Mendorong Lingkungan Kerja Inklusif yang Adil bagi Semua Orang – Part 2

Pada post sebelumnya dibahas beberapa strategi mendorong lingkungan kerja inklusif. Hal pertama yang mesti anda lakukan adalah menyediakan ruang yang seluas-luasnya bagi setiap orang untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Jadilah pendengar yang aktif bagi rekan kerja anda. Selain itu, perusahaan mesti tetap mempertimbangkan untuk menyediakan pilihan fleksibel sistem kerja,  misalnya, opsi bekerja dari rumah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan. Jika menyediakan sistem kerja fleksibel, maka pastikan anda memanfaatkan teknologi komunikasi, seperti video conferencing untuk menjaga komunikasi dengan karyawan yang bekerja dari rumah.

Hal lain yang perlu anda perhatikan dalam mendorong lingkungan kerja inklusif adalah memberikan prioritas khusus untuk terbangunnya inklusivitas, mulai dari proses rekrutmen karyawan. Bentuk suatu sistem yang mempermudah karyawan baru untuk bergabung dan belajar dari karyawan yang lebih senior.

mendorong lingkungan kerja inklusif 2

Cara Jitu Mendorong Lingkungan Kerja Inklusif di Perusahaan

Selain beberapa tips yang ada di atas, masih ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mendorong lingkungan kerja inklusif, apapun sistem kerja yang anda terapkan:

Bangun Sistem Feedback Yang Lebih Baik

Untuk meningkatkan kinerja tim, anda bisa membangun sistem feedback secara cepat. Hal ini dapat mendorong terciptanya inklusivitas di dalam perusahaan. Ketika pimpinan menyediakan sistem feedback yang konstruktif, dan feedback tersebut dimanfaatkan dalam proses pengambilan keputusan, maka akan terbangun rasa memiliki terhadap perusahaan. Sistem feedback yang positif dapat mendorong kolaborasi, sinergi, dan kerjasama tim di antara karyawan.

Dorong Empati

Tambahkan “rasa ingin tahu” pada daftar nilai yang dianut perusahaan anda. Ketika setiap orang di perusahaan memiliki pola pikir rasa ingin tahu dan tidak menghakimi tentang kebutuhan, keyakinan, pengalaman, dan pendapat yang berbeda satu sama lain, maka kita akan mampu menciptakan harmoni dan empati di dalam perusahaan. Dengan demikian, setiap orang akan bersikap lebih terbuka, fleksibel, dan adaptif, dan sekaligus meningkatkan kreativitas dalam cara berfikir, bertindak, dan memimpin.

Alokasikan Waktu untuk Membangun Koneksi

Jadilah pemimpin yang empati, dengan memandang setiap orang dari aspek kemanusiaan. Bangun komunikasi yang sesungguhnya. Berbicaralah kepada karyawan anda, dengarkan mereka tanpa menghakimi, dan berusahalah memahami pengalaman hidup orang lain. Sikap seperti ini dapat membangun kepercayaan dan kemasyarakatan. Ketika orang merasa diperhatikan, didengar, dan dihargai, maka akan terbangun budaya yang diwarnai rasa memiliki. Sebagai pemimpin, pastikan anda menjadi teladan dalam menghormati dan menghargai orang lain.

Libatkan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan

Sebagai pemimpin, anda bisa mendorong lingkungan kerja inklusif dengan berusaha melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan. Keterlibatan yang dimaksud dalam hal ini bersifat penuh, bukan hanya keterlibatan minimal atau dalam situasi tertentu saja. Strategi ini sangat efektif karena karyawan ingin dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka, dan mereka juga ingin memahami bagaimana perusahaan mempertimbangkan pendapat mereka. Peran pemimpin adalah bertindak secara jelas dalam hal keputusan dan metode pengambilan keputusan, kemudian bertanya dan mendengar.

Lihatlah Permasalahan dari Sudut Pandang Yang Berbeda

Jadilah pemimpin yang simpatik dengan menghargai sudut pandang yang berbeda dalam pengambilan keputusan. Inklusivitas akan terbangun jika semua merasa bahwa suara mereka didengar. Alhasil, solusi yang diambil untuk mengatasi suatu masalah akan lebih baik, dan budaya organisasi menjadi lebih inklusif.

Untuk itu, anda bisa menjadwalkan sesi terbuka untuk berbagi pendapat dan sudut pandang secara berkala. Di ajang ini, karyawan bisa berbagi ide-ide baru, dan beri mereka kesempatan untuk mengatakan apa yang mereka fikirkan, berbagi pendapat dari sudut pandang masing-masing, dan berbagi ide yang mungkin tidak tersampaikan sebelumnya. Doronglah karyawan untuk berfikir outside-the-box dan berbagai sudut pandang yang berbeda, sehingga terbangun rasa memiliki dan rasa aman dalam menyampaikan pendapat.

Dorong Karyawan Agar Mengenal Satu Sama Lain

Inklusivitas dimulai dengan saling mengenal. Tidak akan anda lingkungan kerja yang inklusif jika sesama karyawan anda saja tidak saling kenal. Jadi, salah satu cara unik untuk mendorong lingkungan kerja inklusif adalah mendorong agar karyawan saling mengenal. Anda bisa menggunakan teknologi, seperti platform media sosial, situs media sosial khusus perusahaan, atau sarana lainnya.

Sebagai contoh, perusahaan bisa membangun suatu platform komunikasi di mana karyawan bisa berbagi foto dan bio singkat masing-masing. Bio tersebut tidak hanya memuat informasi tentang latar belakang pekerjaan, namun juga informasi lain yang mereka bagikan secara sukarela, seperti hobby.

Dorong Anggota Tim untuk Berkontribusi

Suatu hal sederhana yang bisa dilakukan pemimpin untuk mendorong lingkungan kerja inklusif adalah mengajukan pertanyaan sederhana di setiap sesi, “Bagaimana pendapat anda tentang hal tersebut?” Dengan mendorong setiap anggota tim untuk menyampaikan pendapat, dan kemudian menyediakan ruang untuk mendengar, maka anda bisa mendapatkan opini yang lebih bervariasi. Jika tidak diberi kesempatan, bisa jadi ide-ide kreatif tersebut mereka simpan saja.

Nah, dari beberapa strategi mendorong lingkungan kerja inklusif yang sudah dibahas pada dua post terakhir, mana yang sesuai dengan perusahan anda?

Tagged With :

Leave a Comment