Jenis-Jenis Budaya Organisasi: Part 2 – Budaya Suku, Hirarki, dan Pasar

Pada post sebelumnya dibahas tentang apa itu budaya organisasi serta jenis-jenis budaya organisasi disertai ciri-cirinya secara singkat. Budaya adhokrasi dibahas secara lebih rinci. Sebelum membahas jenis budaya organisasi lainnya, perlu disinggung sedikit bahwa budaya organisasi adalah kebiasaan yang telah tertanam di perusahaan dalam waktu lama. Budaya organisasi yang baik semestinya diarahkan dan dipantau pertumbuhannya. Jika tidak, bisa jadi tumbuh suatu budaya organisasi yang toksik yang justru dapat merusak lingkungan perusahaan.

Jenis-Jenis Budaya Organisasi: Budaya Suku

“Suku” mengacu kepada sekelompok keluarga dekat dan saling keterkaitan, atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama. Budaya suku lazim ditemukan di perusahaan kecil atau perusahaan milik keluarga, yang sifatnya tidak hirarkis. Karyawan dihargai terlepas dari levelnya, dan lingkungan perusahaan mendukung untuk itu. Budaya ini bertujuan untuk membentuk kerja sama tim yang kuat dengan memastikan bahwa semua anggota atau karyawan merasa diperlakukan sama.

jenis-jenis budaya organisasi 2

Tujuan budaya ini adalah menciptakan rasa nyaman, sehingga karyawan bisa memberikan feedback secara jujur dan terbuka. Terlepas dari kerjasama tim, budaya ini juga memberikan penekanan yang kuat terhadap sistem mentor dan magang, sehingga kompetensi, keahlian, dan nilai-nilai yang ada ditularkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Biasanya, tingkat interaksi karyawan sangat tinggi di perusahaan dengan budaya seperti ini, sehingga pelayanan terhadap konsumen biasanya sangat baik.

Namun, kelemahan dari tipe budaya organisasi ini adalah sulit untuk mempertahankannya seiring pertumbuhan perusahaan dan ketika perusahaan semakin besar. Operasinya menjadi kurang fokus dan kurang cair, begitu perusahaan semakin berkembang. Untuk membudidayakan budaya suku di dalam sebuah organisasi, tahap pertama yang perlu anda lakukan adalah melihat secara dekat karyawan anda. Komunikasi sangat penting agar budaya ini tumbuh dengan baik.

Baca Juga:   Keseimbangan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi: Apa Kata Peneliti?

Jadi, biarkan anggota tim anda tahu bahwa anda terbuka menerima feedback dari mereka. Temukan apa yang mereka sukai dan apa yang ingin mereka ubah, dan minta ide-ide dari mereka tentang bagaimana memajukan perusahaan.  Langkah berikutnya adalah pertimbangkan pemikiran dan ide-ide mereka, dan berikan mereka ruang dan waktu untuk mewujudkan ide-ide tersebut.

Jenis-Jenis Budaya Organisasi: Budaya Hirarki

Ini adalah jenis-jenis budaya organisasi yang keempat, yakni budaya hirarki. Budaya semacam ini lazim ditemukan di perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. Budaya hirarki ditandai dengan struktur dan prosedur yang jelas, serta tingkat wewenang yang jelas. Menurut budaya ini, karyawan tahu betul di mana posisi mereka dalam rantai komando, siapa yang bertanggung jawab kepada mereka, kepada siapa mereka bertanggung jawab, dan apa aturan-aturan yang berlaku.

Jika ingin semuanya berjalan dengan baik, maka budaya ini sangat diperlukan, terutama di perusahaan besar. Karakteristik yang terlihat jelas dari budaya hirarki adalah bahwa tugas dan tanggung jawab jelas dan operasi singkat dan padat. Lembaga keuangan, perusahaan asuransi keuangan, dan perusahaan minyak dan gas umumnya memiliki budaya hirarki. Dengan budaya seperti ini, perusahaan bisa mengelola resiko secara lebih baik, berjalan stabil, dan efisien secara operasion.

Namun kelemahannya, budaya hirarki dapat menghambat inovasi. Perusahaan kerap kesulitan merespon terhadap perubahan-perubahan yang datang mendadak di pasaran atau industri secara umum. Budaya hirarki kurang fleksibel, pada fleksibilitas sangat dibutuhkan dalam kondisi pasar yang terus berubah-ubah saat ini. Untuk mengembangkan budaya hirarki, tahap pertama yang perlu anda lakukan adalah membuat rincian proses yang ada di perusahaan. Jika rantai komando memiliki gap, maka pastikan anda mengisinya. Pertimbangkan setiaap tim dan semua departemen untuk memastikan semuanya sejalan dan tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

Baca Juga:   3 Strategi Menghadapi Masalah Inflasi Selama Krisis

Jenis-Jenis Budaya Organisasi: Budaya Pasar

Jenis yang terakhir adalah budaya pasar. Budaya ini erat kaitannya dengan margin laba dan bertujuan untuk menempatkan perusahaan di depan dalam lingkungan persaingan. Sifatnya berorientasi hasil, dan fokusnya sangat kuat terhadap kepuasan konsumen. Contoh dari perusahaan yang digerakkan oleh budaya pasar adalah Amazon, Tesla, atau General Electric.

Untuk keberhasilan organisasi yang menganut budaya ini, diperlukan produk atau jasa yang benar-benar canggih. Akibatnya, perusahaan dituntut untuk semakin kreatif, menciptakan produk baru yang lebih baik dibanding produk para pesaing. Di satu sisi, jenis budaya organisasi ini dapat menjamin kelangsungan bisnis dalam jangka panjang. Namun di sisi lain, budaya pasar cepat membuat karyawan kelelahan dan stress akibat ekspektasi yang tinggi dan tuntutan untuk berproduksi secara terus-menerus.

Budaya pasar kurang memberikan penekankan pada pengalaman atau kepuasan kerja karyawannya. Bagi perusahaan yang berorientasi pada tujuan, maka budaya pasar sangat penting. Untuk mengembangkannya, mulailah dengan mengevaluasi setiap posisi di perusahaan anda. Hitung kontribusi dari setiap peran dan buat catatan perbaikan untuk produksi. Anda juga bisa memberikan penghargaan kepada karyawan atau tim dengan kinerja terbaik, sebagai motivasi untuk yang lain.

Sebenarnya, masih ada jenis-jenis budaya organisasi lainnya yang pantas untuk anda ketahui. Dapatkan pembahasannya pada post selanjutnya.

Tagged With :

Leave a Comment