yang berlangsung sampai sesi berikutnya. Trader direkomendasikan agar jangan terburu-buru pasang order saat pembukaan sesi Eropa, melainkan menunggu munculnya sinyal yang valid terlebih dahulu.
  4. Fluktuasi dan volatilitas pasar selama sesi Eropa biasanya sangat tinggi. Oleh karena itu, trader dapat menggunakan beragam jenis strategi maupun indikator. Beberapa taktik populer antara lain strategi trading gap, breakout, dan buy-on-weakness.
  5. Penggemar news-trading dapat berfokus pada rilis data ekonomi Inggris, Zona Euro, maupun Amerika Serikat. Berita yang berdampak paling tinggi bisa menggerakkan kurs antara 100-150 pips dalam waktu singkat, contohnya Nonfarm Payroll (NFP) AS dan penjualan ritel Inggris.
  6. Semua trader sebaiknya menghindari pasang order sejak 1-2 jam sebelum rilis berita berdampak tinggi, kemudian baru membuka posisi trading setelah melihat dampak berita terbaru pada grafik. Pergerakan pasar pada pra-rilis berita biasanya sangat tenang tapi menyesatkan.
  7. Volatilitas yang tinggi dapat meningkatkan risiko trader terkena margin call. Oleh karena itu, sebaiknya mengurangi leverage serta berdisiplin mengeksekusi stop loss dalam sesi ini. Jangan sampai saldo hangus hanya karena lonjakan atau kemerosotan sejenak pasca-rilis berita.

Di luar kiat-kiat tersebut, ada pula faktor pergeseran jam bursa yang perlu diperhatikan oleh trader. Banyak negara yang terlibat dalam sesi Eropa menggunakan sistem Daylight Savings Time (DST), sehingga menggeser jam buka dan tutup bursa selama satu jam.

Perubahan DST terjadi pada bulan Oktober/November (jam dimundurkan) dan Maret/April (jam dimajukan). Perubahan tersebut juga akan berpengaruh terhadap waktu rilis berita-berita berdampak tinggi di Inggris dan Amerika Serikat.

Tagged With :

Leave a Comment